Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Sudahi Tren Minta AI Ubah Foto ala Ghibli, Melanggar Hak Cipta Itu!

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
29 Maret 2025
A A
Sudahi Tren Minta AI Ubah Foto ala Ghibli, Melanggar Hak Cipta Itu!

Sudahi Tren Minta AI Ubah Foto ala Ghibli, Melanggar Hak Cipta Itu! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudahi tren AI ubah foto ala Ghibli ini. Jangan sampai wajahmu berubah jadi karakter anime, tapi etika dan moralmu malah menghilang.

Kamu pasti pernah melihat foto temanmu di media sosial berubah jadi ala-ala karakter anime Ghibli, lengkap dengan pipi merona, mata besar berbinar, dan latar belakang ala desa-desa Jepang yang syahdu. Mungkin kamu juga tergoda, lalu buru-buru unggah foto diri, berharap berubah jadi sosok protagonis dalam dunia Hayao Miyazaki.

Akan tetapi sebelum kamu ikut-ikutan, mari kita duduk sebentar, minum teh, dan berpikir jernih. Kamu tahu nggak kalau tren ini sebenarnya bermasalah?

AI, Ghibli, dan hak cipta yang diinjak-injak

Pertama, mari kita luruskan satu hal, Studio Ghibli nggak pernah mengizinkan karyanya digunakan untuk model AI. Jadi, kalau ada AI yang bisa mengubah fotomu jadi “Ghibli-style,” itu artinya AI tersebut belajar dari karya-karya Ghibli tanpa izin.

Bahasa sederhananya, AI ini seperti anak bandel yang diam-diam masuk ke gudang rahasia Ghibli, mencuri berbagai ilustrasi, lalu kabur dan memamerkan hasilnya ke internet. Mungkin terdengar keren, tapi itu melanggar hak cipta, Bro!

Studio Ghibli sendiri dikenal sangat menjaga keaslian karya mereka. Bahkan, Hayao Miyazaki pernah terang-terangan bilang bahwa dia nggak suka AI. Dalam sebuah wawancara, beliau melihat animasi AI dan menyebutnya sebagai sesuatu yang “menghina kehidupan”. Jadi, kalau beliau tahu ada AI yang meniru gaya ilustrasi Ghibli, mungkin reaksi beliau adalah:

Miyazaki mengambil sapu, lalu mengejar AI itu sambil berkata, “Keluar kau, dasar kurang ajar!”

Layanan AI gratis atau berbayar itu nggak selalu bebas

Orang-orang sering berpikir, “Ah, kan gratis. Nggak ada ruginya!” Tapi mari kita pikir ulang.

Baca Juga:

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Tenang Aja, Copywriter Nggak Akan (Semudah Itu) Terganti oleh AI

Ketika kamu menggunakan layanan AI gratis atau berbayar yang menjanjikan hasil foto ala Ghibli, pernahkah kamu membaca syarat dan ketentuannya? Ada kemungkinan besar bahwa foto yang kamu unggah akan masuk ke dalam database mereka. Artinya, fotomu bisa jadi bahan eksperimen AI di masa depan, atau lebih buruk, dijual ke pihak ketiga tanpa sepengetahuanmu.

Jadi, kalau besok-besok kamu melihat wajahmu muncul di poster anime abal-abal di toko online, jangan kaget. Itu bisa jadi akibat dari keisenganmu sendiri.

Menghargai karya itu sebuah keharusan

Coba bayangkan, kamu seorang ilustrator yang bertahun-tahun belajar menggambar dengan gaya tertentu. Lalu tiba-tiba ada AI yang bisa meniru hasil karyamu dalam hitungan detik, tanpa membayar sepeser pun, tanpa izin, dan tanpa memberikan kredit kepadamu. Rasanya pasti seperti melihat tetangga mengambil sepeda yang kamu beli pakai tabungan sendiri, lalu dengan bangga mengaku itu miliknya.

Ghibli adalah hasil kerja keras seniman-seniman luar biasa. Setiap detail dalam film mereka digambar dengan tangan, penuh cinta, dan mengandung filosofi mendalam. Dengan seenaknya menggunakan AI yang mencuri gaya mereka, kita sama saja seperti mengabaikan seluruh jerih payah mereka.

Tapi aku ingin jadi karakter Ghibli!

Kalau kamu memang penggemar berat Ghibli dan ingin punya gambar dirimu dalam gaya mereka, ada cara yang lebih etis. Misalnya begini:

Pertama, bayar ilustrator. Ada banyak seniman berbakat yang bisa menggambar foto kamu dalam gaya Ghibli. Dengan membayar mereka, kamu menghargai karya seni dan membantu ekonomi kreatif berkembang.

Kedua, belajar menggambar sendiri alih-alih minta AI. Siapa tahu ini jadi awal perjalananmu sebagai ilustrator hebat.

Ketiga, gunakan filter legal. Beberapa aplikasi menyediakan efek artistik yang tidak melanggar hak cipta, jadi pastikan kamu menggunakan yang memang etis.

Pokoknya jangan jadi generasi “minta gratis, hak cipta lewat”. Kita memang hidup di era digital yang serba cepat, di mana segala sesuatu bisa dibuat instan. Tapi, itu bukan alasan untuk abai terhadap hak cipta. Jangan cuma karena sesuatu viral, kita ikut-ikutan tanpa berpikir panjang.

Kalau kita ingin dunia digital yang lebih adil, kita harus mulai dari diri sendiri, menghargai karya orang lain, berpikir kritis sebelum mengikuti tren, dan lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi.

Jadi, sudahi tren AI ubah foto ala Ghibli ini. Jangan sampai wajahmu berubah jadi karakter anime, tapi etika dan moralmu malah menghilang.

Penulis: Janu Wisnanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Seniman AI Tidak Usah Sok Keren, Bikin Prompt AI Itu Nggak Sesusah Itu!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2025 oleh

Tags: AIGhibliStudio Ghibli
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

AI Tetap Lebih Menggoda Ketimbang Anya Geraldine (Sumber: IG @anyageraldine)

AI Tetap Lebih Menggoda Ketimbang Anya Geraldine

19 Desember 2022
hayao miyazaki ghibli mojok

Belajar Kesetaraan lewat Karya Hayao Miyazaki

1 Maret 2021
3 Tempat di Yokohama yang Ingatkanmu pada Film Ghibli Terminal Mojok.co

3 Tempat di Yokohama yang Ingatkanmu pada Film Ghibli

8 Maret 2022
Karakter Manga Haikyuu! yang Nggak Sekadar Hitam-Putih ala Studio Ghibli

Karakter Manga Haikyuu! yang Nggak Sekadar Hitam-Putih ala Studio Ghibli

9 Juni 2020
Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

25 November 2023
Tenang Aja, Copywriter Nggak Akan (Semudah Itu) Terganti oleh AI

Tenang Aja, Copywriter Nggak Akan (Semudah Itu) Terganti oleh AI

20 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.