Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Tak Main-Main, Para Food Vlogger Juga Berperan Sebagai Penglaris Warung Makan

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
18 Januari 2020
A A
Tak Main-Main, Para Food Vlogger Juga Berperan Sebagai Penglaris Warung Makan
Share on FacebookShare on Twitter

Semakin maraknya digitalisasi di berbagi sisi kehidupan. Membuat kita sudah sangat familiar dengan yang namanya teknologi. Mau makan pakai teknologi, mau liburan pakai teknologi, hingga teknologi pada akhirnya bisa membuat konsep pesugihan dan penglaris tradisional jadi seperti cerita masa lalu yang kurang beken di era saat ini. Lewat peran food vlogger, saya melihat penglaris menggunakan kolor, tuyul, hingga genderuwo tidak lagi diperlukan saat ini. Cukup datangkan food vlogger atau berharap didatangi oleh mereka, secara perlahan pengunjung akan bertambah dan warung makan mulai cukup populer.

Food vlogger atau sering dikenal vlogger makanan saat ini memang cukup digandrungi. Selain video-video mereka yang pastinya membuat nafsu makan bergejolak, efek sosialnya juga cukup terasa. Secara tidak langsung warung makan yang para mereka kunjungi cukup terdongkrak kepopulerannya. Ini saya ketahui ketika suatu waktu saya sedang liburan ke Balikpapan. Waktu itu saya bersama keluarga saya mencari-cari warung makan yang populer di sana. Maklum walau dulu pernah tinggal di sana selama dua tahun, dan saya waktu itu masih kecil. Ibu dan Bapak saya kurang mengeksplor Balikpapan saat itu. Jadi khazanah perkulinerannya lumayan kudet. Pada akhirnya kami disarankan oleh sang sopir taksi online untuk mengunjungi warung makan yang katanya bertambah populer karena pernah masuk YouTube.

Sebelumnya memang sudah populer katanya, tapi saat didatangi food vlogger Nex Carlos, katanya tambah populer. Wah, saya penasaran saat itu, kebetulan saya sering nonton video-video Nex Carlos di YouTube. Dan benar saja, Nex Carlos pernah ke situ. Dan saat saya datang memang benar ujar pak sopir, rame banget. Nama jalannya saya kurang tahu karena kami diantar langsung oleng sang sopir. Tapi yang pasti lokasinya berdekatan dengan pasar. Impact dari sebuah video ternyata begitu besar setelah saya menyaksikan sendiri warung makan yang pernah dikunjungi Nex Carlos tersebut. Namun saya tidak tahu, apakah semua warung makan akan pasti laris dan populer? Mungkin bisa kalian cek di daerah kalian, warung-warung makan yang pernah dikunjungi food vlogger.

Bicara food vlogger, ketika ditanya siapa food vlogger favorit saya. Saya memfavoritkan tiga food vlogger yaitu Nex Carlos, Mgdalenaf, dan JWESTBROS. Ketiga food vlogger tersebut sering kali membuat diri saya lapar saat menonton video-video mereka di YouTube. Apalagi untuk seorang Nex Carlos. Konon katanya di setiap warung yang berhasil masuk videonya dan di-review olehnya, maka dapat dipasitikan akan langsung banyak pembeli. Di Balikpapan sudah dapat saya pastikan desas-desus itu benar. Tapi entahlah di warung makan lain yang pernah ia kunjungi.

Bagaimana luar biasanya peran food vlogger terhadap keuntungan para pelaku usaha tentunya harus kita apresiasi. Mereka tidak hanya makan, tapi juga sekaligus sebagai penglaris dan penambah nafsu makan. Apalagi melihat kebiasaan oknum warung-warung makan yang sering kali menggunakan penglaris yang aneh-aneh macam air liur pocong, sempak bekas, hingga hal-hal yang bersifat syirik. Mereka menjelma menjadi penyelamat itu semua. Mereka hadir tidak hanya untuk cari duit dan cari adsense. Di samping itu para food vlogger berperan memberantas kesyirikan penglaris yang tidak sesuai dengan kaidah agama dan menjadi penglaris dengan bentuk lebih modern menggunakan review, video, dan platform YouTube. Bisa kita sebut, food vlogger adalah penglaris era modern yang efeknya minim dosa kepada si pelaku usaha warung makan. Subhanallah.

Namun perlu digaris bawahi juga untuk para food vlogger. Kalau bisa review-nya yang jujur. Jangan terlalu melebih-lebihkan makanan yang sebenarnya biasa saja. Iya sih, kurang etis kalau menjelek-jelekkan makanan orang lain. Apalagi untuk konsumsi publik. Tapi food vlogger Jwestbros bisa kok bikin konsep yang seperti itu. Tidak terlalu sering memuji tapi juga ngasih masukan untuk makanan yang mereka cicipi.

Pada akhirnya konsep modernitas yang mau tidak mau kita semua hadapi saat ini ternyata punya peran penting terkait memodernisasi ajian penglaris warung makan. Bagaimana bentuk penglaris yang biasanya erat kaitannya dengan hal-hal mistis. Di era saat ini bisa dimodifikasi dengan sedemikian rupa tanpa ada embel-embel mistis lagi. Tidak menggunakan tuyul, pocong, dan genderuwo. Tapi cukup meminta bantuan para food vlogger. Efeknya mungkin hampir serupa dengan penglaris tradisional. Hanya saja yang membedakannya adalah kualitas makanannya harus prima kalau mau didatangi ajian penglaris ini.

BACA JUGA Pengalaman Kuliner Sebagai Seorang Mahasiswa atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Baca Juga:

5 Dosa yang Sering Dilakukan Food Vlogger dan Bikin Penonton Jengkel

Kamu Bisa Jadi Food Vlogger Cukup Modal 5 Kata Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2020 oleh

Tags: food vloggerpenglaristuyul
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang "Pedas"

Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang “Pedas”

22 Juni 2024
Bondan Winarno dan Nex Carlos, Pengulas Makanan Terbaik di Indonesia

Bondan Winarno dan Nex Carlos, Pengulas Makanan Terbaik di Indonesia

14 April 2023
3 Alasan Sonny Side dari Best Ever Food Review Show Adalah Food Vlogger Terbaik terminal mojok.co

3 Alasan Sonny Side dari Best Ever Food Review Show Adalah Food Vlogger Terbaik

20 November 2020
10 Kuliner Khas Kampung Durian Runtuh dalam Serial Kartun Upin dan Ipin, Food Vlogger Harus Cobain!

10 Kuliner Khas Kampung Durian Runtuh dalam Serial Kartun Upin Ipin, Food Vlogger Harus Cobain!

17 Februari 2024
Mengutip Media Sosial Tanpa Izin Itu Hukumnya Makruh jurnalistik etika jurnalisme wartawan terminal mojok.co

Klarifikasi Saya Soal Dugaan Memberdayakan Tuyul untuk Menulis di Terminal Mojok

9 Maret 2020
Nggak Semua Food Vlogger Jujur, Ada Juga yang Penuh Dusta. Jangan Mudah Percaya!

Nggak Semua Food Vlogger Jujur, Ada Juga yang Penuh Dusta. Jangan Mudah Percaya!

15 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Mahasiswa Kupu-Kupu Jangan Minder, Kalian Justru Lebih Realistis daripada Aktivis Kampus yang Sibuk Rapat Sampai Lupa Skripsi dan Lulus Jadi Pengangguran Terselubung

27 Januari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026
Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.