Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Seniman AI Tidak Usah Sok Keren, Bikin Prompt AI Itu Nggak Sesusah Itu!

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
7 Januari 2024
A A
Seniman AI Tidak Usah Sok Keren, Bikin Prompt AI Itu Nggak Sesusah Itu!

Seniman AI Tidak Usah Sok Keren, Bikin Prompt AI Itu Nggak Sesusah Itu! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya masih bingung dengan obsesi seniman AI untuk disetarakan dengan seniman konvensional. Apa sih pentingnya? Toh tanpa disetarakan, hasil karya kalian juga bisa dinikmati. Justru dengan makin koar-koar, kalian malah terlihat pekok dan buta realitas. Apalagi berujar kalau menciptakan command prompt AI sama sulitnya dengan menciptakan karya konvensional.

Tulisan ini memang untuk kalian yang koar-koar itu. Percayalah, kalian memang tidak sehebat itu. Membuat prompt memang tidak sesulit menciptakan karya seni konvensional. Bahkan untuk sesama karya digital, seniman AI tidak bekerja seberat seniman “sungguhan.” Kalau sampai mengeluh masalah susahnya bikin prompt, mungkin memang logika dan imajinasi kalian yang bermasalah.

AI berbeda dengan pikiran manusia

Saya melihat para seniman AI bermasalah dengan tagar #TolakGambarAI. Sampai harus ngeles jika bikin prompt AI itu susah. Tapi kalian harus ingat bahwa gambar AI memang bermasalah, karena proses penciptaan karya AI tidak sama dengan proses kreatif manusia.

Apa yang sering dilupakan oleh seniman AI adalah proses “berpikir” dari sistem AI. Mereka tidak memiliki pikiran, kreativitas, dan ingatan seperti manusia. Mereka hanya mengerjakan prompt dengan mengisi setiap kekosongan dengan data yang didapatkan dari internet. Dengan menggabungkan beberapa karya ataupun foto yang bisa diakses sesuai dengan komando si seniman AI. Proses ini berbeda dengan proses mengolah ide seorang seniman konvensional.

Jangan pula menggunakan istilah “tidak ada karya yang orisinil” untuk membela karya AI. Memang, setiap karya seni terinspirasi dari karya dan objek lain. Tapi proses kreativitas tidak dimiliki AI. Seorang seniman tetap melakukan proses kreatif meskipun terinspirasi dari karya lain. Ia tetap memasukkan unsur unik dan personal di setiap karya. Sedangkar AI hanya melakukan tugas sesuai dengan prompt yang diberikan.

Seniman memang dibunuh AI

Sebelum saya makin merujak seniman AI, mari kita pahami apa yang diprotes para seniman terhadap AI. Mereka sudah mempermasalahkan karya AI sejak kelahiran DALL-E, Midjourney, dan alat sejenis. Bukan karena AI bisa menghasilkan karya sekejap mata semata. Namun proses “belajar” AI yang rentan perkara hak cipta.

Tanpa seniman konvensional, karya AI tidak akan pernah lahir. Karena AI membutuhkan karya mereka sebagai data yang harus dipelajari. AI mempelajari pola, komposisi, dan proporsi untuk menciptakan karya. Data yang dipelajari AI inilah sumber masalah dan protes seniman.

OpenAI sebagai pencipta DALL-E masih menolak untuk menunjukkan data yang dipelajari AI mereka. Sehingga tidak ada kepastian karya siapa saja yang telah dipelajari tanpa izin dan konsen. Para seniman yang telah mengunggah karyanya di internet kini sedang melatih mesin yang akan menjiplak proses kreatif mereka.

Baca Juga:

Deretan Alat Gambar yang Menduduki Kasta Tertinggi di Kalangan Mahasiswa Jurusan DKV

Pengalaman Mengurus Hak Cipta Lagu secara Online: Enteng Ngurusnya, Berat Bayarnya

“Tapi seniman AI kan melakukan proses kreatif saat membuat prompt!” Mungkin kalian ingin bilang demikian. Tenang, saya akan merujak ujaran manja kalian setelah ini.

