Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kamu Bisa Jadi Food Vlogger Cukup Modal 5 Kata Ini

Arsyanisa Zelina oleh Arsyanisa Zelina
23 September 2024
A A
Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang "Pedas"

Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang Pedas (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kata Emil Mario, di salah satu kontennya jadi influencer itu easy money. Alias kerjaan yang gampang tapi mendatangkan banyak uang. Tidak salah pada akhirnya di zaman sekarang orang berlomba menjadi terkenal untuk bisa jadi influencer.

Perlu kalian tahu, bayaran menjadi influencer memang lumayan sekali. Saya pernah beberapa kali kontak influencer untuk menanyakan rate card, dan harganya terbilang cukup mahal bagi saya pribadi. Dengan penghasilan dari endorse, reviewnya dan segala macamnya ini, influencer bisa jadi cita-cita juga. Apalagi sekarang sudah ada TikTok, Reels Instagram dan Short YouTube yang hanya dengan video singkat saja konten bisa laris. Tidak perlu sepanjang video di YouTube yang minimal mencapai 20 menitan seperti content creator zaman dulu.

Salah satu jenis konten influencer yang membludak saat ini adalah konten kuliner. Hampir tiap scroll TikTok, Reels Instagram maupun Short YouTube ada saja konten food vlogger yang lewat. Biasanya berisi review singkat makanan di salah satu tempat makan atau jajanan festival atau review dengan cara mukbang. Ada juga yang brandingnya pasti aesthetic dengan review kalem, ada pula yang cukup barbar, sampai harus di-zoom dengan cara makannya yang wajib belepotan.

Dari semua konten food vlogger yang lewat ini, saya menemukan banyaknya kesamaan cara review hingga terasa seperti template. Biar tiap food vlogger punya brandingnya masing-masing, tapi ada kalimat-kalimat khas yang selalu dipakai tiap review makanan hingga rasanya jadi boring. Kalau gini, barangkali ada yang berniat jadi food vlogger bisa coba 5 template kata-kata ini tiap review makanan.

Kata paling sering keluar dari food vlogger, “bumbunya medhok”

Hampir tiap video review kuliner, kata-kata “medhok” rasanya sudah jadi template. Alih-alih menjelaskan detail makanan-makanan yang mengandung kuah ataupun berbumbu, medhok jadi alternatif untuk membagikan bagaimana nikmatnya rasa dari makanan yang mereka icip.

Entah karena durasi yang singkat, untuk menjelaskan cita rasa bumbu masakan akhirnya disingkat saja yang penting medhok. Padahal, sepertinya untuk mendeskripsi bagaimana rasa asam, manis, wangi khas bumbu dalam waktu satu menit akan cukup. Biasanya review dengan kata bumbu medhok paling sering kita temui di review kuliner siomay dan seblak.

Kuahnya ngaldu

Apa pun makanan berkuah, rasanya pasti ngaldu banget. Padahal kaldu ada beragam jenis, ada kaldu sapi, kaldu ayam, kaldu ikan dan lain-lain. Tinggal sesuaikan saja apa yang dimakan, reviewnya yang penting ngaldu. Istilah ngaldu ini rasanya lebih parah dari medhok. Menyingkat deskripsi rasa menjadi satu istilah yang abu-abu. Mungkin, untuk para reviewer yang penting kuahnya enak di lidah saja hingga dipakai istilah ngaldu daripada harus menjabarkan panjang.

Dagingnya juicy

Makanan berkuah dan berbumbu sudah, sekarang giliran makanan dengan daging-daging. Kata yang tidak boleh ketinggalan dari food vlogger adalah juicy. Dagingnya juicy, biasanya ada saja di tiap review makanan seperti steak ataupun burger. Biar terasa keren juga saat makan steak, jangan lupa beri tambahan dagingnya juicy agar kontenmu lebih meyakinkan juga.

Baca Juga:

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Hidden Gem

Hidden gem jadi salah satu kata andalan para food vlogger untuk menaikkan engagement konten. Dengan lokasi yang benar-benar nyempil dan masuk ke gang-gang cukup effort juga mereka sampai tahu ke dalam-dalam begitu. Untuk yang ini tidak ada yang salah, jadi cukup informatif juga untuk memberi tahu lokasi kuliner yang letaknya tidak begitu terjangkau.

Biasanya, yang sering kedapatan review dengan lokasi hidden gem ini adalah kuliner bakso, mie pedas, seblak dan nasi padang. Dengan ciri khas makannya wajib pedas sampai tumpah-tumpah. Makannya juga wajib barbar sampai netes-netes dari mulut. Tapi buat saya, kesannya bukan lagi nikmat, tapi jorok.

Kata food vlogger terakhir, legend

Jika poin keempat ada hidden gem, selanjutnya ada legend. Bakso legend, pentol legend, sampai siomay legend. Yang laris-laris dikatakan legend biar makin wah. Tidak tau juga sebenarnya apakah betul legend atau memang hiperbola untuk konten saja karena memang ramai dikunjungi. Jadi, kalay ketemu yang viral dan ramai jangan lupa imbuhkan kata legend biar terkesannya juga meyakinkan.

Lima kata di atas bisa jadi patokan, barangkali ada yang ingin memulai karier menjadi influencer food vlogger. Tapi, jujur saja, kalau punya taste bagus dalam kuliner baiknya deskripsikan dalam banyak kosa kata khas kuliner agar konten juga tidak boring. Masih bagus jika punya branding lain yang membuat kontenmu jauh lebih menarik, ketimbang hanya jualan hal yang sama kek yang lain.

Penulis: Arsyanisa Zelina
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang “Pedas”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 September 2024 oleh

Tags: food reviewerfood vloggerinfluencerreviewer
Arsyanisa Zelina

Arsyanisa Zelina

Penulis lepas dari Kediri. Kerjanya di toko kpop dan fans berat NCT. Cinta dengan nulis sejak SMA. Selain buat iseng nguneg, juga iseng berkarya sebagai penulis AU di X dan Karyakarsa.

ArtikelTerkait

Kalau Konten YouTube Baim Wong Isinya Sering Jelek, Mending Main Film Lagi Aja terminal mojok.co

Kalau Konten YouTube Baim Wong Isinya Sering Jelek, Mending Main Film Lagi Aja

13 Oktober 2021
3 Alasan Fiki Naki Pantas Jadi Influencer Panutan di Mata Emak-emak seperti Saya Terminal Mojok

3 Alasan Fiki Naki Pantas Jadi Influencer Panutan di Mata Emak-emak seperti Saya

26 Januari 2021
10 Kuliner Khas Kampung Durian Runtuh dalam Serial Kartun Upin dan Ipin, Food Vlogger Harus Cobain!

10 Kuliner Khas Kampung Durian Runtuh dalam Serial Kartun Upin Ipin, Food Vlogger Harus Cobain!

17 Februari 2024
Nikita Mirzani dan Baim Wong Adalah Alasan untuk Berangus Influencer dari Indonesia terminal mojok.co

Nikita Mirzani dan Baim Wong Adalah Alasan untuk Berangus Influencer dari Indonesia

14 Oktober 2021
jalur influencer

Emang Kenapa Kalau Kampus Saya Buka Pendaftaran Lewat Jalur Influencer?

21 Maret 2020
Bondan Winarno dan Nex Carlos, Pengulas Makanan Terbaik di Indonesia

Bondan Winarno dan Nex Carlos, Pengulas Makanan Terbaik di Indonesia

14 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.