Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

#MALAMJUMAT Kemunculan Genderuwo yang Gemar Berlarian di Lantai Dua

Ade Vika Nanda Yuniwan oleh Ade Vika Nanda Yuniwan
7 November 2019
A A
#MALAMJUMAT Melihat Kemunculan Genderuwo yang Gemar Berlarian di Lantai Dua

#MALAMJUMAT Melihat Kemunculan Genderuwo yang Gemar Berlarian di Lantai Dua

Share on FacebookShare on Twitter

Rumahku adalah istanaku, begitulah bunyi pepatah. Namun apakah pepatah itu berlaku jika rumah terletak di sebuah perumahan yang sepi dan berada tepat di samping rumah kosong? Hal itulah yang dialami oleh kakak saya sekeluarga.

Baru di tahun 2019 ia pindah dari Bali karena suaminya harus pindah dinas di kota Jakarta. Kenaikan semester membuat anak-anak kakak saya memasuki jenjang sekolah baru. Anak pertama mulai masuk jenjang SMP, sedangkan anak kembarnya mulai masuk jenjang SD.

Atas dasar pertimbangan itulah yang membuat kakak saya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Sidoarjo dan menetap di rumahnya sendiri supaya anak-anak tidak perlu lagi berpindah-pindah sekolah. Lokasi rumah yang masih berada dalam satu kecamatan oleh desa rumah Ibu membuatnya mematenkan keputusannya untuk kembali tinggal di Sidoarjo.

Rumah kakak saya berada di sebuah perumahan yang sepi. Untuk sampai di perumahan itu, perjalanan yang harus ditempuh adalah daerah pergudangan dan perindustrian yang jika malam tiba keadaan sekitar menjadi sangat sepi dan hanya menyisakan truk-truk besar. Selain itu, rumah kakak saya berada tepat di sebelah rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni oleh pemiliknya. Namun meski begitu, kakak saya tidak pernah berfirasat aneh selama tinggal di sana.

Rumah kakak saya terbilang cukup luas. Rumahnya terdiri dari dua lantai dengan jumlah dua kamar di lantai satu dan tiga kamar di lantai dua. Lantai dua disediakan sebagai area kamar ketiga anaknya. Hanya saja karena mereka masih kecil dan belum berani tidur di kamar sendiri, akhirnya setiap hari mereka tidur bersama di kamar utama bersama kakak saya. Lantai dua pun akhirnya jarang terjamah oleh mereka.

Pada suatu hari tepatnya ba’da maghrib, sebuah kejanggalan mulai dirasakan oleh mereka. Saat itu mereka sedang berkumpul di ruang keluarga dan melakukan kesibukan masing-masing. Si sulung menyiapkan buku pelajaran, si kembar mengerjakan PR bersama, sedangkan kakak saya tengah menyiapkan makan malam. Karena salah satu dari si kembar merasa bosan, ia pun meninggalkan saudara kembarnya yang masih serius mengerjakan PR.

Jedug! Jedug! Jedug! Suara hentakan kaki di lantai dua terdengar oleh si bungsu.

Jedug jedug jedug jedug! Suara hentakan kaki kembali terdengar, bahkan kali ini terdengar lebih kencang dan seperti suara hentakan kaki yang sedang berlarian di lantai dua. Karena mulai merasa terganggu, si sulung pun menggerutu.

Baca Juga:

Misteri Makam Pesinden di Pusat Kabupaten Sleman yang Tidak Disadari oleh Pengguna Jalan

Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lainnya Mana?

Jedug jedug jedug jedug jedug! Suara hentakan kaki itu terdengar makin jelas seperti sedang berlarian di lantai dua. Karena merasa tidak tahan, akhirnya si sulung berteriak “Dek, jangan lari-larian terus! Di bawah berisik banget!”.

Ibunya (kakak saya) yang sedari tadi serius mengurus masakan di dapur menoleh dan melihat anak sulungnya sedang mengomel dengan raut tidak suka. “Lho bukannya adekmu ngerjain PR? Galang mana Gil?” tanya kakak saya kepada salah satu anak kembarnya yang masih berkutat dengan PR. “Nggak tahu Ma”.

“Sek tak lihate ke atas Ma” si sulung pun berinisiatif untuk menilik apa yang dilakukan adiknya di lantai dua.

