Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan

Felisitas oleh Felisitas
2 Juli 2026
A A
Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan Mojok.co

Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan (Dok: Felisitas)

Share on FacebookShare on Twitter

Angkringan bukanlah hal yang asing bagi mereka yang tinggal di Klaten, termasuk saya. Dahulu, bapak sering mengajak saya makan di angkringan setidaknya seminggu sekali. Itu mengapa, makan di angkringan jadi core memory yang akan selalu saya ingat sepanjang hidup. 

Berawal dari ajakan bapak itulah saya mengenal angkringan dan menjadikannya tempat makan malam bersama keluarga maupun teman-teman. 

Sebagai pelanggan setia dari dahulu hingga sekarang, saya melihat ada sedikit pergeseran cara pandang masyarakat terhadap angkringan.

Sejauh ingatan saya, dahulu angkringan bukan sekadar tempat makan, tapi ada sentuhan gaya hidupnya. Anak muda hingga orang berumur menjadikannya tempat nongkrong dan bersosialisasi. Sementara sekarang ini, pasar anak muda lebih banyak nongkrong di kafe-kafe viral yang menjamur.

Akan tetapi, satu hal yang pasti dan tetap, peluang usaha angkringan ke depan masih cerah. 

Angkringan yang legendaris

Buat kalian yang belum tahu konsep angkringan, biar saya jelaskan sedikit soal tempat makan legendaris ini. 

Angkringan adalah tempat yang menjajakan berbagai macam makanan. Salah satu yang populer adalah sego kucing atau nasi kucing. Disebut sego kucing karena porsinya yang sedikit seperti makanan kucing. Selain nasi, penjual juga menjajakan berbagai macam lauk seperti sate dan gorengan. 

Angkringan juga menjual minuman yang tidak kalah beragam dan enak. Sebut saja, teh panas/es, jeruk panas/es, minuman jahe, hingga es tape, semua ada. 

Baca Juga:

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

Semua menu itu dijejer rapi di gerobak atau pikulan. Harganya yang murah dan penjualnya yang ramah membuat tempat ini punya tempat sendiri di hati pembeli. Tidak heran kalau tempat makan ini menjelma jadi budaya yang sulit dipisahkan dari warga.  

In this economy, bisa jadi pilihan mencari cuan

Kendati pasar anak muda berebut dengan kafe-kafe viral, buka usaha angkringan masih menarik. Harganya yang terjangkau dan sejarahnya yang panjang membuat angkringan belum akan terganti ke depan. 

Potensi usaha berjualan angkringan masih terbuka lebar mengingat masyarakat Indonesia didominasi oleh warga kelas menengah ke bawah yang butuh makanan murah dan cepat. Terlebih, masih ada banyak daerah di luar Jawa yang belum terjamah angkringan.  

Penjual angkringan biasanya belajar dari keluarga atau kenalan sebelum punya angkringan sendiri. Biasanya mereka jadi “asisten” penjual sebelum benar-benar menjalankan usahanya. 

Kalau kalian tidak punya kenalan dan belum punya dasar-dasar jualan angkringan sama sekali, di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten ada program Sekolah Angkringan Bayat atau biasa disebut Selang.

Di program ini peserta akan diajarkan dari A sampai Z soal jualan angkringan. Peserta program juga akan mendapat pengalaman langsung dari penjual yang terjun di lapangan. 

Program ini mungkin terdengar lucu atau main-main saja. Namun, jujur saja, Sekolah Angkringan tidak kalah serius dengan kursus-kursus lain yang biasa diselenggarakan oleh kota-kota besar. Malah lebih praktikal, bisa langsung diterapkan dan berdampak. 

Mampir ke Sekolah Angkringan 

Berbekal rasa penasaran akan Sekolah Angkringan, saya mencoba memastikan dengan mata kepala sendiri program ini. Saya mampir ke Desa Ngerangan, Bayat, Klaten. Asal tahu saja, Desa Ngerangan adalah cikal bakal angkringan yang kini tersebar di berbagai daerah. 

Saya singgah di angkringan dekat balai desa dan disarankan oleh warlok umenghubungi Bapak Swar dari Cikal Bakal Angkringan untuk tanya-tanya soal program ini.

Sebelum bertemu beliau, saya sempatkan berkeliling di Desa Ngerangan. Ternyata di sana ada Monumen Angkringan dan Museum Angkringan juga. Desa yang menarik. 

Pak Swar menjelaskan, Sekolah Angkringan Bayat mengajarkan banyak hal. Mulai dari sejarah angkringan, teknik berdagang, resep makanan minuman, hingga praktik jualan selama 5 hari. 

Program ini punya beberapa paket. Ada yang harganya Rp1 juta hingga Rp 4 juta. Untuk harga 1 juta, peserta akan dapat materi saja. Sementara mereka yang ambil paket Rp4 juta akan dapat materi dan peralatan angkringan. 

Sekilas, harga yang harus dibayar mungkin terlihat mahal. Namun, bayangkan itu sebagai investasi. Dengan harga segitu dan potensi keuntungan yang didapat kelak, rasa-rasanya harga tersebut pantas. 

Dari Pak Swar saya baru tahu kalau Program Sekolah Angkringan sudah mencetak 5 orang penjual angkringan. Namun, terlepas dari sekolah itu, sudah ada puluhan warga setempat yang langsung belajar di lapangan dan turun temurun dari keluarga. 

Menarik bukan? In this economy, program Sekolah Angkringan Bayat tampaknya patut dicoba. Daripada menanti-nanti lapangan kerja dari pihak lain, tidak ada salahnya juga menciptakan peluang sendiri. Syukur-syukur bisa sukses berdampak bagi sekitar. 

Penulis: Felisitas Dewi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2026 oleh

Tags: angkringanSekolahsekolah angkringansekolah angkringan bayat
Felisitas

Felisitas

ArtikelTerkait

4 Ketololan yang Biasa Dilakukan di Perayaan Ulang Tahun Teman Saat Sekolah. Kalau Diingat Rasanya Bikin Malu!

4 Ketololan yang Biasa Dilakukan di Perayaan Ulang Tahun Teman Saat Sekolah. Kalau Diingat Rasanya Malu!

29 Oktober 2023
Kelakuan Norak Alumnus Sekolah Saat Kembali ke Mantan Sekolahannya terminal mojok.co

Kelakuan Norak Alumnus Sekolah Saat Datang ke Mantan Sekolahannya

5 Januari 2021
Sekolah Pajang Foto Peraih Juara Olimpiade Segede Gaban biar Apa sih? Biar wow Gitu?

Sekolah Pajang Foto Peraih Juara Olimpiade Segede Gaban biar Apa sih? Biar wow Gitu?

15 Februari 2023
6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada (Unsplash)

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada

10 Januari 2026
razia gerbang sekolah mojok

8 Hal yang Biasanya Sering Kena Razia di Sekolah

1 Agustus 2020
Duduk di Bangku Paling Depan dan Dekat dengan Guru di Sekolah Nggak Menjamin Kepintaran Murid terminal mojok

Duduk di Bangku Paling Depan dan Dekat dengan Guru di Sekolah Nggak Menjamin Kepintaran Murid

30 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? Mojok

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang diajarkan ke anak TK, buat apa coba? 

13 Agustus 2026
5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri, bukan di Indonesia Mojok.co

5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri karena lingkungan akademis Indonesia belum siap

14 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.