Membuat prompt tidak sesulit membuat karya seni

Apakah proses membuat prompt perlu kreativitas? Menurut saya, iya. Karena kita perlu mengimajinasikan karya yang akan diciptakan AI. Lalu kita harus mengubah imajinasi dalam otak menjadi kata-kata perintah pada AI.

Tapi apakah membuat prompt sesulit menciptakan karya seni? Tentu saja tidak!

Proses “kreatif” tadi hanya permulaan dalam penciptaan karya seni konvensional. Ketika seniman konvensional membayangkan karya apa yang akan dibuat. Setelah itu, ia harus mempertimbangkan warna, pola, komposisi, dan proporsi. Kemudian ia harus menciptakan karya itu dengan media yang dipilih secara langsung. Seluruh proses tadi tidak dilakukan para (so called) seniman AI.

Jika membuat prompt AI saja sulit, apakah seniman AI masih memiliki kreativitas dalam dirinya? Mereka hanya mengubah imajinasi yang tidak seberapa itu menjadi sebuah perintah. Sama seperti Anda memesan karya pada pelukis. SESEDERHANA ITU!

Kalau bikin prompt aja kalian anggap sulit, otak kalian itu emang fungsinya apa?

Apalagi AI terus belajar untuk memahami bahasa yang lebih umum digunakan. Kalian tidak harus menulis prompt seperti programmer lho! Jika memesan karya pada AI saja kesulitan, mungkin yang harus dibereskan adalah logika kalian. Bisa jadi tidak hanya logika, tapi kalian memang tidak punya rasa seni sama sekali.

Jadi sudahi saja pembelaan kalian terhadap karya AI. Gambar yang diproduksi AI atas prompt kalian memang bisa dinikmati. Tapi kalau kalian membandingkan prompt AI dengan proses seni, ya goblok sih. Karena kalian hanyalah orang yang terlewat manja ketika diberi alat yang mempermudah kerja. Maaf, tapi kata “seniman” memang tidak pantas disandang kalian yang kesulitan membuat prompt.

“Create an illustration depicting a character without a brain, expressing a state of confusion or bewilderment while staring at a computer screen. Capture the essence of the individual’s perplexity and the absence of cognitive understanding in this surreal scenario.” Ini prompt untuk kalian yang bilang membuat prompt sesulit membuat karya seni!

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tenang Aja, Copywriter Nggak Akan (Semudah Itu) Terganti oleh AI

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2024 oleh

Tags: hak ciptakarya seniprompt AIseniman
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

seniman

Mampukah Seniman Bersaing dengan Mas-Mas Berseragam Jadi Menantu Idaman?

4 Juni 2020
panduan mengunjungi art gallery mojok

Panduan Menjadi Pengunjung Art Gallery yang Baik dan Tidak Norak

16 Juni 2021
Menerka Jalan Pikiran Orang yang Merusak Instalasi Seni Demi Potret Anjingnya terminal mojok

Menerka Jalan Pikiran Orang yang Merusak Seni Instalasi demi Potret Anjingnya

24 Mei 2021
Sinetron Indonesia ala Squid Game: Sudah Meniru, Jelek pula terminal mojok.co

Sinetron Indonesia ala Squid Game: Sudah Meniru, Jelek pula

23 Oktober 2021
NFT Adalah Konsep yang Nggak Masuk Akal Bagi Kita terminal mojok.co

NFT Adalah Konsep yang Nggak Masuk Akal Bagi Kita

18 Januari 2022
Seni Menikmati Hidup yang Woles dan Bodo Amat ala Soleh Solihun terminal mojok.co

Seni Menikmati Hidup yang Woles dan Bodo Amat ala Soleh Solihun

15 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos
  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.