Arsip Artikel: Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati
7 ArtikelMahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Malang. Menaruh perhatian terhadap keadaan dilingkungan sekitar
Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?
Perdebatan “mending” Malang dibandingkan Surabaya merupakan hal yang tidak produktif. Mending selesaikan masalahnya, ya nggak?
Selamat Datang di Kota Malang, Kota Pendidikan yang Gang Sempitnya Menjadi Sirkuit Uji Nyali Para Pengendara
Kota Malang bisa dibilang benar-benar malang. Ia menarik banyak manusia, tapi hal tersebut justru mulai menggerogoti hal-hal indah yang ada.
Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang
Warlok Jombang pilih plesir ke Malang daripada Wonosalam karena lebih banyak yang bisa dinikmati dan aksesnya mudah.
Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan
Ya, Malang tetap akan menarik banyak manusia untuk mengenyam pendidikan. Sekalipun tak lagi dingin, sekalipun tak lagi asri.
Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian
Makanan di Malang yang terkenal enak dan ramah di kantong ternyata tidak cocok di lidah banyak perantau, ekspektasi tinggi jadi buyar.
Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang
Dulu, saya mengagumi keindahan Kota Malang. Namun kini, saya tahu, estetika itu nyatanya sudah hilang. Menyedihkan sekali.