Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
20 Mei 2026
A A
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Share on FacebookShare on Twitter

Kuliner Jogja manis itu bukan mitos. Bahkan sambal dan chinese food saja kena pengaruhnya

Beberapa bulan lalu saya sempat menulis cerita di Terminal Mojok tentang satu hal yang cukup mengganggu selama berada di Jogja, yaitu rasa sambalnya yang manis. Bukan sekadar manis tipis yang masih bisa dimaklumi, tapi manis yang benar-benar terasa dominan sampai kadang bikin saya bertanya-tanya, ini sambal atau saus karamel versi pedas?

Waktu itu saya mencoba berdamai. Saya berpikir mungkin itu hanya pengalaman sesaat. Mungkin saya salah pilih tempat makan. Atau mungkin lidah saya saja yang belum siap menerima kenyataan bahwa Jogja punya filosofi rasa sendiri.

Namun ternyata, cerita itu belum selesai.

Beberapa waktu lalu saya kembali lagi ke Jogja karena ada urusan. Kali ini saya datang dengan pengalaman dan strategi. Saya sudah berjanji pada diri sendiri: jangan asal makan. Jangan lagi berharap makanan lokal berubah mengikuti lidah pendatang.

Kalau makanan khas Jogja identik manis, berarti saya harus mencari makanan yang secara tradisi rasanya berbeda. Pilihan paling aman menurut saya waktu itu adalah Chinese food.

Logikanya sederhana. Masakan Chinese terkenal gurih, asin, kaya bawang putih, saus tiram, minyak wijen, dan aroma wok yang kuat. Rasa manis biasanya hanya muncul di menu tertentu seperti ayam asam manis atau koloke, bukan di hampir semua hidangan.

Dengan penuh percaya diri, saya berpikir: ini pasti aman.

Baca Juga:

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

Berburu Chinese Food Halal di Sekitar Malioboro Jogja

Karena aktivitas saya berada di sekitar Malioboro, pencarian pun dimulai dari area itu. Targetnya jelas: Chinese food halal, tempatnya meyakinkan, dan ini penting harganya tidak murah.

Saya sengaja memilih restoran yang terlihat serius. Tempatnya bersih, interiornya modern, pengunjungnya ramai, bahkan terlihat seperti destinasi makan keluarga dan wisatawan. Harga menunya pun cukup membuat saya optimis. Dalam pikiran saya, harga yang lebih tinggi biasanya berbanding lurus dengan rasa yang lebih autentik.

Saya pun memesan menu aman: nasi goreng seafood, capcay, dan ayam lada hitam. Menu klasik yang hampir mustahil gagal di restoran Chinese food mana pun. Setidaknya begitu menurut pengalaman saya di kota lain.

BACA JUGA: Makanan di Jogja yang Wajib Banget Dicoba Part 2

Suapan pertama yang mengubah segalanya

Makanan datang. Aromanya menggoda. Tampilan meyakinkan. Harapan saya kembali tumbuh. Saya mengambil sendok pertama nasi goreng seafood. Lalu berhenti. Ada sesuatu yang familiar. Bukan aroma bawang putihnya. Bukan rasa gurihnya. Tapi rasa manisnya.

Saya mencoba lagi, memastikan lidah saya tidak salah menilai. Namun hasilnya sama. Ada sentuhan manis yang cukup dominan, sesuatu yang tidak biasanya saya temukan pada nasi goreng Chinese food di kota lain.

Saya beralih ke capcay. Masih manis. Ayam lada hitam? Tetap ada rasa manis yang ikut bermain di belakang. Di titik itu saya hanya bisa tertawa kecil. Ternyata bukan cuma sambal yang berubah di Jogja. Bahkan Chinese food pun ikut menyesuaikan diri.

Saya akhirnya menyadari satu hal, jika kuliner itu hidup. Ia selalu beradaptasi dengan lingkungan tempatnya berada.

