Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
7 Juli 2026
A A
7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu Terminal

7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali ada teman dari luar kota bertanya, “Kalau ke Purwokerto enaknya makan apa?” jawaban yang keluar dari mulut orang kebanyakan biasanya hanya dua yaitu mendoan sama getuk goreng. Titik. Seolah-olah kuliner Purwokerto berhenti di situ saja, padahal masih banyak yang wisatawan belum kulik dan cicipi. 

Saya punya sepupu yang tinggal di Purwokerto, umurnya sekitar 30-an. Setiap kali saya mampir ke rumahnya, dia selalu protes soal ini. “Orang luar kota tuh taunya mendoan doang. Padahal kuliner sini nggak cuma itu,” katanya sambil melahap makanan sesuatu yang waktu itu saya sendiri juga nggak langsung tahu namanya.

ADVERTISEMENT

Nah, dari hasil “dibimbing” sepupu saya berkeliling Purwokerto, saya mau kasih tahu lima kuliner yang menurut saya wisatawan jarang cicipi, padahal enak. 

#1 Nasi nyamat comfort food orang Purwokerto

Ini menu yang jarang banget muncul di daftar rekomendasi kuliner Purwokerto versi wisatawan. Padahal buat warga lokal, nasi nyamat itu semacam comfort food di kala cuaca dingin. Nasi hangat disiram kuah daging sapi atau ayam yang gurih, dengan bumbu rempah seperti pala, cengkeh, dan kayu manis.

Rasanya hangat sampai ke perut, cocok dimakan kapan saja, tapi paling nikmat pas hujan atau malam-malam dingin di daerah kaki Gunung Slamet. Masalahnya, kuliner ini belum terlalu dikenal wisatawan karena memang jarang dipromosikan. Kalah tenar sama menu-menu yang lebih mudah muncul di linimasa.

Sepupu saya sendiri bilang, nasi nyamat itu semacam rahasia orang Purwokerto yang tidak buru-buru dibagikan ke orang luar. Bukan pelit, cuma memang belum ada yang niat bikin ini viral.

#2 Kraca, kuliner Purwokerto dari  keong sawah yang gurih

Kuliner Purwokerto yang satu ini agak menantang. Kraca adalah olahan keong sawah yang dimasak dengan bumbu pedas gurih kaya rempah. Teksturnya kenyal, rasanya kuat, dan biasanya disantap sebagai camilan malam, apalagi pas musim hujan.

Bagi yang belum terbiasa, mendengar namanya saja mungkin sudah bikin berpikir dua kali. Tapi, buat warga lokal, kraca itu makanan yang punya tempat sendiri. Nggak semua orang berani coba, tapi yang sudah coba biasanya ketagihan sama sensasi mengunyah kenyalnya sambil kepedasan.

Baca Juga:

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

Saya sendiri baru berani mencoba setelah memaksa sepupu saya tiga kali kunjungan berturut-turut. Sekarang malah kalau pulang ke Purwokerto, kraca yang saya cari duluan, bukan mendoan.

#3 Sate bebek Tambak yang nggak kalah dengan sate-sate lain

Sate ini asalnya dari Kecamatan Tambak, masih wilayah Banyumas. Daging bebek dipotong kecil-kecil, dibumbui bawang putih, ketumbar, kemiri, dan kunyit, lalu dibakar di atas arang. Rasanya gurih dengan sedikit pedas, teksturnya empuk, biasanya disajikan dengan lontong dan sambal kecap khas.

Sate ini kalah pamor jauh dibandingkan sate-sate daerah lain yang lebih sering wara-wiri di media sosial. Padahal dari segi rasa, bumbu rempahnya itu kompleks dan bukan asal bakar doang. Masalahnya cuma satu, lokasinya agak di luar pusat kota, jadi wisatawan yang cuma transit atau mampir sebentar biasanya nggak sempat cari sampai ke sana.

#4 Tempe dage, kuliner Purwokerto selain mendoan yang wajib dicoba

Selain mendoan, Purwokerto sebenarnya punya makanan tempe lain yang jarang disebut yaitu tempe dage. Bahannya dari ampas kedelai atau bahan olahan kedelai yang diolah lagi, lalu digoreng dengan tepung. Jadi teksturnya beda dari tempe biasa. Biasanya ditambah cabai merah atau taoge di atasnya.

ADVERTISEMENT

Ironisnya, banyak wisatawan yang datang jauh-jauh hanya untuk mencicipi mendoan. Padahal, kalau mereka mau ngulik lebih jauh, tempe dage justru punya karakter rasa yang lebih unik karena bahan yang digunakan biasanya dianggap sisa. Makanan ini semacam bukti kalau orang Banyumasan memang jago olah bahan sederhana enak jadi.

