Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

Putri Ardila oleh Putri Ardila
23 Juni 2026
A A
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu kebohongan yang sampai hari masih dipercaya, setidaknya oleh saya. Kebohongan itu berbunyi, soto adalah makanan rakyat yang murah. Anggapan itu tidak sepenuhnya keliru. Di Solo misalnya, masih banyak warung yang menjual semangkuk soto dengan harga Rp5.000. 

Beberapa warung legendaris di Solo bahkan masih mempertahankan harga yang membuat dompet anak kos tidak langsung kehilangan harapan hidup. Di tengah harga makanan yang makin sulit diajak kompromi, soto masih menjadi salah satu sedikit kuliner yang terasa ramah bagi siapa saja.

ADVERTISEMENT

Masalahnya, saya hampir tidak pernah benar-benar mengeluarkan uang Rp5.000 ketika makan soto. Setiap kali selesai sarapan, harga yang saya bayar hampir selalu berkali-kali lipat dari harga semangkuk sotonya. 

Padahal, isu mangkuknya tidak bertambah. Kuahnya tetap segitu, suwiran ayamnya juga tidak tiba-tiba menjadi satu ekor. Yang berubah justru isi piring kecil di samping mangkuk soto.

Di situlah saya mulai curiga bahwa musuh terbesar dompet bukanlah harga soto, melainkan meja kecil yang dipenuhi berbagai makanan pendamping. Ada tahu goreng, tempe, bakwan, perkedel, kerupuk, sate usus, sate telur puyuh, sate ati ampela, kepala ayam, hingga aneka sundukan sate lain. 

Benar-benar menguji seberapa kuat seseorang mempertahankan niat berhemat. Saya bahkan curiga meja itu bukan tempat menaruh lauk, melainkan perangkap yang dirancang agar pelanggan lupa tujuan awalnya datang.

Perlu tekad yang bulat sebelum makan soto

Padahal niat saya setiap berangkat ke warung soto selalu sederhana. Hari ini cukup soto saja. Tidak usah macam-macam. Toh yang dicari cuma sarapan sebelum memulai aktivitas. Lagi pula, saya sudah tahu bagaimana cerita ini biasanya berakhir. Sayangnya, niat itu hampir selalu tumbang bahkan sebelum saya duduk.

Ketika mangkuk soto datang, mata mulai bekerja lebih aktif daripada logika. Bakwan yang baru diangkat dari penggorengan terlihat terlalu sayang untuk dilewatkan. Tempe goreng di sebelahnya juga seperti memohon agar ikut dibawa ke meja. Belum lagi sate usus yang berjejer rapi dengan wajah polos seolah sedang berbisik, “Satu tusuk saja tidak akan membuatmu bangkrut.”

Baca Juga:

7 macam soto paling nyeleneh yang nggak ada salahnya dicicipi sekali seumur hidup

5 rekomendasi kuliner Jogja enak dan murah bukti kalau kota ini nggak mahal kalau soal makan

Masalahnya, dalam sejarah umat manusia, hampir tidak ada orang yang berhenti di satu tusuk.

Satu sate usus biasanya mengundang sate telur puyuh. Setelah itu muncul pikiran bahwa tahu goreng juga cocok dimakan bersama kuah soto. Tempe sekalian saja, mumpung masih hangat. Kerupuk juga rasanya wajib, sebab makan soto tanpa kerupuk terasa seperti nonton film tapi suaranya dimatikan. Belum lagi kalau ada bakwan yang bentuknya kebetulan lebih besar daripada yang lain. Rasanya sayang kalau tidak diambil. 

Lucunya, harga setiap printilan itu memang tidak mahal kalau berdiri sendiri. Gorengan rata-rata hanya Rp2.000 sampai Rp3.000. Sundukan seperti sate usus, ati ampela, atau telur puyuh berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000, tergantung isinya. Angka-angka itu terdengar biasa saja. Persoalannya, meja printilan tidak pernah mengajarkan manusia untuk mengambil satu. Semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin sulit pula tangan ini berhenti mengambil.