Restoran tentu tidak memasak hanya berdasarkan resep asli, tetapi juga berdasarkan selera mayoritas pelanggan. Jika sebagian besar pengunjung menyukai rasa manis, maka resep perlahan berubah mengikuti permintaan pasar.

Akhirnya lahirlah sesuatu yang unik Chinese food versi Jogja. Bukan sepenuhnya Chinese food tradisional, tapi juga bukan masakan lokal sepenuhnya. Ia adalah hasil kompromi antara identitas kuliner dan preferensi lidah masyarakat setempat.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Nasi Padang rasanya berbeda di tiap kota. Bakso Malang di luar Malang sering kali berubah karakter. Bahkan makanan cepat saji internasional pun menyesuaikan menu dengan selera lokal.

Jogja hanya melakukan hal yang sama dengan satu ciri khas yang sangat kuat: rasa manis.

Rasa manis yang diterima tanpa sadar

Banyak orang mengatakan bahwa rasa manis di Jogja bukan sekadar selera, melainkan bagian dari budaya. Ada gambaran tentang masyarakat yang halus, ramah, dan hangat, yang secara simbolik tercermin dalam rasa makanan.

Sebagai pendatang, saya awalnya menganggapnya sebagai tantangan lidah. Namun semakin lama, saya mulai memahami bahwa ini bukan soal benar atau salah. Dan mungkin itulah daya tarik Jogja. Kota ini tidak memaksa dirinya berubah demi pendatang. Justru pendatanglah yang perlahan belajar menyesuaikan diri.

Lucunya, setelah beberapa hari berada di Jogja, saya mulai terbiasa. Rasa manis yang awalnya terasa mengganggu perlahan menjadi normal. Bahkan ketika mencicipi makanan di kota lain setelah pulang, saya sempat merasa ada yang kurang. Mungkin lidah memang makhluk yang mudah beradaptasi.

Perjalanan kuliner ini akhirnya memberi saya pelajaran sederhana: di Jogja, jangan terlalu keras melawan rasa manis. Karena cepat atau lambat, kita bukan hanya menerima rasa itu—kita ikut memahaminya.

Jadi sekarang saya percaya satu hal. Di Jogja, bukan cuma sambal yang manis. Chinese food pun akhirnya ikut berubah rasa. Tanpa sadar, lidah saya juga ikut berubah bersama kota ini.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perantau Lampung Tak Bisa Menikmati Rasa Soto dan Mie Ayam di Jogja karena Sulit Cari yang Nggak Kemanisan, Tersiksa 5 Tahun di Jogja Cuma Bisa Makan Penyetan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2026 oleh

Tags: chinese foodJogjarasa makanan di jogja
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya Warga Jogja Menggunakan Fitur Klakson Saat Berkendara, Sebab Jalanan Jogja Sudah Mulai Berbahaya jogja istimewa purwokerto

Pergeseran Gaya Berkendara di Jalanan Kota Jogja, Semakin Kencang dan Tidak Sabaran. Plat AB, B, D, F, H Sama Saja!

21 Mei 2025
Jogja Istimewa, Gunungkidul Merana

Jogja Istimewa, Gunungkidul Merana

20 Juli 2022
Jogja Memang Bukan Tempat Pensiun Ideal Orang Kota, Jangan Sampai Menderita di Daerah Istimewa

Jogja Memang Bukan Tempat Pensiun Ideal Orang Kota, Jangan Sampai Menderita di Daerah Istimewa

5 Februari 2024
Penutupan Plengkung Gading Adalah Kecemasan Terbesar Saya Sebagai Penglaju Bantul-Sleman Mojok.co

Penutupan Plengkung Gading Adalah Kecemasan Terbesar Saya sebagai Penglaju Bantul-Sleman

23 September 2025
4 Hal yang Bikin Purwokerto Nggak Beda Jauh dengan Jogja Terminal Mojok

4 Hal yang Bikin Purwokerto Nggak Beda Jauh dengan Jogja

29 Mei 2022
5 Masjid di Jogja yang Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

5 Masjid di Jogja yang Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

1 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.