Selang beberapa detik (bahkan belum ada hitungan menit) si sulung buru-buru kembali turun ke lantai 1 dengan wajah raut bergidik ngeri.

“Apa kak? Adekmu ngapain di atas? Suruh turun, PR nya belum selesai.” Ujar ibunya sambil mengaduk susu dalam gelas milik si kembar.

Sebelum mengatakan yang sebenarnya, Galang (salah satu anak kembar kakak saya) muncul dari dalam kamar utama sambil asik memainkan gadget di tangannya. Mengetahui hal itu, ibunya mulai merasakan sesuatu yang janggal. “Loh kamu tadi nggak dari lantai atas Gal?” tanya ibunya. “Enggak Ma, aku di kamar. Mainan balap-balapan di tab.” Namun karena tidak ingin berpikir macam-macam, kakak saya berusaha bersikap acuh.

Gangguan di lantai dua ternyata tidak berhenti pada malam itu. Pada waktu yang sama yaitu ba’da maghrib, gangguan suara langkah kaki di lantai dua kembali terdengar. Seperti kemarin, si sulung lah yang lebih dulu diperdengarkan.

Jedug jedug jedug jedug! Suara itu terdengar sama jelasnya seperti kemarin. Hanya saja kali ini Ibu dan kedua adiknya berada di dalam kamar. Ia duduk di kursi ruang tamu yang bersebelahan dengan tangga. Di antara tangga dan kursi yang ia duduki hanya tersekat oleh tembok pembatas.

Karena tidak ingin terlalu takut, ia berusaha mengabaikan bunyi suara itu dan segera menghabiskan makanannya.

Jedug jedug jedug! Ia tersentak. Bunyi langkah kaki itu seperti berada di anak tangga. Suara itu semakin jelas dan terdengar seperti seseorang sedang menuruni anak tangga. Suara itu sontak membuatnya menoleh dan mengintip di celah berbentuk kotak yang berada di dinding penyekat. Tampak sosok hitam dengan mata merah menyala memandang ke arahnya. Matanya yang bulat tampak membesar. Sosok hitam itu semakin mendekat ke arahnya.

Tidak ingin terlalu lama memandangi makhluk menyeramkan itu, akhirnya si sulung beralri menuju kamar utama dan menghampiri ibunya.

“Ma, ada Genderuwo di sini!” seketika kejadian itu menjadi teror bagi ia, ibunya, dan adik-adiknya yang menghabiskan malam di kamar dengan suara langkah kaki yang masih terdengar pelan.

BACA JUGA Rumah Pocong Sumi: Pengalaman Masuk Rumah Horor yang Sering Dipakai Uji Nyali atau tulisan Ade Vika Nanda Yuniwan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 November 2019 oleh

Tags: cerita hantucerita serammalam jumat
Ade Vika Nanda Yuniwan

Ade Vika Nanda Yuniwan

Pekerja literasi yang mencintai buku, anak-anak, dan pendidikan. Suka berdiskusi sambil nulis ringan untuk isu-isu yang di sekelilingnya.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Sering Disalahpahami sebagai Bukti Kehadiran Makhluk Astral terminal mojok

4 Hal yang Sering Disalahpahami sebagai Bukti Kehadiran Makhluk Astral

12 November 2021
Pengalaman Membonceng Teman yang Mendadak Kesurupan. Kapok, deh! terminal mojok.co

#MALAMJUMAT Hantu Baik Yang Mau Gendong Dan Nganterin Pulang Orang Malas Mandi

21 November 2019
kakek tua

#MALAMJUMAT Kakek Tua di Rumah Kayu Jati

5 Desember 2019
pocong

Pocong Ternyata Bisa Bersuara, Bunyinya “Iuk Iuk”

18 Juni 2020
ahli ibadah ustaz kiai MOJOK.CO

Ahli Ibadah yang Sombong, Merasa Lebih Dekat dengan Allah

10 Juli 2020
cerita horor bertemu siluman manusia berkepala kuda mojok.co

Cerita Horor Pakdhe Saya yang Diseruduk Siluman Manusia Berkepala Kuda

1 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Dosa Jogja kepada Tukang Becak Tradisional: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.