#5 Nopia pantas dijadikan oleh-oleh khas Purwokerto

Soal oleh-oleh dari Purwokerto, wisatawan biasanya hanya mikir getuk goreng. Padahal, selain itu ada juga nopia, jajanan tradisional dari tepung terigu yang diisi gula merah lalu dibakar pakai tungku tanah liat. Rasanya manis legit dengan aroma bakar yang khas. Bentuknya yang kecil-kecil bisa habis dalam sekali hap, enak jadi buat camilan perjalanan.

Nopia ini sebenarnya sudah lama ada, tapi kalah tenar dibandingkan getuk goreng yang memang sudah dari dulu jadi ikon oleh-oleh Purwokerto. Padahal dari segi keunikan proses pembuatannya, nopia nggak kalah menarik untuk diceritakan.

#6 Jenang jaket dengan aroma khas juga cocok jadi oleh-oleh

Buat yang suka jajanan manis, jenang jaket ini semacam jenang khas Purwokerto. Dibuat dari beras ketan, gula merah, dan santan, dengan tambahan wijen pada varian tertentu yang membuat aromanya khas. Prosesnya panjang, harus diaduk lama supaya teksturnya pas.

Camilan ini jarang jadi buah tangan utama karena kalah tenar sama getuk goreng. Padahal dari segi rasa, jenang jaket punya karakter manis gurih yang cukup kompleks.

#7 Sroto Sokaraja, kuliner Purwokerto yang mirip soto wajib dicicipi

Kuliner Purwokerto satu ini sebenarnya sudah lumayan dikenal, tapi tetap saja kalah suara daripada mendoan kalau membahas kuliner Purwokerto. Sroto Sokaraja berbeda dari soto pada umumnya karena kuahnya dicampur bumbu kacang, jadi rasanya lebih gurih dan cenderung lebih pekat. Pakai ketupat, bukan nasi, ditambah tauge pendek dan kerupuk warna-warni yang remuk di dalam kuah.

Buat saya yang biasa makan soto bening ala Solo, pertama kali coba sroto ini rasanya kayak ketemu soto versi “upgrade”. Gurihnya berlapis, bukan hanya dari kaldu.

Kalau dipikir-pikir, masalahnya bukan di rasa. Kuliner di atas nggak kalah enak dari mendoan atau getuk goreng. Masalahnya di effort. Wisatawan kebanyakan cuma transit, foto sebentar, makan yang paling gampang ditemukan, lalu pulang. Nggak ada niat buat gali lebih dalam.

Sepupu saya sering bilang, Purwokerto itu kota yang isinya kejutan kalau kamu mau usaha dikit buat cari. Tapi, kalau caranya cuma modal Googling “makanan khas Purwokerto” terus stop di tujuh besar teratas, ya jangan salahin kotanya kalau yang kelihatan cuma itu-itu saja.

Jadi lain kali kalau ke Purwokerto, coba deh sisain waktu buat nyasar ke gang-gang kecil atau tanya orang lokal. Siapa tahu kraca yang kelihatannya menyeramkan itu justru jadi kuliner yang bikin kamu pengen balik lagi.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2026 oleh

Tags: Kulinerkuliner purwokertoMakananmakanan purwokertopurwokerto
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

3 Rekomendasi Makanan Murah Rp5 Ribuan untuk Anak Kos Magelang

3 Rekomendasi Makanan Murah Rp5 Ribuan untuk Anak Kos Magelang

25 Agustus 2023
Rawon Pecel, Kuliner Khas Jember yang Membingungkan Lidah Mojok

Rawon Pecel, Kuliner Khas Jember yang Membingungkan Lidah 

15 Desember 2023
Mengungkap Misteri Kebiasaan Menyisakan Makanan yang Tinggal Satu Terminal Mojok

Mengungkap Misteri Kebiasaan Menyisakan Makanan yang Tinggal Satu

23 Desember 2020
Ekspansi Restoran di Baturraden, Bom Waktu Kerusakan Alam yang Detiknya Makin Kencang

Ekspansi Restoran di Baturraden, Bom Waktu Kerusakan Alam yang Detiknya Makin Kencang

18 Oktober 2023
7 macam soto paling nyeleneh yang nggak ada salahnya dicicipi sekali seumur hidup Terminal

7 macam soto paling nyeleneh yang nggak ada salahnya dicicipi sekali seumur hidup

10 Juli 2026
burger sehat lemak kolesterol makanan mojok

Mengapa Burger Tidak Sehat Padahal Bahan-bahannya Sehat Semua?

24 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

3 kebiasan warga Tegal yang dahulu saya anggap aneh, tapi kini malah saya tiru

11 Agustus 2026
Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari

Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari

14 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

12 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

14 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.