Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Selamat Datang di Kota Malang, Kota Pendidikan yang Gang Sempitnya Menjadi Sirkuit Uji Nyali Para Pengendara

Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati oleh Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati
29 Juni 2026
A A
4 Tempat di Kota Malang yang Butuh Direlokasi karena Memiliki Masalah Terus Berulang

4 Tempat di Kota Malang yang Butuh Direlokasi karena Memiliki Masalah Terus Berulang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seiring berjalannya waktu, Kota Malang semakin sesak dipenuhi kaum perantau yang datang untuk mengadu nasib, baik demi kuliah maupun kerja. Hal ini tentu saja menyebabkan hunian semakin padat dan jalanan kota pun terasa semakin menyempit.

​Sebagai perantau baru, saya sempat dibuat terkejut saat pertama kali melewati Jalan Terusan Surabaya, Malang. Bagaimana tidak? Jalan yang sekecil dan sesempit itu justru menjadi jalur nadi yang setiap hari dipadati mahasiswa untuk berangkat kuliah.

ADVERTISEMENT

​Namun, padatnya populasi mahasiswa ini rupanya menjadi berkah tersendiri bagi para pencari pundi-pundi rupiah, terutama para driver ojek online. Alhasil, pemandangan kota kini didominasi oleh penampilan jaket-jaket hijau yang berseliweran di setiap sudut jalan.

​Sialnya, berkah bagi mereka sering kali menjadi musibah bagi kesehatan mental pejalan kaki. Entah karena dikejar waktu orderan atau sebagai ajang penampilan skill berkendara. Cara mereka berkendara, baik motor maupun mobil rasanya seperti sedang melewati jalanan milik nenek moyang sendiri. Sangat ugal-ugalan.

Di tengah labirin Malang yang sempit dan berkelok, aksi mereka dalam berkendara membuat perjalanan santai para mahasiswa menjadi simulasi uji nyali sehingga membuat jantungan setiap saat.

Kota Malang menjadi kota pendidikan yang semakin terasa sesak

Umumnya, pemandangan jalanan yang padat, bising, dan sesak hanya terjadi di jalan-jalan utama pusat kota. Namun, hal itu tidak berlaku di Kota Malang. Di sini, jalanan penghubung, jalur alternatif, bahkan gang-gang tikus sekalipun rasanya sudah ikut kehilangan ruang bernapas. Ribuan roda dua berseliweran setiap detik. Mereka semua terlihat terburu-buru, seakan-akan urusan dunia mereka adalah yang paling krusial di atas bumi ini.

Ego berkendara pun meningkat. Tak ada lagi kata “mengalah” di aspal jalanan. Bukan sekali dua kali saya melihat orang bertengkar di jalanan hanya karena tersinggung saat pengendara lain menyalip tapi rasanya seperti menantang duel. 

​Setiap sudut jalanan Malang kini hanya menampilkan wajah orang-orang yang sedang dikejar waktu. Ada mahasiswa yang panik jika terlambat akan dialfa oleh dosen, hingga pekerja kantoran yang cemas membayangkan gajinya dipotong akibat telat absen. Tak hanya itu, di antara mereka juga terselip para driver ojek online yang matanya tak lepas dari layar ponsel dengan mengendarai kendaraannya seperti ajang balap di sirkuit, demi mengejar orderan yang masuk.

Baca Juga:

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera karena Potensi Wisata Kota Ini Begitu Besar tapi Terbentur Tembok Birokrasi

Layanan Perpustakaan Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman

Keadaan ini semakin diperparah dengan menjamurnya para pedagang kaki lima yang nekat menggelar lapak di bahu-bahu jalan. Alih-alih menjadi kota pelesir yang tenang, ruang gerak di Kota Malang kini semakin menyusut, meninggalkan rasa sesak yang kian mencekik bagi siapa saja yang melintas.

BACA JUGA: Malang: Nyaman untuk Hidup tapi Bikin Sesak Buat Bertahan Hidup

Berkah driver ojek online menjadi ujian mental bagi para penumpang

Latihan kesehatan jantung ternyata tidak hanya bisa dilakukan saat nekat menyeberang jalanan Kota Malang. Jika ingin sensasi yang lebih ekstrem, cobalah memesan mobil penjemputan online. Begitu pintu mobil tertutup, perjalanan santai seketika berubah menjadi simulasi balapan di sirkuit.

