Suspensi keras bikin sakit pinggang
Sayangnya, mobil ini bisa cukup menyiksa apabila belum terbiasa. Suspensi Katana menggunakan leaf spring atau per daun di belakang. Artinya, mobil ini memang dirancang untuk kekuatan di medan kasar, bukan kenyamanan. Akibatnya, setiap lubang atau undakan jalan terasa langsung ke badan. Dan, tidak semua orang bisa dihadapkan pada badan yang terus berguncang, posisi duduk tinggi dengan jok tipis dan keras. Kondisi itu bikin pinggang cepat pegal, terutama di perjalanan jauh.
Kekurangan lainnya ada di kabin sempit, terutama untuk penumpang belakang atau orang bertubuh besar. Rem tanpa booster sehingga butuh tenaga ekstra saat menginjak, suara kabin kurang kedap, dan AC yang kadang kurang dingin karena desain jadul. Mesin 1.000 cc memang irit, tapi tenaganya terasa kurang bertenaga di jalan tol atau saat full load. Akselerasi lambat, dan handling di kecepatan tinggi terasa limbung karena bobot ringan dan suspensi kaku.
Banyak pemilik yang kemudian memodifikasi dengan mengganti per daun ke per keong atau shockbreaker aftermarket agar lebih empuk, tanpa hilang kemampuan off-road-nya. Solusi sederhana seperti tambah busa jok tebal juga sering dilakukan untuk mengurangi sakit pinggang.
Tetap suka walau sudah tahu kekurangan Suzuki Katana
Rasa suka pada Suzuki Katana yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata itu sebenarnya sangat manusiawi. Di era mobil modern yang serba nyaman dan otomatis, Katana menawarkan pengalaman berkendara yang “murni” dan autentik. Saat memakainya, saya merasa terhubung dengan mesin, jalan, dan mobil itu sendiri, bukan sekadar alat transportasi.
Saya suka, sebab tampilannya tetap keren. Mesin F10A yang bandel jarang mogok kalau dirawat dengan rutin, dan modifikasi off-road membuatnya semakin fun. Rasa suka ini mirip hobi koleksi barang jadul, ada nilai sentimental, nilai sejarah, dan kepuasan saat berhasil mengatasinya.
Bagi Anda yang tetap suka meski sudah merasakan sendiri “siksaan” suspensi, itu pertanda Katana memang punya tempat spesial di hati. Mungkin karena mewakili masa lalu yang lebih sederhana, atau karena memberi rasa petualangan di tengah rutinitas yang itu-itu saja.
Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















