Di mata saya, Suzuki Katana adalah mobil legendaris di Indonesia yang lahir pada era 1980 hingga 1990-an. Mobil ini mirip dengan Suzuki Jimny SJ410 dengan versi 4×2 dan atap trepes.
Katana dirancang sebagai SUV mungil yang tangguh untuk medan berat. Dengan bodi mengotak khas off-road, ground clearance tinggi, dan desain simpel, Kendaraan lawas ini sering disebut sebagai “jip kecil” yang representatif untuk pria yang suka petualangan.
Meski produksinya sudah lama berhenti, mobil ini masih beredar di pasaran dan digemari banyak orang. Salah satunya saya. Saya jatuh cinta pada Katana karena karakter bodinya yang jadul dan mudah dirawat. Walau memang penumpang mesti ekstra sabar karena harus menahan guncangan suspensi yang keras.
Mengapa banyak orang jatuh cinta pada Suzuki Katana?
Cinta pada Suzuki Katana datang dari sisi emosional dan praktis yang sulit dijelaskan. Bentuknya yang tegas, kotak, dan maskulin memberikan kesan kuat serta representatif bagi pengemudi laki-laki. Bukan mobil mewah yang “aleman”, tapi mobil petarung yang siap melibas jalan rusak, tanah berlumpur, atau bahkan genangan air di daerah pedesaan.
Ground clearance-nya yang tinggi membuat Katana unggul di medan off-road, sesuatu yang jarang dimiliki mobil modern sekelasnya dengan harga terjangkau. Lebih dari itu, Katana mewarisi mesin F10A 970 cc, 4 silinder SOHC karburator yang sama persis dengan Suzuki Carry 1.0. Mesin ini terkenal bandel, irit bahan bakar, dan sangat mudah dirawat.
Suku cadang Suzuki Katana melimpah karena banyak yang dipakai di model Suzuki lain, termasuk Karimun Kotak dan Carry. Bagi yang suka mengutak-atik, konstruksi sederhana Katana memudahkan servis melakukan servis sendiri. Mulai dari membersihkan karburator hingga overhaul mesin. Tidak perlu peralatan canggih atau biaya mahal seperti mobil injeksi modern.
Selain itu, harga bekas Katana relatif stabil meski usianya sudah puluhan tahun. Mobil ini cocok untuk hobi off-road ringan, daily driver di kota kecil, atau bahkan dimodifikasi. Komunitas Katana atau Jimny di Indonesia pun cukup solid, saling berbagi tips dan suku cadang.
Baca halaman selanjutnya: Suspensi keras bikin…



















