Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Soto Jogja, Culture Shock yang Hingga Kini Sulit Saya Terima

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
24 April 2025
A A
Soto Jogja, Culture Shock yang Hingga Kini Sulit Saya Terima

Soto Jogja, Culture Shock yang Hingga Kini Sulit Saya Terima (Hobi Industri via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Satu hal yang saya percaya, pagi yang baik dimulai dengan soto. Berdasar itu, kegiatan pertama yang saya lakukan ketika harus pindah kerja ke Jogja, adalah mencari soto di pagi hari. Tepatnya di daerah Kalasan, Sleman, Jogja.

Kegiatan sarapan soto yang tak dinyana menjadi pembuka culture shock pertama saya di Jogja. Bahkan sebelum saya kaget bahwa ada makanan bernama bakmi pecel yang cukup umum di Jogja.

Saya tujuh setengah tahun menetap di Solo sebagai anak kosan, sisanya dihabiskan di Boyolali sebagai tanah kelahiran. Dua daerah yang berdekatan ini pada dasarnya tak memiliki banyak perbedaan soal budaya, tak terkecuali makanan. Entah Solo atau Boyolali, keduanya sama-sama menganut langgam soto bening. Mayoritas daerah Solo Raya begitu.

Tapi, ternyata, itu jadi sesuatu yang sulit saya temui di Jogja. Soto Jogja tak ubahnya seperti lagu Rumahsakit; “Kuning”. Kegiatan sarapan di sebuah warung di daerah Kalasan, benar-benar membuka pandangan saya.

Soto pertama di Kalasan, sebenarnya hanya awal dari penasaran. Hari-hari berikutnya, saya mulai berburu soto di tempat lain. Hasilnya—seperti makanan lain—rasa soto tiap warung berbeda. Namun yang sama, sekental atau seencer apa pun kuahnya, soto Jogja adalah kuning.

“Soto di sini emang kuning. Kalau di sana [Solo] bening, ya?” kata rekan kerja saya, memvalidasi soto Jogja itu kuning.

Soto Jogja kuahnya kuning

Kuning dan bening, perbedaan warna soto yang tak terbayangkan bagi saya. Mulanya, saya beranggapan perbedaan soto Jogja dan Solo itu sedekat huruf B dan D. Sebagaimana kode plat kendaraan dua daerah pecahan Mataram Islam itu, Jogja AB dan Solo AD.

Soto kuning sebenarnya bukan hal baru, karena soto bergaya itu juga bisa ditemukan di Solo. Bahkan patut dicatat, salah satu soto terkondang di Solo, yakni Soto Ayam Kampung Pak Timbul alias Soto Lont*, juga berkuah kuning.

Baca Juga:

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

Namun soto kuning di Jogja, memang pantas membuat saya kaget. Pasalnya, di Solo saya hampir tidak pernah menemui soto berembel-embel ‘Jogja’. Lain misal dengan label soto Lamongan, soto Padang, atau soto Semarang.

Perbedaan warna kuah, tentunya berpengaruh soal rasa. Menurut lidah saya, kunyit mendominasi rasa soto Jogja, di samping bumbu lainnya. Beda dengan soto bening Solo. Umumnya, soto bening ‘ayam’, memiliki rasa ‘seger’. Sebaliknya, soto bening ‘daging’, nyaris serupa dengan ayam. Namun aroma kaldu daging sapi di soto bening, cenderung kuat.

Soto kok pakai kol

Perbedaan berikutnya ialah komponen topping sotonya. Selama di Solo atau Boyolali, saya mengenal kol hanya sebagai lalapan. Maka di Jogja, kol adalah sesuatu yang wajib dalam suatu komposisi soto. Satu hal yang sampai saat ini masih belum saya terima.

“Aku masih nggak ngerti, kenapa kol itu bisa ada di soto,” kata seorang kawan Solo lain yang masih belum berdamai soal selera Jogja. Kendati ia mengaku lebih betah tinggal di Jogja ketimbang tanah kelahirannya Solo.

Berikutnya, ialah kondimen dari bersantap soto itu sendiri. Lazimnya bersantap soto di Solo ialah dengan kerupuk karak. Bisa dibilang, hukum makan soto bening dengan karak—terutama dengan cara diremukkan—adalah sunnah muakkad. Tidak wajib, tapi sepantasnya dilakukan.

Sekali lagi, kebiasan bersantap soto di Solo itu hampir tidak saya temui selama di Kota Istimewa. Karak sendiri juga jarang saya temui di kota ini. Bahkan, sekalipun saya menjumpai karak dijajakan di warung makan, karak tersebut ternyata berasal dari Sukoharjo.

Baca halaman selanjutnya

Sulit berdamai

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 April 2025 oleh

Tags: kuah sotosoto jogjaSoto solo
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

Jalan Gedongkuning Lebih Pantas Jadi Pusat Kuliner Soto Jogja daripada Kadipiro Mojok.co

Jalan Gedongkuning Lebih Pantas Jadi Pusat Kuliner Soto Jogja daripada Kadipiro

18 Maret 2024
4 Soto di Jogja yang Sangat Affordable untuk Dompet Mahasiswa (Unsplash)

4 Soto Bapak-Bapak di Jogja yang Sangat Affordable untuk Dompet Mahasiswa

19 Mei 2023
3 Rekomendasi Warung Soto Solo yang Rasanya Terbukti Enak selain Soto Gading

3 Rekomendasi Warung Soto Solo yang Rasanya Terbukti Enak selain Soto Gading

5 Januari 2025
Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua (Mojok.co/Aly Reza)

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

17 Juli 2026
Soto Jogja, Culture Shock yang Hingga Kini Sulit Saya Terima

Mau Nggak Mau, Kita Harus Sepakat dengan Yusril Fahriza bahwa Jogja Adalah Ibu Kota Soto Indonesia  

3 Oktober 2025
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan Terminal

Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan

15 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.