Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Suzuki Aerio, Mobil Bekas yang Masih Layak Dipinang Saat Banyak Orang Beralih ke LCGC

Budi oleh Budi
23 Januari 2026
A A
Suzuki Aerio, Mobil Bekas yang Masih Layak Dipinang Saat Banyak Orang Beralih ke LCGC

Suzuki Aerio, Mobil Bekas yang Masih Layak Dipinang Saat Banyak Orang Beralih ke LCGC (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Suzuki Aerio adalah salah satu model hatchback/compact car dari pabrikan otomotif Jepang, Suzuki Motor Corporation. Mobil ini diperkenalkan pertama kali ke publik pada tahun 2001 sebagai penerus dari model Suzuki sebelumnya seperti Baleno/Esteem atau Forza dalam beberapa pasar. Di Eropa, beberapa versi Aerio juga dikenal dengan nama Suzuki Liana, baik sebagai hatchback lima pintu maupun dalam bentuk sedan kompak.

Di Indonesia sendiri, Aerio mulai hadir pada 2002. Awalnya mobil ini diimpor dalam bentuk Completely Built Up (CBU), kemudian pada tahun berikutnya mulai dirakit secara lokal (Completely Knock Down/CKD) untuk membuat harganya lebih kompetitif di pasar domestik.

Suzuki Aerio diposisikan sebagai compact hatchback yang menawarkan ruang kabin luas, kenyamanan relatif baik untuk ukuran mobil kecil, serta mesin yang dikenal cukup irit bahan bakar. Karena desainnya yang unik dan fleksibel, Aerio berhasil menarik perhatian konsumen yang menginginkan mobil keluarga kecil atau mobil sehari-hari yang praktis serta mudah perawatannya.

Akan tetapi produksi Suzuki Aerio akhirnya dihentikan pada pertengahan dekade sekitar 2007, mengikuti perubahan strategi Suzuki dalam lini mobil penumpangnya.

Baca juga: Mobil Suzuki Bukan Terkesan Murahan, tapi Ia Adalah Mobil yang Rendah Hati.

Desain dan dimensi Suzuki Aerio

Suzuki Aerio memiliki tampilan eksterior yang cukup khas di masanya. Tidak sporty, tapi memiliki desain yang fungsional. Seperti yang saya katakan sebelumnya, Aerio termasuk compact hatchback dengan dimensi yang tidak besar sehingga nyaman dipakai di lingkungan perkotaan. Poin plus lainnya adalah kabinnya cukup lapang.

Aerio 2002 memiliki dimensi Panjang x Lebar x Tinggi: 4.230 mm x 1.690 mm x 1.550 mm. Sementara wheelbase (jarak sumbu roda): 2.480 mm. Hal ini menunjukkan bahwa mobil ini menawarkan ruang kabin dan bagasi yang cukup kompetitif untuk mobil di kelasnya.

Jangan remehkan performanya

Salah satu aspek yang membuat Suzuki Aerio tetap dicari hingga kini adalah mesin yang andal dan efisien. Versi yang paling umum ditemui di Indonesia menggunakan mesin 1.5 liter dengan kode mesin M15A, 4-silinder segaris, 16 katup dengan teknologi DOHC dan VVT. Mesin ini dikenal cukup responsif untuk penggunaan harian serta relatif hemat bahan bakar.

Baca Juga:

Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

Ada dua opsi transmisi mobil ini yang bisa kita pilih, yakni manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan. Mesin Aerio juga dipadukan dengan suspensi depan dan belakang sehingga nyaman untuk berkendara di berbagai kondisi jalan.

Interior biasa aja, tapi lega

Seperti yang saya katakan berulang kali sebelumnya, kabin Aerio dirancang cukup luas dengan ruang kepala yang lega. Hal ini membuat penumpang dewasa seperti saya merasa nyaman, bahkan saat mobil terisi penuh sekalipun. Kursi belakang bisa dilipat untuk menambah ruang bagasi jika diperlukan.

Meski mobil lawas, Suzuki Aerio dilengkapi fitur-fitur kenyamanan yang relatif lengkap untuk zamannya. Misalnya ada AC/pengatur suhu udara, power windows, kunci pintu sentral, audio system dengan CD/MP3 player dan speaker, hingga defroster jendela belakang. Keren betul, kan.

Fitur-fitur ini membuat pengalaman saya berkendara dengan Aerio cukup menyenangkan walau dibandingkan dengan mengemudikan LCGC.

