Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tipe-tipe YouTuber Ketika Membuat Video Klarifikasi

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
18 Mei 2020
A A
Dear Ferdian Paleka, YouTuber yang Udah Ngerjain Transpuan terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Entah sudah berapa kali dalam setahun ke belakang, saya melihat video nirfaedah yang dibikin oleh YouTuber atau para so called content creator. Termasuk juga video prank yang hanya menguntungkan satu pihak melalui adsense, tapi sangat merugikan pihak lain yang manjadi korban dan masuk dalam videonya. Masalahnya, endingnya selalu sama. Meminta maaf dengan membuat klarifikasi. Bosen banget liatnya. Nggak ada bedanya sama sinetron. Atau malah mendingan sinetron? Eh.

Seandainya saja klarifikasi ini termasuk ke dalam budaya Indonesia yang diakui oleh Unesco, saya rela budaya ini segera direbut oleh negara tetangga tanpa perlawanan dari bangsa sendiri.

Maksud saya, daripada para YouTuber itu capek-capek bikin video nirfaedah, bikin kesal khalayak, lalu minta maaf lewat klarifikasi, kenapa nggak buat konsep video yang betul-betul mantap? Biar nggak capek garap video sampai dua kali, atau bahkan berkali-kali. Belum lagi kalau sampai dihujat dan digrebeg oleh orang banyak karena kurangnya sensitivitas dalam pemilihan tema ketika membuat video. Bikin dag-dig-dug, Bos.

Setelah melihat banyaknya video klarifikasi yang tersebar di internet karena ulah yang dibuat oleh para YouTuber sendiri, akhirnya saya bisa mengelompokkan orang yang suka memberi klarifikasi ke dalam beberapa tipe. Sebab, banyak di antara mereka yang terlihat template ketika memberi klarifikasi. Berikut tipe-tipe orang ketika memberi klarifikasi.

Pertama, segera mengakui kesalahan dan berjanji tidak mengulangi lagi.

Bagi saya, YouTuber yang seperti ini merupakan sebenar-benarnya klarifikasi ketika sebelumnya berbuat kesalahan. Wajar jika manusia berbuat kesalahan, dan sudah sepatutnya mengakui kesalahan, meminta maaf, lalu berjanji tidak mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari. Syukur jika konten yang disajikan bisa lebih baik. Tipe seperti ini juga terbilang dewasa dan memiliki visi yang cukup baik terhadap kelangsungan kariernya sebagai konten kreator. Jika klarifikasi yang dilakukan seperti ini, dijamin, bakal jadi tren setter, followers juga makin sayang dan sulit untuk berpaling. Uhuk.

Kedua, minta maaf dan tatapannya kosong/nggak ngerti harus gimana.

Ada sebagian YouTuber yang ketika membuat klarifikasi sekaligus meminta maaf tuh sambil bengong. Apalagi jika kesalahan yang dibuat tergolong fatal. Sebelum diciduk banyak gaya, setelah terciduk malah mati gaya. Nah, di saat seperti itu, sebagian YouTuber biasanya meminta maaf dengan pandangan nanar, seakan nggak ngerti lagi harus gimana. Pada waktu yang bersamaan, sepertinya mereka juga sambil menerawang bagaimana kehidupan selanjutnya setelah melakukan kesalahan yang membuat khalayak geram.

Ketiga, playing victim dan bilangnya mau tutup akun media sosial.

Ada aja lho yang ketika sudah melakukan kesalahan, minta maaf sebagaimana mestinya, sih. Tapi, sekalian playing victim. Mekanisme pertahanan dirinya tetap aktif dan nggak mau disalahkan sepenuhnya gitu. Bahkan beberapa di antaranya mengaku mau tutup akun media sosial termasuk akun YouTube-nya.

Sebagian orang percaya, sebagian yang lain tidak. Dan buat yang percaya, selamat, ternyata tipe klarifikasi seperti ini merupakan suatu teknik untuk meningkatkan engagement semata. Lebih parahnya lagi, hanya prank.

Baca Juga:

Mahasiswa KKN Diusir Warga Itu Adalah Teguran Keras untuk Kampus yang Nggak Melek Digital

4 YouTuber Berkualitas yang Bakal Bikin Pinter Kaum Micin

Giliran dihujat, malah playing victim. Dih.

Keempat, minta maaf sambil nangis dan ngakunya introvert.

Sejak 2019 lalu sampai dengan saat ini, entah kenapa semakin banyak orang yang mengaku introvert. Bahkan sampai disebut ketika meminta maaf dan membuat klarifikasi. Hubungannya apa, sih? Mengaku introvert kan tidak serta merta membenarkan kesalahan yang sudah diperbuat. Jadi, saran saya, mungkin bisa dipikirkan terlebih dulu kali, ya, ketika mengucapkan sesuatu, efeknya apa gitu. Untuk meminimalisir efek kejut. Hehehe.

Setiap orang memang tidak akan pernah luput dari kesalahan, termasuk saya. Selain itu, harus diakui klarifikasi masih dibutuhkan dan harus dilakukan oleh banyak orang ketika melakukan kesalahan. Toh, dalam klarifikasi sudah sebaiknya diselipkan permohonan maaf setulus mungkin. Dengan catatan, asal tidak menjadi suatu kebiasaan yang terus berulang. Itu sih tuman.

Paling penting, ketika membuat klarifikasi, jangan pasang ekspresi tengil. Situ niat mengakui kesalahan dan minta maaf atau ngajak gelut? Dan lagi, jangan sampai ketika membuat konten situ petantang-petenteng, bikin mangkel orang, giliran diberi tanggapan yang berbanding lurus dengan isi kontennya, ealah, malah gelagapan. Inget, bandel boleh, bego jangan.

BACA JUGA 5 Hal yang Bisa Diteladani Kaum Muda dari Sosok Jerinx dan tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2020 oleh

Tags: klarifikasiMinta MaafprankYoutuber
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

klarifikasi

Indonesia Bukan Negara Hukum, Tapi Negara Klarifikasi dan Minta Maaf*

18 Oktober 2019
4 YouTuber Indonesia Underrated dengan Konten Menarik dan Nggak Banyak Drama terminal mojok

4 YouTuber Indonesia Underrated dengan Konten Menarik dan Nggak Banyak Drama

27 Juni 2021
4 YouTuber Berkualitas yang Bakal Bikin Pinter Kaum Micin

4 YouTuber Berkualitas yang Bakal Bikin Pinter Kaum Micin

5 Februari 2023
Mahasiswa KKN Diusir Warga Itu Adalah Teguran Keras untuk Kampus yang Nggak Melek Digital

Mahasiswa KKN Diusir Warga Itu Adalah Teguran Keras untuk Kampus yang Nggak Melek Digital

2 Agustus 2023
ciu

Viral Kucing Ras Dicekoki Miras Ciu: Kebelet Terkenal Apa Gimana Ya?

17 Oktober 2019

Sebaiknya Baim Wong Pensiun daripada Terlihat Goblok Memahami Apa Itu Kerja

12 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.