Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
10 April 2026
A A
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu terakhir, saya mulai sering menemukan komentar yang nadanya kurang lebih begini: “Ah, artikel soal Purwokerto lagi. Bosen. Jangan diangkat terus lah, nanti makin viral, makin banyak pendatang.”

Jujur, sebagai orang Purwokerto asli, saya membaca itu dengan perasaan yang agak campur aduk. Di satu sisi, saya mengangguk setuju. Memang benar, tidak semua hal harus viral. Tidak semua tempat harus jadi tujuan semua orang. Ada kalanya sebuah kota cukup dinikmati oleh orang-orang yang sudah ada di dalamnya, tanpa harus kebanjiran perhatian.

Tapi di sisi lain, entah kenapa komentar seperti itu justru menggoda saya untuk melakukan sesuatu yang sedikit nakal: menulis satu artikel lagi tentang Purwokerto.

Kedekatan yang sulit dihindari

Kalau mau jujur-jujuran, alasan paling sederhana kenapa Purwokerto sering muncul di Mojok itu bukan karena ada agenda besar atau konspirasi editorial. Lebih sederhana dari itu: karena yang nulis banyak yang orang Purwokerto. Termasuk saya.

Dulu, waktu kuliah, ada satu konsep seputar ilmu komunikasi yang cukup nempel di kepala, namanya asas kedekatan atau proximity. Intinya, orang akan lebih tertarik, lebih paham, dan lebih mudah berkomunikasi tentang sesuatu yang dekat dengan dirinya baik secara geografis, emosional, maupun pengalaman.

Kalau diterjemahkan ke dunia tulis-menulis, ya wajar saja kalau saya lebih lancar menulis tentang Purwokerto dibandingkan, misalnya, tentang Balikpapan atau Manado. Bukan karena kota-kota itu tidak menarik, tapi karena saya tidak hidup di sana. Saya tidak merasakan ritmenya, tidak tahu keresahan kecil warganya, dan tidak punya bahan cerita yang relate dengan keseharian masyarakatnya.

Sementara Purwokerto? Tinggal buka jendela (atau minimal, buka ingatan), sudah ada cerita. Jadi kalau ada yang bertanya kenapa artikel tentang Purwokerto banyak, jawabannya sederhana: karena penulisnya dekat dengan Purwokerto. Sesederhana itu.

BACA JUGA: Purwokerto Adalah Daerah Paling Aneh karena Bukan Kota, Kurang Pas Disebut Kabupaten, Apalagi Menjadi Kecamatan. Maunya Apa, sih?

Baca Juga:

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

Purwokerto memang lagi ramai saja

Selain faktor kedekatan, ada alasan lain yang tidak kalah penting: Purwokerto memang lagi happening.

Entah sejak kapan, tapi belakangan ini Purwokerto seperti menemukan momentumnya sendiri. Mulai dari cerita-cerita tentang kehidupan warganya, rekomendasi tempat makan, sampai keresahan-keresahan khas kota “yang katanya kecil tapi rasanya kok lengkap”.

Ketika satu-dua artikel tentang Purwokerto mulai ramai, penulis lain pun ikut tertarik. Ada yang ingin berbagi pengalaman, ada yang ingin mengomentari fenomena, ada juga yang sekadar ikut nimbrung karena merasa relate saja.

Akhirnya terbentuk semacam efek bola salju. Satu artikel memancing artikel lain. Satu keresahan melahirkan keresahan berikutnya. Dan tahu-tahu, Purwokerto jadi salah satu “tokoh utama” yang cukup sering muncul di Mojok.

Jangan-jangan bukan kebanyakan tulisan tentang Purwokerto, tapi kurang variasi

Nah, ini bagian yang jarang dibahas. Bagaimana kalau sebenarnya masalahnya bukan karena artikel tentang Purwokerto terlalu banyak, tapi karena artikel tentang daerah lain masih terlalu sedikit?

