Dicky Setyawan, Author at Terminal Mojok

Penulis: Dicky Setyawan

Pengen jadi apa aja.

Artikel

Ngekos Bareng Itu Banyak Nggak Enaknya

Avatar

Ngekos bareng itu enak-enak saja, asal mau berdamai dengan banyak hal dan jelas harus siap dengan tekanan batin yang bisa datang kapan saja.

Artikel

Boleh Diadu, Burjo UMS Lebih Unggul Ketimbang Burjo di UNS

Avatar

Katanya UNS akronim dari “Universitas Ning Solo” dan UMS itu “Universitas Meh Solo”. Tapi, soal burjo, maaf, burjo UMS lebih unggul.

Artikel

Bekerja Jadi Waiter Adalah Salah Satu Cara Terbaik Berkenalan dengan Kopi

Avatar

Saya meyakini salah satu investasi waktu terbaik dan murah untuk mengenal kopi baik secara skill hingga budaya adalah dengan menjadi waiter.

Artikel

Suka Duka Pakai Sandal Swallow 05 D, Sandal Sejuta Umat

Avatar

Jika Converse bangga dengan Chuck Taylor 70’s sebagai seri legend-nya, seharusnya Swallow bangga dengan sandal Swallow seri 05 D-nya.

Featured

Kita Harus Menerima Keberadaan Jamet sebagai Subkultur Buruh Lepas Indonesia

Avatar

Jamet sendiri besar di kalangan anak muda serta kaum pekerja, bedanya kaum pekerja di sini kebanyakan adalah buruh lepas alias kuli.

Artikel

Cerita tentang Desa yang Tidak Memiliki Lapangan Sepak Bola

Avatar

Memang tampak lucu bagaimana bisa di desa tidak ada lapangan sepak bola. Padahal ingin rasanya merasakan bermain bola di antara pohon-pohon.

Artikel

Daftar 7 Vokalis Band Indonesia dengan Gaya Paling Ikonis di Era 2000-an

Avatar

Dari sekian banyak band yang menjamur di era ini, maka sebagian dari mereka (khususnya sang vokalis) dituntut tampil beda.

Artikel

Rambut Belah Tengah: Pernah Digandrungi, Dianggap Cupu, hingga Digandrungi Lagi

Avatar

Parodi rambut belah tengah juga pernah digunakan dalam guyonan pada acara OVJ ketika memperagakan murid cupu.

Artikel

Rivalitas Nasi Kucing: Nasi Sambal vs Nasi Oseng, Mana yang Terbaik?

Avatar

Tanpa mengurangi rasa hormat pada makanan lain di angkringan, kita harus sepakat bahwa tak ada yang lebih angkringan ketimbang nasi kucing.

Artikel

Rivalitas Penikmat Musik Jawa: Mulai Koplo hingga Campursari

Avatar

Kalau kata Bryan Barcelona di Podcast Bergumam, musik jawa sendiri dibagi 4 zaman, yaitu keroncong, campursari, koplo, hingga pop Jawa.