Curiga strategi penjual soto untuk memaksimalkan cuan

Berkali-kali “terjebak” pada harga makanan pendamping soto. Lama-lama saya curiga makanan pendamping adalah strategi dagang penjual untuk meraup cuan sebanyak-banyaknya. Strategi yang saya rasa lebih jago daripada penataan produk di minimarket. 

Penjual membiarkan nafsu pelanggan yang bekerja. Penjual bahkan tidak perlu menawarkan apa-apa. Pembeli sendiri yang secara sukarela mengambil satu per satu gorengan dan sate sambil terus meyakinkan diri bahwa tambahan dua ribu rupiah tidak akan berpengaruh banyak.

Barulah setelah duduk dan melihat meja penuh lauk, pembeli sadar bahwa semangkuk soto sebenarnya memang murah. Namun, ketidakmampuan pembeli menolak printilan yang menemaninya yang bikin mahal. Setidaknya begitu yang saya rasakan.  

Mungkin, strategi jualan yang terlewat mulus itu jugalah yang membuat banyak orang masih saja percaya kalau soto adalah makan rakyat yang murah. Memang murah sih, setidaknya sampai pembeli mulai berdiri di depan meja gorengan.

Penulis: Putri Ardila
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Tips Menikmati Soto Garing Klaten bagi Kalian Penyuka Soto Berkuah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2026 oleh

Tags: gorengankerupukkuah sotopenjual sotosarapan sotosatesolosotoSoto solo
Putri Ardila

Putri Ardila

Mbak-mbak bermata minus yang nulis buat bertahan hidup dan berharap suatu hari bisa keliling dunia tanpa harus berhenti menulis.

ArtikelTerkait

angka kemiskinan, orang miskin temennya orang miskin

Mencari Angka Kemiskinan Tidak Berbanding Lurus dengan Makan Gorengan

20 Agustus 2019
Resep Bukaan Puasa bagi yang Bosan sama Gorengan Itu-itu Aja

Resep Bukaan Puasa bagi yang Bosan sama Gorengan Itu-itu Aja

24 April 2020
Bepergian Solo-Jogja Lebih Nyaman Naik Motor daripada KRL yang Penuh Sesak Mojok.co

Bepergian Solo-Jogja Lebih Nyaman Naik Motor daripada KRL yang Penuh Sesak

10 Oktober 2025
Kepel, Kuliner Unik dari Pedan Klaten yang Bikin Ketagihan. Nggak Cukup kalau Cuma Makan Satu!

Kepel, Kuliner Unik dari Pedan Klaten yang Bikin Ketagihan. Nggak Cukup kalau Cuma Makan Satu!

21 Juni 2024
Resep Membuat Gorengan Kriuk dan Renyah terminal mojok

Resep Membuat Gorengan Kriuk dan Renyah

6 November 2021
Angkringan Solo, Kota Sukoharjo, Surakarta. (Unsplash.com)

Kota Sukoharjo Terbuat dari Kehangatan Temu di Sebalik Tenda Angkringan Solo

27 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pelajaran mahal bisnis rumahan di Surabaya biar cepet balik modal (Unsplash)

Pelajaran mahal buat kamu yang ingin buka usaha rumahan berupa warung makan di Surabaya supaya cepat balik modal

13 Juli 2026
5 Aturan Tidak tertulis AYCE yang Sebaiknya Ditulis Saja karena Banyak Pembeli Norak dan Nggak Peka Mojok.co

5 aturan tidak tertulis All You Can Eat yang sebaiknya ditulis saja karena banyak pembeli norak dan nggak peka

9 Juli 2026
Universitas Terbuka, Kampus Negeri yang UKT-nya Tidak Kenal Sistem Golongan, Banyak Beasiswa Pula! Mojok.co

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

9 Juli 2026
Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial yang kerap terlewatkan Terminal

Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial, tapi kerap terlewatkan

12 Juli 2026
Sebagai Warga Jogja, Pantai Bantul Lebih Menarik untuk Dikunjungi Dibanding Pantai Gunungkidul

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

9 Juli 2026
Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

12 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.