Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
31 Maret 2026
A A
Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ikut kegiatan pramuka SD, saya mendengar satu yel-yel yang masih tergiang sampai sekarang. Dalam yel-yel tersebut makanan growol sebagai ikon Kulon Progo. Kurang lebih begini lirik yel-yelnya. 

DIY serba serbi warna warni oe

Daerah Istimewa Yogyakarta

DIY misuwur ing nusantara oe

Ciri khase ana lima cacahe

Bantul geplak geplak

Gunungkidul gaplek gaplek

Kulon Progo growol aduh enake

Jogja gudeg gudeg

Sleman salak geal geol

Kabeh mau e ana ajine

Saat pertama kali mendengarnya, saya langsung membayangkan growol itu lezat bukan main seperti yang digambarkan dalam lagunya. Saya lantas bertanya kepada ibu saya mengenai growol ini.

Mengenal makanan ikon Kulon Progo, Growol

Kebetulan ibu saya memang berasal dari salah satu kapanewon di Bantul yang dekat dengan Kulon Progo, jadi growol bukan sesuatu yang asing buat blio. Dari situ saya diajak untuk beli growol di Pasar Mangiran, Srandakan, Bantul.

Sebagai gambaran, growol adalah makanan khas dari Kulon Progo yang terbuat dari singkong. Pengolahannya perlu melewati proses fermentasi dengan cara direndam selama 3-4 hari. Growol dulunya adalah simbol ketahanan pangan warga setempat karena biasa dikonsumsi saat musim paceklik. Kini growol lebih dikenal sebagai makanan sehat pengganti nasi.

Sekarang wisata di Kulon Progo sedang naik daun dan rasanya nggak afdal kalau nggak bawa buah tangan untuk kerabat sepulang dari sana. Meskipun growol disebut langsung dalam yel-yel DIY dan digambarkan sebagai makanan yang enak, saya sarankan untuk berpikir ulang kalau mau menjadikan growol oleh-oleh. Alasannya begini.

#1 Growol sudah susah untuk dicari di Kulon Progo

Kini growol bisa dikatakan kalah pamor dari makanan-makanan khas Kulon Progo lainnya, seperti geblek atau enting-enting jahe. Salah satu penyebabnya adalah growol sudah langka. Nggak ada yang jual growol di pusat oleh-oleh. Growol biasanya bisa ditemukan di pasar tradisional, tapi itu pun cukup tricky untuk dilakukan.

Pasar tradisional di Kulon Progo umumnya nggak buka setiap hari, melainkan mereka mengikuti pasaran menurut kalender Jawa. Jika kamu nggak hafal pasarannya, besar kemungkinan waktu datang ke pasar, yang kamu temui pasarnya kosong. Bahkan kalau kamu cukup beruntung menemukan pasar yang buka pun, belum tentu kamu menemukan growol, entah karena kehabisan atau memang nggak ada lagi yang jual.

#2 Bikin bingung dan kaget orang luar Kulon Progo

Kalau kamu punya rencana memperkenalkan growol kepada orang awam, lebih baik kamu lakukan dengan hati-hati. Bagi orang yang sudah terbiasa, growol memang terasa enak, apalagi kalau dimakan dengan dicocol gula pasir. Tapi, bagi orang yang baru pertama kali melihat, bahkan mencium growol, bisa jadi mereka bakal kaget.

Baca Juga:

4 Hal yang Dikangenin dari Bandara Adisutjipto Jogja yang Nggak Akan Ditemukan di YIA

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

Growol itu kan hasil fermentasi singkong yang direndam berhari-hari. Bau dari growol ini bisa terasa menyengat banget untuk hidung yang belum terbiasa. Bisa-bisa kamu kena marah karena dikira nge-prank mereka.

#3 Tampilan kurang menarik

Growol yang berwarna putih itu biasanya hanya dikemas dengan alas daun pisang atau daun jati dan dilapisi dengan plastik bening. Tampilannya sungguh polos dan dari masa ke masa cuma begini packaging-nya. 

Kalau kamu menjadikan growol sebagai oleh-oleh, tampilannya yang kurang menjual itu akan membuat orang kurang tertarik untuk mencicipinya.

#4 Kurang tahan lama

Growol merupakan makanan hasil fermentasi yang nggak pakai pengawet sama sekali. 100 persen hanya menggunakan bahan baku dari alam.

Saya lihat banyak warga asal Kulon Progo yang merantau ke luar daerah. Mungkin beberapa dari kalian ada yang kangen dengan growol, tapi saya sarankan sebaiknya growol tersebut kalian konsumsi saat masih di Kulon Progo saja. Kalau dibeli untuk dibawa dalam perjalanan berhari-hari, apalagi kena panas pas perjalanan, sampai tujuan yang ada growolnya sudah basi.

Growol memang makanan sehat dan harganya sangat terjangkau. Growol bahkan dijadikan ikon makanan khas Kabupaten Kulon Progo. Saya nggak bilang growol itu nggak enak, ya. Buktinya saya juga makan growol, kok. Tapi, kalau mau menjadikan growol sebagai oleh-oleh, mending pikir ulang deh.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Oleh-Oleh Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Berkali-kali sebelum Dibeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2026 oleh

Tags: growolkuliner kulon progokulon progomakanan kulon progoOleh-Oleholeh-oleh kulon progo
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

7 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Jogja yang Sayang Dilewatkan  

7 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Jogja yang Sayang Dilewatkan  

7 Oktober 2024
oleh-oleh dan traktiran

Meminta Oleh-oleh dan Traktiran adalah Budaya Kita

21 Mei 2019
Kalibawang Kulon Progo, Daerah yang Dianggap Terbelakang dan Sepi, padahal Menawarkan Ketenangan Batin yang Paripurna

Kalibawang Kulon Progo, Daerah yang Dianggap Terbelakang dan Sepi, padahal Menawarkan Ketenangan Batin yang Paripurna

28 September 2024
getuk pisang kediri nganjuk oleh-oleh mojok

Getuk Pisang: Oleh-oleh Khas Kediri yang Bikin Nganjuk Insecure

29 Oktober 2020
3 Oleh-Oleh Khas Kampung Durian Runtuh Upin Ipin yang Sayang untuk Dilewatkan

3 Oleh-Oleh Khas Kampung Durian Runtuh Upin Ipin yang Sayang untuk Dilewatkan

19 Desember 2024
Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

6 Mei 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

7 Mei 2026
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.