Pertengahan tahun 2025 merupakan titik awal perkenalan saya dengan salah satu city car keluaran Suzuki, yakni Suzuki Swift, tepatnya tipe ST produksi tahun 2008. Tipe ini adalah tipe yang dirakit di dalam negeri atau biasa disebut dengan CKD (Completely Knocked Down). Meskipun dirakit di dalam negeri dan sudah berusia hampir dua dasawarsa, mobil ini tetap terlihat keren dan tangguh di kelasnya.
Si Lucu, panggilan sayang saya untuk mobil ini, adalah mobil ketiga yang pernah saya pelihara. Sebelumnya, saya pernah memelihara Avanza 2005 dan Vios 2013. Akan tetapi, kesan saat mengendarai dua mobil tersebut sangat berbeda dengan si Lucu.
Suzuki Swift terasa sangat gesit dan mudah untuk dikendalikan. Selain karena kapasitas mesin yang cukup besar dibanding mobil kota lainnya, mobil ini juga memiliki karakteristik setir yang berat. Tampaknya, hal tersebutlah yang membuat feel mengendarai si Lucu jadi sangat berbeda dari dua mobil sebelumnya. Terasa sangat menyenangkan.
Meskipun hubungan saya dengan Suzuki Swift baru setahun, dan mobil yang dapat digunakan sebagai perbandingan juga baru dua mobil, saya dapat menyimpulkan bahwa si Lucu memang sangat layak untuk dijadikan mobil pertama. Kesimpulan ini diambil berdasarkan enam alasan yang akan saya jelaskan di bawah ini.
#1 Bodi nyeni
Alasan pertama diambil dari hal yang dapat dilihat dan dinilai untuk pertama kali, yakni bentuk bodi. Menurut saya, bodi Suzuki Swift generasi lama, termasuk tipe ST 2008, adalah hasil perpaduan antara unsur imut dan sporty. Saya serius soal ini.
Suzuki Swift ST 2008 adalah mobil dua baris yang cukup mungil. Mata mobil ini seakan-akan menunjukkan bahwa mobil ini memiliki keberanian yang tak dapat diremehkan. Namun, keberanian itu ditutupi oleh ketenangan yang juga terpancar dari mata mobil ini.
Lalu, dari sisi belakang, Suzuki Swift generasi lama memiliki pantat yang terlihat bongsor. Bahkan, saking bongsornya, mobil ini sampai mendapatkan julukan khusus di berbagai komunitas Suzuki Swift, yakni “si Semok”. Pantat bongsor tersebut membuat mobil yang hampir berumur 20 tahun ini terlihat imut dan sporty di satu waktu. Hal inilah yang membuat saya menyebut mobil ini dengan sebutan “si Lucu”.
Secara keseluruhan, bodi si Lucu dapat dikatakan cukup berbeda dari kebanyakan mobil di kelasnya. Saya tahu, selera tentang bodi mobil pada dasarnya sangat subjektif. Akan tetapi, bodi mobil ini cukup untuk membuat pelanggan di tempat cuci kendaraan bertanya-tanya dan berujung memberi pujian.
#2 Suzuki Swift bukan LCGC
Dewasa ini, pengendara mobil LCGC sangat melekat dengan stigma tak taat aturan dan ugal-ugalan. Cap tersebut menempel dengan kuat karena hampir mayoritas pengendara mobil LCGC itu sembrono dan selalu bikin jengkel. Oleh karena itu, tak sedikit orang yang lebih memilih membeli mobil jenis lain ketimbang membeli mobil LCGC.
Untungnya, Suzuki Swift ST 2008 tidak termasuk dalam kategori mobil LCGC karena dibekali mesin berkapasitas 1.500 cc. Kapasitas mesin serta bodi yang mungil membuat Suzuki Swift ST 2008 dapat melaju dengan gesit dan dapat diandalkan di berbagai medan jalan.
#3 Kontrol enak dan antilimbung
Banyak orang mengatakan bahwa setir Suzuki Swift cenderung berat, begitu juga dengan si Lucu. Kondisi tersebut membuat mobil ini gampang dikendalikan ketika melaju di kecepatan tinggi.
Setir mobil yang berat membuat mobil ini terasa lebih stabil dan lebih mantap dikendalikan. Selain itu, mobil ini juga jauh dari kata limbung, baik itu ketika menikung maupun melaju kencang.
#4 Suzuki Swift bandel dan onderdil melimpah
Suzuki adalah salah satu produsen otomotif yang dikenal akan produk-produknya yang bandel dan tahan banting. Selain itu, onderdil dari berbagai macam produk Suzuki pun terbilang sangat mudah untuk ditemukan, baik itu onderdil orisinal maupun pihak ketiga (aftermarket).
Meskipun demikian, bukan berarti mobil ini sama sekali tidak pernah rusak sejak berpindah ke tangan saya. Mobil ini sempat dua kali bermasalah dan masuk ke bengkel. Namun, masalah tersebut pada dasarnya disebabkan oleh komponen yang sudah aus dan sudah waktunya diganti.
#5 Jarang di jalanan
Sejauh pengamatan saya, Suzuki Swift, khususnya generasi lama, adalah salah satu mobil yang sangat jarang terlihat di jalanan. Saking jarangnya, saya pernah berkendara sekitar 150 kilometer dan saya sama sekali tidak menemukan mobil ini, tidak satu pun.
Alasan ini mungkin terkesan remeh. Namun, bagi sebagian orang, alasan ini sering kali jadi alasan terpenting dalam memilih sesuatu, termasuk mobil. Rasa-rasanya, agak aneh ketika mengetahui bahwa mobil ini jarang mengaspal di jalanan, terlebih lagi dengan segala keunggulan yang ada pada mobil ini.
#6 Irit BBM
Berdasarkan pantauan dan analisis saya, Suzuki Swift ST 2008 ini termasuk ke dalam kategori mobil hemat BBM (di kelasnya). Jika digunakan di jalan dalam kota, konsumsi BBM mobil ini biasanya stabil di 1:12. Sementara itu, jika digunakan di jalanan yang minim hambatan atau di jalan luar kota, mobil ini bisa menyentuh angka 1:15.
Angka tersebut termasuk hemat bagi mobil keluaran tahun 2008 dengan kapasitas mesin 1.500 cc. Namun, konsumsi BBM pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh gaya mengemudi. Angka ini mungkin tak relevan bagi orang yang gaya mengemudinya macam pembalap.
Suzuki Swift ST 2008 adalah salah satu mobil yang layak dipertimbangkan untuk dijadikan mobil pertama. Terlebih lagi jika mobil yang dicari adalah mobil kecil dengan dua baris. Pengalaman mengemudi dengan mobil ini sangat menyenangkan. Saya sendiri sangat puas dan tidak menyesal karena telah mengambil mobil ini.
Penulis: Crisfanny Ariyadhana
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Menyiksa Suzuki Swift di Jalanan Pantura yang Tak Pernah Mulus dari Kudus ke Rembang
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













