Informasi
ADVERTISEMENT

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Awalnya kota yang dingin, kini menjadi kota yang “sumuk

Lagi dan lagi ekspektasi perlahan memudar. Konten yang beredar yang menyuguhkan betapa asrinya Kota Malang tidak sesuai realitas yang ada. Kota Malang yang dibilang dingin, nyatanya kebalikannya: mulai panas, mulai beringas.

Saya kira awalnya barang paling tidak berguna di Malang adalah kipas. Ternyata, ia justru jadi barang yang bekerja paling keras.

Dinoyo, Suhat, Sigura-gura, kini penuh polusi udara. Sudahlah pemandangan tertutup beton, kini tertutup juga oleh polusi. Ya mana mau dingin kalau kotanya malah dibikin sesak bangunan dan asap.

Ya, Malang tetap akan menarik banyak manusia untuk mengenyam pendidikan. Saya kira, akan selalu begitu hingga waktu-waktu ke depan. Tapi, sebaiknya, turunkan saja ekspektasinya. Dinginnya Malang kini jadi anomali, bukan lagi jadi hal yang disyukuri setiap hari.

Penulis: Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahawati
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2026 oleh .

Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Malang. Menaruh perhatian terhadap keadaan dilingkungan sekitar