Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Makanan Khas Surabaya yang Sebaiknya Kamu Hindari: Baunya Menyengat dan Kayak Makan Pasir

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
6 Maret 2026
A A
4 Makanan Khas Surabaya yang Rasanya kayak Siksa Neraka (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Surabaya yang Rasanya kayak Siksa Neraka (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Bicara Surabaya, bukan cuma perkara aspalnya yang mampu menggoreng telur di siang bolong. Namun, ada juga soal level makanan khas Surabaya yang kali lebih pas buat acara uji nyali. 

Awalnya, saya percaya kalau bumbu medok dan rasa yang kaya adalah jaminan mutu penganan di Kota Pahlawan. Namun, setelah pernah menetap di sana selama satu semester, saya sadar bahwa petualangan menjajal kuliner khas Surabaya nggak jodoh buat orang bermental tempe. 

Percayalah, lidah manja macam saya yang lama terbuai oleh makanan Semarang dan Jogja, nggak cocok dengan kuliner khas Surabaya. Urusannya nggak sebatas soal pedas yang mengalahkan omongan tetangga. Bahkan, nama dan visualnya saja sempat bikin saya mundur teratur. 

Sejauh yang saya ingat, ada empat kuliner khas Surabaya yang red flag dan sukses bikin agenda wisata kuliner saya jadi simulasi siksa neraka.

Baca juga: Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

#1 Tahu Tek Surabaya, saat tahu cuma jadi figuran di tengah dominasi petis

Bagi banyak orang, Tahu Tek adalah comfort food. Tapi bagi saya, sajian ini nggak ubahnya ujian mental. Sebagai orang yang lama di Semarang, sebenarnya hubungan saya dengan petis adem ayem saja. Petis ala Semarang hadir di makanan sebagai produk komplementer. Menambah rasa, tanpa ego untuk jadi yang paling berkuasa.

Namun, persona petis yang demikan langsung menguap di Surabaya. Di sini, petis eksis tanpa kompromi. Buktinya, saat seporsi tahu tek mendarat di depan mata, aromanya langsung menyerang indra penciuman.

Warnanya hitam legam dan pekat. Seolah, dia ogah disaingi variabel lain dalam satu piring. Apesnya lagi, kadang malah dibumbui jejak amis atau rasa pahit di ujung lidah. Entah karena penggunaan udang yang nggak segar atau kontribusi aroma dari gunting yang dipakai memotong tahu.

Baca Juga:

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan

Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

Dilihat dari nama, mestinya tahu adalah aktor utama di makanan khas Surabaya ini. Tapi di mata saya, panganan ini jauh lebih pantas disebut sup petis pekat dengan pelengkap tahu dan topping kerupuk. Tahu Tek adalah sebuah red flag kuliner bagi penganut aliran petis minimalis yang nggak punya kapasitas melawan tirani petis khas Surabaya.

#2 Nasi cumi hitam, makanan khas Surabaya yang mampu mengubah senyum manis jadi mirip adegan horor

Nasi cumi hitam adalah definisi nikmat yang membawa sengsara. Khususnya, buat urusan penampilan. 

Memang betul, banjir tinta hitam yang menghiasi sepiring hidangan ini adalah kunci kegurihan yang paripurna dari kuliner khas Surabaya ini. Sayangnya, tinta hitam tadi juga jadi pewarna alami yang menempel di bibir dan gigi.

Kalau kelepasan bicara di tengah aktivitas makan, otomatis, senyum akan berubah mirip adegan hantu nyengir di film horor. Masalahnya, ini bukan satu-satunya penanda red flag nasi cumi. Yang lebih parah adalah eksistensi rasa pahit atau getir yang tertinggal di daging cumi. 

Umumnya, trauma lidah tersebut diakibatkan oleh daging cumi yang nggak segar. Atau, bisa jadi karena kantong tinta yang pecah dengan cara yang salah saat pembersihan.

Baca halaman selanjutnya: #2 Kikil sapi …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2026 oleh

Tags: kuliner khas jawa timurlontong kupangmakanan khas jawa timurmakanan khas surabayanasi cumi hitamrekomendasi kuliner jawa timurrujak cingur
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Kebohongan Surabaya yang Bikin Sidoarjo Kelihatan Terbelakang Padahal Lebih Lengkap Sebagai Sebuah Daerah

21 Januari 2026
Trenggalek Menyimpan 4 Makanan Legendaris Khas Jawa Timur (Unsplash)

Makanan Khas Jawa Timur Bagian Trenggalek: Rekomendasi 4 Kuliner Legendaris

28 Agustus 2023
5 Kuliner Surabaya Enak dan Layak Dipopulerkan selain Rujak Cingur dan Rawon

5 Kuliner Surabaya Enak dan Layak Dipopulerkan selain Rujak Cingur dan Rawon

29 Juli 2024
6 Makanan yang Bentuknya Iyuuuh, tapi Rasanya Sedaaap terminal mojok

6 Makanan yang Bentuknya Iyuuuh, tapi Rasanya Sedaaap

18 September 2021
Bagi Saya, Makan Rujak Cingur Pakai Nasi Itu Sungguh Aneh!

Bagi Saya, Makan Rujak Cingur Pakai Nasi Itu Sungguh Aneh!

14 April 2020
Rawon dan Rujak Cingur Surabaya Minggir Dulu, Wayahe Pecel Semanggi Makanan Underrated Tampil!

Rawon dan Rujak Cingur Surabaya Minggir Dulu, Wayahe Pecel Semanggi Makanan Underrated Tampil!

18 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Bisnis Pertashop Jelas Karam: Hidup Segan, Mati Tinggal Menunggu Hari

14 Juni 2026
Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026
Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat Mojok.co

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

17 Juni 2026
Tips bagi Mahasiswa Madura yang Kuliah di Surabaya agar Tetap Bahagia dan Tak Jadi Bahan Tertawaan

Tips bagi Mahasiswa Madura yang Kuliah di Surabaya agar Tetap Bahagia dan Tak Jadi Bahan Tertawaan

13 Juni 2026
Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau Mojok.co

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

17 Juni 2026
Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Nggak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Tidak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

17 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.