Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Sudah Saatnya Kita Berhenti Pukul Rata Varian Rujak sebagai Rujak Buah!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
24 September 2021
A A
Stop Pukul Rata Varian Rujak sebagai Rujak Buah! terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

“Sebutkan nama-nama buah hanya dalam satu detik! Jawabannya adalah rujak.” Itu adalah tebak-tebakan receh yang cukup awam diketahui oleh orang-orang. Nggak ada yang salah dari tebak-tebakan itu, dan memang benar dalam seporsi makanan bernama rujak ada buah-buahan yang tersaji di dalamnya. Belum lagi tambahan bumbu yang diracik dari gula merah dan cabai, tentu rasa pedas manisnya menambah kesegaran kuliner sati uni. Namun, perlu diingat bahwa itu namanya rujak buah dan alangkah baiknya jika nggak disebut sebagai rujak saja.

Kita semua mungkin tahu bahwa saat ini kebanyakan orang akan merujuk pada rujak buah ketika dengar kata rujak. Apalagi di daerah yang kurang awam dengan rujak atau nggak punya varian rujak sendiri. Maklum, hal ini terjadi lantaran rujak buah adalah varian yang paling mudah ditemui dan dibuat sendiri. Makanya kata “rujak” selalu identik dengan rujak buah, apalagi definisi di KBBI juga lebih banyak merujuk pada rujak buah meski disebutkan juga sayuran dan semacamnya.

Namun, itu nggak jadi alasan untuk memukul rata bahwa kata “rujak” selalu merujuk pada rujak buah. Bukannya gimana-gimana, varian rujak itu banyak dan kasihan saja varian lainnya kalau kata “rujak” itu sendiri selalu merujuk pada rujak buah. Gimana nasib rujak cingur, rujak mi, rujak soto, rujak gobet, rujak bebek, dan rujak-rujak lainnya? Kasihan, kan? Selain itu, nggak semua orang siap dan menerima ketika kata “rujak” secara umum selalu jatuh pada rujak buah.

Contohnya sebagian orang Jawa Timur (seperti saya) kalau menemui kata “rujak” selalu merujuk pada rujak cingur. Alasannya jelas, rujak cingur adalah makanan khas dari Jawa Timur, terutama wilayah Surabaya, Malang, dan sekitarnya. Beda halnya dengan rujak buah, rujak cingur ini isinya malah kebanyakan sayuran dan protein, poris buahnya sedikit. Tempe, tahu, hidung sapi, selada, taoge, serta lontong disiram kuah pekat berisi campuran kacang dan petis. Hmmm, sedaaap.

Banyaknya warung rujak cingur inilah yang membuat kata “rujak” di Jawa Timur selalu merujuk padanya. Sementara rujak buah, disebut sebagai rujak manis oleh beberapa orang di Jawa Timur. Ini persoalan rujak di Jawa Timur saja, lho, di daerah lain juga pasti akan berbeda dunia pe-rujak-annya, tergantung varian rujak yang paling khas di daerah tersebut.

Saya ingat satu momen di mana akhirnya saya tergerak untuk menulis soal ini. Beberapa hari lalu, saya menonton salah satu food vlogger ibu kota yang makan rujak cingur. Mereka kaget ketika membuka bungkusan rujak cingur yang mana sangat berbeda dari rujak buah. Mereka terkejut ketika tahu bahwa di dalam rujak cingur ada lontong, tempe, dan beberapa sayuran. “Lihat, deh, ada lontong sama tempenya. Bumbunya juga nggak kayak biasanya. Unik banget!” begitu kurang lebih kata mereka.

Menonton video tersebut, saya merasa agak gimana gitu. Maksudnya, kok segitu terkejutnya melihat rujak cingur? Okelah, di ibu kota agak jarang orang jual rujak cingur. Tapi, apa dia nggak sadar, lha wong dari namanya saja sudah berbeda, masak berharap isinya akan sama. Sama dengan bakso atau soto, yang punya perbedaan masing-masing variannya. Bakso Malang akan beda dengan bakso Jakarta. Soto Lamongan akan beda dengan soto Betawi. Begitu juga dengan rujak cingur, sudah pasti akan berbeda.

Maka dari itu, alangkah lebih baik jika kita sudahi saja sikap pukul rata terhadap “rujak” yang selalu merujuk pada rujak buah. Akan lebih adil jika kita menyebut rujak sesuai variannya saja. Rujak buah ya disebut demikian, rujak mi ya disebut rujak mi, pun rujak cingur ya disebut rujak cingur. Ini saran saja, supaya lebih adil dan nggak ada varian rujak yang superior. Kalau saran saya diterima ya bagus, kalau nggak diterima ya masa nggak diterima, sih?

Baca Juga:

4 Makanan Khas Surabaya yang Sebaiknya Kamu Hindari: Baunya Menyengat dan Kayak Makan Pasir

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

Sumber Gambar: YouTube Mama Adeeva

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2021 oleh

Tags: Rujak Buahrujak cingurvarian rujak
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

5 Kuliner Surabaya Enak dan Layak Dipopulerkan selain Rujak Cingur dan Rawon

5 Kuliner Surabaya Enak dan Layak Dipopulerkan selain Rujak Cingur dan Rawon

29 Juli 2024
Rawon dan Rujak Cingur Surabaya Minggir Dulu, Wayahe Pecel Semanggi Makanan Underrated Tampil!

Rawon dan Rujak Cingur Surabaya Minggir Dulu, Wayahe Pecel Semanggi Makanan Underrated Tampil!

18 Januari 2024
5 Rujak Petis Madura yang Penyajiannya Unik Terminal Mojok

5 Rujak Petis Madura dengan Cara Penyajian Unik

4 Januari 2023
4 Makanan Khas Surabaya yang Rasanya kayak Siksa Neraka (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Surabaya yang Sebaiknya Kamu Hindari: Baunya Menyengat dan Kayak Makan Pasir

6 Maret 2026
Orang Surabaya dan Obsesinya terhadap Sambal Petis (Unsplash)

Orang Surabaya dan Obsesinya terhadap Sambal Petis

4 Juni 2024
Rujak Cingur Ahmad Jaiz, Kuliner Khas Surabaya yang Overrated, selain Harganya yang Mahal, Nggak Ada yang Spesial!

Rujak Cingur Ahmad Jaiz, Kuliner Khas Surabaya yang Overrated, selain Harganya yang Mahal, Nggak Ada yang Spesial!

5 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.