Coba bayangkan kalau setiap daerah punya penulis yang sama aktifnya. Ada yang rutin menulis tentang kehidupan di Makassar, keresahan di Pekanbaru, dinamika di Kupang, atau cerita-cerita unik dari Pontianak. Pasti lini masa kita akan lebih berwarna. Purwokerto tidak akan terasa “mendominasi” karena ada banyak suara lain yang ikut berbicara.

Masalahnya, tidak semua orang merasa cukup percaya diri atau cukup terdorong untuk menulis tentang daerahnya sendiri. Padahal, justru di situlah kekuatan tulisan-tulisan seperti di Mojok: pada pengalaman yang spesifik, lokal, dan jujur.

Jadi, mungkin solusinya bukan menyuruh orang Purwokerto berhenti menulis, tapi mengajak orang dari daerah lain untuk mulai menulis juga.

Daripada protes, mending ikutan

Saya paham kok, rasa bosan itu valid. Saya sendiri mungkin akan merasa hal yang sama kalau setiap hari disuguhi topik yang itu-itu saja. Tapi daripada hanya mengeluh, kenapa tidak sekalian ambil bagian?

Kalau kamu orang Jogja, tulislah Jogja versimu. Bukan yang klise, tapi yang benar-benar kamu rasakan. Kalau kamu dari Medan, ceritakan Medan dari sudut pandangmu. Kalau kamu dari kota kecil yang bahkan jarang disebut orang, justru itu yang menarik.

Saya, sebagai orang Purwokerto, juga sebenarnya tidak keberatan kalau “jatah tampil” kota ini sedikit berkurang. Toh, saya juga ingin membaca cerita dari tempat lain. Ingin tahu apa yang sedang ramai di sana, apa yang bikin warganya geleng-geleng kepala, dan apa yang diam-diam mereka banggakan.

Jadi ya, untuk sekarang, maaf kalau saya masih menambah satu artikel lagi tentang Purwokerto.

Penulis: Wahyu Tri Utami
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 April 2026 oleh

Tags: artikel tentang purwokertogaji di purwokertoharga rumah di purwokertopurwokerto
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Warung Makan Tanpa Tukang Parkir Dekat Unsoed Purwokerto, Semoga Tukang Parkir Nggak Baca Ini!

5 Rekomendasi Warung Makan Tanpa Tukang Parkir Dekat Unsoed Purwokerto, Semoga Tukang Parkir Nggak Baca Ini!

30 September 2025
4 Makanan Khas Purwokerto yang Pantas Jadi Oleh-oleh selain Keripik Tempe dan Nopia, Sayangnya Tidak Banyak Wisatawan Tahu Mojok.co

4 Makanan Khas Purwokerto yang Pantas Jadi Oleh-oleh selain Keripik Tempe dan Nopia, Sayangnya Tidak Banyak Wisatawan Tahu 

14 Juli 2025
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Purbalingga, Kota Indah Tanpa Mall Gara-gara Bersebelahan dengan Purwokerto kabupaten purbalingga

Purbalingga, Kota Indah Tanpa Mall Gara-gara Bersebelahan dengan Purwokerto

3 November 2023
Melihat Persaingan Sengit Teh Kota dan Teh Desa di Purbalingga, Siapa Jawaranya?  Mojok.co

Melihat Persaingan Sengit Teh Kota dan Teh Desa di Purbalingga, Siapa Jawaranya? 

6 Desember 2023
Bukan Semarang, Sebaik-baiknya Tempat Tinggal di Jawa Tengah Adalah Purwokerto

Bukan Semarang, Sebaik-baiknya Tempat Tinggal di Jawa Tengah Adalah Purwokerto

7 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

14 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Mungil Andalan Warlok Pelaju Solo-Jogja Mojok.co

Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Kecil yang Besar Jasanya bagi Warlok Pelaju Solo-Jogja

13 Juni 2026
Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026
Tips bagi Mahasiswa Madura yang Kuliah di Surabaya agar Tetap Bahagia dan Tak Jadi Bahan Tertawaan

Tips bagi Mahasiswa Madura yang Kuliah di Surabaya agar Tetap Bahagia dan Tak Jadi Bahan Tertawaan

13 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.