Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

Wisda Aprilia Syaka oleh Wisda Aprilia Syaka
21 Mei 2026
A A
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi mahasiswa di Samarinda, tidak bisa mengendarai motor rasanya seperti kehilangan satu kemampuan dasar untuk bertahan hidup. Alasan utamanya mungkin sepele tapi menurut saya cukup fatal, yaitu ketiadaan transportasi publik yang inklusif dan ramah kantong.

Sebenarnya ada sih ojek online (ojol) yang selalu siap sedia di ujung jari, tapi bagi dompet mahasiswa, ojol adalah penyedot keuangan yang tak disadari. Jika setiap hari harus mengeluarkan biaya pulang-pergi yang setara dengan dua porsi makan siang, ojol bukan lagi solusi, melainkan beban finansial yang serius.

“Memangnya nggak ada pilihan lain kah?” Ada, Angkot atau yang akrab disebut taksi hijau, taksi oren, atau taksi biru oleh orang Samarinda. Murah sih memang. Tapi mereka bekerja dengan sistem jalur yang kaku, rutenya sangat terbatas dan hanya menyisir jalan-jalan utama.

Bagi mahasiswa yang tinggal di dalam gang atau perumahan yang lokasinya jauh ke dalam, angkot hampir tidak bisa diandalkan. Mereka tidak akan masuk ke gang-gang kecil tempat kos mahasiswa berada. Kalaupun kita merayu supirnya untuk masuk ke dalam, harganya akan melonjak drastis, hingga jatuhnya sama saja dengan tarif ojol, bahkan bisa lebih mahal.

BACA JUGA: 4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Samarinda memang beda

Belum lagi kalau kita bicara soal topografi Samarinda. Kota ini bukan dataran rata seperti kota-kota di pesisir Jawa. Samarinda adalah kota dengan ribuan tanjakan, agak lebay sih tapi beneran banyak tanjakannya. Bayangin aja kalau kita harus berangkat kuliah pagi hari, mendaki tanjakan di bawah terik matahari atau saat jalanan mulai becek setelah hujan deras. Sampai di kampus, bakal bermandikan keringat dan energi sudah habis duluan sebelum kelas dimulai.

Belum selesai sampai di situ, infrastruktur pejalan kaki Samarinda pun masih jauh dari kata layak. Trotoar yang ada sering kali terputus, beralih fungsi menjadi tempat parkir motor, atau justru menjadi lapak jualan yang membuat pejalan kaki harus bertaruh nyawa di bahu jalan. Tidak ada kanopi yang melindungi pejalan kaki dari cuaca ekstrim entah itu panas yang membakar atau hujan deras yang tiba-tiba datang membawa risiko banjir.

Berjalan kaki di Samarinda terasa seperti ikut lomba lari yang penuh rintangan mengerikan, tapi tanpa medali di garis finis.

Baca Juga:

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Beban

Lebih jauh lagi, ada beban sosial yang tidak terlihat. Mahasiswa yang tidak bisa mengendarai motor seringkali dicap “beban” atau dianggap merepotkan teman karena sering nebeng. Padahal, ketergantungan pada motor ini juga akibat dari gagalnya Samarinda menyediakan alternatif bagi warganya.

Akibatnya, banyak mahasiswa yang akhirnya membatasi diri. Mau ikut organisasi malam hari? Mikir ongkos pulang. Mau kerja kelompok di perpusda? Mikir akses ke sana. Tentu saja ini jelas menghambat pengembangan diri mahasiswa secara akademis maupun sosial.

Jujur, saya ada rasa iri ketika melihat teman-teman mahasiswa di pulau Jawa. Di sana, mereka punya TransJakarta, KRL, atau bus yang berhenti di setiap halte dengan harga yang sangat terjangkau. Mereka punya pilihan untuk tidak bergantung pada kendaraan pribadi. Sementara di sini, kita terjebak dalam budaya car-centric yang memaksa semua orang untuk memiliki kendaraan pribadi.

Saya cuma ingin Samarinda mulai memperhatikan warga atau mahasiswa yang mobilitasnya nggak bergantung pada motor. Kita butuh transportasi publik yang terintegrasi dan trotoar yang lebih baik. Karena kenyamanan dalam berpindah tempat seharusnya tidak ditentukan oleh bisa atau tidaknya kita memutar gas motor, tapi oleh seberapa baik kota ini menyediakan fasilitas bagi semua kalangan.

Penulis: Wisda Aprilia Syaka
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2026 oleh

Tags: kuliah di Samarindasamarindatransportasi umum samarinda
Wisda Aprilia Syaka

Wisda Aprilia Syaka

Fresh graduate Ilmu Komunikasi dari Universitas Mulawarman. Tertarik pada isu lingkungan, budaya, serta tren yang berkembang di kalangan Gen Z. Aktif menulis sejak masa perkuliahan dan gemar mengeksplorasi ide melalui tulisan. Di waktu luang, suka membaca novel dan menikmati cerita dari berbagai sudut pandang.

ArtikelTerkait

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Bontang Kalimantan Timur, Kota Kaya Raya yang Kurang Hiburan Mojok.co

Bontang Kalimantan Timur, Kota Kaya Raya yang Miskin Hiburan

4 November 2023
Biaya Hidup di Kalimantan Timur Begitu Mahal bagi Perantau Jawa

Biaya Hidup di Kalimantan Timur Begitu Mahal bagi Perantau Jawa

2 Desember 2023
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

31 Agustus 2024
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

1 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.