Sementara itu dari sisi keselamatan, pada dasarnya mobil besutan Suzuki ini sudah menyediakan fitur dasar. Misalnya sabuk pengaman untuk semua penumpang dan rem ABS (ada di beberapa varian). Tetapi fitur keselamatan lanjutan seperti airbag ganda (driver dan passenger), sensor parkir, atau sistem keselamatan modern lainnya umumnya tidak tersedia di model-model awal yang dijual di Indonesia.

Baca juga: Suzuki S-Presso, Mobil “Aneh” yang Justru Jadi Pilihan Terbaik setelah Karimun Wagon R Hilang.

Kelebihan dan kekurangan Suzuki Aerio yang perlu jadi bahan pertimbangan

Harga bekas Aerio yang sangat terjangkau membuat mobil ini ideal menjadi mobil pertama. Atau kalau kalian cari city car dengan budget terbatas, boleh cek Aerio. Menurut saya mobil ini cukup irit BBM, kok. Perawatannya juga relatif mudah dan murah. Yah, khas mobil Suzuki lah. Soalnya suku cadangnya masih relatif mudah ditemukan di pasaran.

Kekurangan Suzuki Aerio menurut saya pribadi ada di peredaman kabin. Entah kenapa tiap naik mobil ini, suara dari luar cenderung masuk ke dalam kabin. Selain itu, desain eksteriornya sudah ketinggalan zaman jika dibandingkan dengan era sekarang. Tapi kalau yang ini bisa dimaklumi ya, karena kan mobil ini memang diluncurkan tahun 2000-an awal.

Nah, lantaran Aerio sudah berhenti diproduksi sejak lama, semua unit yang tersedia di pasar Indonesia saat ini adalah mobil bekas. Harganya tentu sangat bervariasi tergantung tahun produksi, kondisi mesin dan bodi, serta kelengkapan surat-suratan. Umumnya harga Aerio bekas di Indonesia mulai dari Rp60 jutaan untuk kondisi standar. Tapi ada juga yang dihargai Rp80-100 jutaan untuk unit yang masih terawat, kilometer rendah, dll.

Layak dipinang?

Menurut saya, Suzuki Aerio bisa jadi pilihan menarik di kelas mobil bekas. Selain karena harganya yang terjangkau, mobil ini juga mudah dirawat. Memang ada keterbatasan pada fitur keselamatan modern dan desainnya sedikit ketinggalan zaman, tapi mobil ini cukup oke kok buat jadi kendaraan sehari-hari. Biaya perawatannya juga nggak mahal.

Saran saya sih jika kalian ingin membeli Aerio sebagai mobil pertama atau kendaraan harian alih-alih LCGC, pastikan untuk mengecek kondisi unit secara menyeluruh. Pokoknya mesin, transmisi, kelistrikan, dll., jangan sampai luput. Soalnya berdasarkan pengalaman saya, kondisi mobil lawas sangat dipengaruhi oleh bagaimana pemilik sebelumnya merawatnya.

Penulis: Budi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Suzuki Karimun Wagon R Boleh Mati, tapi Ia Mati Terhormat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2026 oleh

Tags: LCGCmobil lcgcMobil Suzukisuzukisuzuki aerio
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Kenapa Penjualan Suzuki Nyungsep dan Tak Bisa Bangkit Lagi?

Kenapa Penjualan Suzuki di Indonesia Nyungsep dan Sulit Bangkit Lagi?

6 Maret 2022
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover

Suzuki Access 125, Lelucon Terbaru Suzuki yang Makin Tidak Lucu

26 September 2025
Suzuki Smash Cocok untuk Orang-orang yang Ingin “Melambat” dan Ngirit Mojok.co

Suzuki Smash Cocok untuk Orang-orang yang Ingin “Melambat” dan Ngirit

27 Mei 2024
Datsun Go Panca 2015 Adalah Mobil LCGC Pilihan Keluarga Indonesia di Masanya terminal mojok.co

Datsun Go Panca 2015 Adalah Mobil LCGC Pilihan Keluarga Indonesia di Masanya

16 April 2021
Suzuki Ertiga: MPV Pertama Suzuki yang Dulu Dikenal Sebagai MPV Syariah  

Suzuki Ertiga: MPV Pertama Suzuki yang Dulu Dikenal sebagai MPV Syariah  

24 Agustus 2025
Semahal-mahalnya Motor Tetap Bikin Kepanasan Saat di Jalan

Unpopular Opinion: Semahal-mahalnya Motor Tetap Bikin Kepanasan Saat di Jalan

2 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kampus-Kampus Bangkalan Madura Bakal Jadi "Pabrik" Pengangguran kalau Tidak Mau Berbenah Mojok.co

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

6 Mei 2026
Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.