Informasi
ADVERTISEMENT

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Tiap tahunnya, Kota Malang dipenuhi mahasiswa baru yang datang untuk melanjutkan pendidikannya. Mereka datang dengan membawa jutaan ekspektasi mengenai kota yang dikenal dingin dan asri ini. Salah satunya saya.

Alasan saya memilih merantau di Kota Malang salah satunya karena membayangkan saat pikiran terasa jenuh dalam memikirkan tugas kuliah, pemandangan gunung dan hawa yang dingin akan membantu menenangkan pikiran. Benar, awal awal saat ke pergi ke rooftop kos pemandangan yang disuguhkan yaitu keindahan gunung dengan berbalut awan di atasnya. Sangat indah dan menenangkan.

Tapi, segala yang indah pun akan menemui akhir. Tak terkecuali, pemandangan yang sempat bikin saya terkesima dengan Malang.

Pemandangan gunung yang digantikan oleh jemuran mahasiswa

Setelah 3 bulan menetap di Malang, tak terasa ujian tengah semester pun tiba. Saya sangat terkejut melihat pemandangan gunung yang sering kali saya nikmati saat pikiran sedang jenuh kini tertutup bangunan baru. Saya tau bahwa satu bulan ini tetangga kos saya sedang melakukan pembangunan. Namun, tak pernah terpikirkan oleh saya tiba tiba bangunan itu telah tinggi menjulang menutupi pemandangan gunung yang sering kali saya nikmati.

Seiring berjalannya waktu, yang terlihat di rooftop tak lagi gunung, tapi jemuran mahasiswa. Pikiran yang tenang itu pun menguap entah ke mana. Pemandangan gunung kini hanya bisa dinikmati setengah saja, itupun harus melihat di rooftop paling pojok.

Kini sangatlah susah mencari kos dengan pemandangan langsung ke alam di Malang. Sekalinya ada, tak berselang beberapa lama pemandangan indah itu akan hilang. Padatnya mahasiswa yang merantau ke Malang membuat pemilik kos semakin berlomba-lomba untuk membangun bangunan yang bagus tentunya dengan pamandangan langsung ke arah gunung.

Hal inilah yang membuat para pemilik kos semakin meninggikan bangunan yang dimilikinya. Oleh karena itu, kos yang semula memiliki akses pemandangan langsung ke gunung, kini tertutup oleh bangunan lain.

BACA JUGA: 5 Alasan yang Membuat Saya Nggak Menyesal Kuliah di Malang

Mau liat gunung di Malang kudu beli kopi dulu

Tempat tempat yang menyuguhkan pemandangan indah rata-rata sudah dijadikan ladang bisnis oleh masyarakat. Salah satunya cafe. Banyak pemilik cafe yang menawarkan produknya dengan bonus pemandangan gunung yang sangat indah. Suasana asri yang mendukung dengan tambahan alunan musik.

Masalahnya adalah, yang awalnya menikmati pemandangan gunung yang indah bisa gratis, kini minimal harus sedia uang 50 ribu di kantong. Kekurangan fasilitas publik yang memadai bikin mahasiswa harus merogoh kocek hanya untuk melihat pemandangan yang indah di Malang.

Baca halaman selanjutnya

Malang sumuk!

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2026 oleh .

Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Malang. Menaruh perhatian terhadap keadaan dilingkungan sekitar