Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
7 April 2026
A A
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu yang saya rindukan ketika jauh dari Kendal adalah angkringannya. Entah kenapa, angkringan Kendal menawarkan sesuatu yang bikin orang jadi rindu dan ingin pulang ke Kendal. Mulai dari rasa tehnya yang diracik dengan air panas dari tungku sederhana, gorengannya yang gurih dan tebal. Dan, tentu saja nasi kucingnya yang punya bermacam-macam lauk. 

Angkringan di Kendal adalah tempat paling masuk akal bagi banyak orang untuk duduk santai, menikmati makanan murah, ngobrol banyak hal. Lalu pulang dengan perut terisi tanpa khawatir dompet menipis.

Akan tetapi, belakangan, setelah kembali nongkrong di beberapa angkringan di Kendal, saya merasa branding angkringan sebagai tempat makan murah tidak lagi relevan. Sebab, menu makanan yang terasa remeh dan murah kini telah berubah jadi mahal. Saya menyadarinya ketika menghitung apa saja yang saya makan dan membayarnya. Tidak hanya di satu angkringan, harga yang mahal juga saya rasakan ketika mampir di beberapa angkringan setelah Lebaran kemarin. 

Harga angkringan di Kendal yang semakin mahal

Kurang lebih seperti ini harga makanan di angkringan Kendal saat ini. Nasi kucing dipatok Rp4.000 atau Rp5.000, es teh Rp3.000, minuman lain ada yang Rp5.000. Sate-satean seperti usus, ati, bakso, telur puyuh di kisaran Rp3.000-Rp4.000. Kalau dihitung per satu item, kelihatannya masih murah. Persoalannya, di angkringan itu hampir tidak ada orang yang berhenti di satu nasi kucing, satu sate, dan satu gorengan. Pasti lebih dari itu. Sebab, porsi nasi dan lauknya sangat sedikit, mungkin habis dalam 3-4 suapan saja dengan lauk yang begitu minimalis. Lauk jadi semacam toping untuk formalitas aja. Itu mengapa, orang-orang menambil sate-satean dan gorengan sebagai lauk. 

Dihitung-hitung, bukan tidak mungkin seseorang menghabiskan lebih dari Rp30.000 sekali makan nasi kucing di Kendal. Terlebih kalau orang itu tidak tertib menghitung apa saja yang sudah disantapnya. Benar-benar bisa kalap. 

Itu bisa saja terjadi lho. Sebab, kita tahu sendiri bagaimana konsep penataan makanan di angkringan. Di tata di depan mata. Hal seperti ini secara psikologis mendorong seseorang terperangkap dalam apa yang namanya “cue-triggered consumption.”

Istilah tersebut menggambarkan keputusan untuk mengkonsumsi sesuatu bukan karena dorongan rasa lapar, tapi karena rangsangan visual. Seseorang makan karena disediakan. Seseorang ambil karena tersedia dan mudah dijangkau. Dalam kondisi begitu, bukan lagi hanya perkara perut, tapi juga mata, kebiasaan, dan ilusi bahwa makanan di depan itu harganya murah kok.

Saya kemudian membandingkan dengan cafe atau burjo, perilaku impulsif bisa lebih ditekan karena konsep penataan tempatnya nggak sama dengan angkringan. Setidaknya mata tetap dapat dikontrol secara visual. Kemudian dengan nominal sama, seseorang sudah mendapatkan tempat duduknya yang nyaman, ada colokan, serta yang paling terasa adalah WIFI. Boleh jadi inilah yang bikin orang-orang di Kendal mulai bermigrasi nongkrongnya dari angkringan ke cafe atau burjo.

Baca Juga:

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

Terlihat makin mahal dibanding UMK Kendal

Kalau dibandingkan dengan daya beli masyarakat Kendal maka kita akan menemukan sesuatu yang menarik. UMK Kendal 2026 ditetapkan Rp2.992.994, atau kira-kira setara Rp99.766 per hari jika dibagi 30 hari. Ini berarti setiap kali nongkrong di angkringan yang menghabiskan Rp25.000-Rp30.000 sama saja menggerus sekitar seperempat sampai hampir sepertiga pendapatan harian level UMK. Ingat ya itu kalau pendapatannya setara UMK? Akan kami besar ketika pendapatannya di bawah UMK.

Tentu saya tidak bilang semua angkringan di Kendal mahal. Masih ada yang murah dan porsinya bikin kenyang sehingga pelanggan masih bisa tetap tenang walau makan banyak item. Namun, yang seperti ini tidak banyak dan terbatas. Lokasinya pun tersembunyi, di dalam gang atau kampung.

Angkringan yang mudah di jangkau, di pusat keramaian, dan pinggir jalan memang masih menjual suasana yang merakyat. Namun, harganya pelan-pelan naik jadi seperti makan di tempat yang mewah. Ini membuat angkringan di Kendal seperti ingin jadi dua hal sekaligus yaitu dianggap tetap sederhana dan merakyat, tapi juga ingin mendapat margin seperti tempat nongkrong modern.

Tetap suka makan di angkringan

Sebenarnya nggak masalah lho harga makanan dan minuman angkringan di Kendal naik, asal porsi nasi dan lauk, ukuran goreng, dan ukuran satenya lebih manusiawi. Masak ukurannya mini banget seperti ngasih makan anak TK. Padahal, kita semua tahu, angkringan disukai karena tidak semua orang punya cukup uang ketika nongkrong. Angkringan itu tentang mengisi perut untuk kenyang dan bertahan hidup.

Terlepas dari itu semua, saya tetap suka makan di angkringan Kendal. Angkringan sebagai tempat makan adalah pertemuan sosial yang bertahan sejak lama dalam peradaban Jawa, tidak terkecuali di Kendal. Walau memang, tidak dimungkiri, di hati ini ada rasa kecewa ketika tahu tempat makan yang dulunya jadi penyelamat bagi siapa saja yang sedang krisis, kini malah membuat orang-orangnya cemas ketika menghitung pengeluaran setelah makan di sana.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2026 oleh

Tags: angkringanangkringan kendalgorengankendalnasi kucingsate-satean
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

5 Hal Terkait Kendal yang Perlu Diketahui agar Lebih Kenal Terminal Mojok

Dear Kendal, Sampai Kapan Mau Jadi Daerah Medioker?

13 Februari 2023
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Bisnis Angkringan, Cara Efektif Mencari Keuntungan secara Kolektif

4 Februari 2021
Nestapa Tinggal di Kendal: Saat Kemarau Kepanasan, Saat Hujan Kebanjiran

Nestapa Tinggal di Kendal: Saat Kemarau Kepanasan, Saat Hujan Kebanjiran

22 Desember 2025
5 Angkringan Kulon Progo yang Murah, Enak, dan Nyaman terminal mojok.co

5 Angkringan Kulon Progo yang Murah, Enak, dan Nyaman

9 November 2021
Kendal, Surga bagi Tukang Parkir Liar, Nggak Ditindak, Nggak Kena Razia, Aman! jukir liar

Kendal, Surga bagi Tukang Parkir Liar, Nggak Ditindak, Nggak Kena Razia, Aman!

25 Januari 2024
Nasi Kucing Memang Makanan Murah, tapi Bisa kan Dibikin Lebih Manusiawi?

Nasi Kucing Memang Makanan Murah, tapi Bisa kan Dibikin Lebih Manusiawi?

14 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.