​Sepanjang jalan, alih-alih menikmati empuknya kursi mobil, yang ada justru disibukkan dengan urusan menahan berat badan agar tidak terjungkal ke depan setiap kali driver menginjak rem secara mendadak. Jantung berdebar kencang, dan refleks kaki otomatis ikut menekan lantai mobil, seolah-olah memiliki pedal rem gaib.

Di tengah guncangan itu, mata rasanya tak sanggup lagi menatap pemandangan kota yang begitu indah, melainkan terus terpaku pada peta di aplikasi dengan satu doa dan harapan: semoga mobil ini bisa segera sampai di lokasi tujuan dalam keadaan selamat dan utuh.

Pedagang kaki lima yang nekat berjualan di sepanjang bahu jalan

Kondisi jalanan yang sudah super sesak ini semakin diperparah dengan keberadaan para pedagang kaki lima yang nekat menggelar lapak di sepanjang bahu jalan. Lihat saja kawasan Jalan Terusan Surabaya dan Sigura-gura. Di dua jalur legendaris ini, sekadar membeli camilan malam sudah bergeser esensinya aktivitas ekstrem yang memicu adrenalin.

​Posisi gerobak-gerobak jualan tersebut benar-benar memakan aspal jalanan yang lebarnya sudah sangat pas-pasan. Setiap kali memutuskan untuk jajan di pinggir jalan, rasa waswas langsung menghantui. Pembeli harus rela mengantre sambil menahan rasa takutnya dan pasrah saat spion motor atau knalpot mobil yang lewat melesat hanya beberapa sentimeter dari baju.

Alih-alih menjadi ruang publik yang ramah, jalanan sempit itu kian menyusut menjadi labirin mencekik yang memaksa pejalan kaki bertaruh nyawa demi seporsi camilan.

Kota Malang bisa dibilang benar-benar malang. Ia menarik banyak manusia, tapi hal tersebut justru mulai menggerogoti hal-hal indah yang ada di sana. Kemacetan pun merambah gang, dan itu jadi alarm bahaya yang perlu segera diselesaikan.

Penulis: Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kota Malang, Apel, dan Beberapa Rasa Kecewa Saya Sebagai Pendatang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2026 oleh

Tags: jalan terusan surabaya malangkota malangsigura-gura malang
Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati

Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Malang. Menaruh perhatian terhadap keadaan dilingkungan sekitar

ArtikelTerkait

kota malang tipe tukang parkir

Kota Malang Sebaiknya Segera Ganti Julukan Jadi Kota Seribu Parkir

17 Februari 2021
4 Hal yang Saya Baru Ketahui Setelah Mengunjungi Malang Secara Langsung Mojok.co

4 Hal yang Saya Baru Ketahui Setelah Mengunjungi Malang Secara Langsung

16 Agustus 2024
4 Makanan Khas Malang yang Jarang Direkomendasikan Warga Lokal kepada Wisatawan

4 Makanan Khas Malang yang Jarang Direkomendasikan Warga Lokal kepada Wisatawan

1 Maret 2024
Nyatanya, Malang Benar-benar Indah tangerang UM

Keluh Kesah Mahasiswa UM terhadap Trotoar Kota Malang: Trotoar kalau Nggak Rusak, ya Jadi Tempat Jualan, Pejalan Kaki Nasibnya Gimana, Bolo?

17 Januari 2024
Jalan Tumbal Negara hingga Jalan Sangean, Inilah 7 Jalan dengan Nama Unik dan Aneh Di Malang

Jalan Tumbal Negara hingga Jalan Sangean, Inilah 7 Jalan dengan Nama Unik dan Aneh Di Malang

23 Januari 2025
Memasang Replika Lokomotif Lori Tebu di Kayutangan Malang adalah Penistaan Sejarah (Dokumen pribadi)

Lori Tebu di Kayutangan Malang Adalah Wujud Penistaan Sejarah

16 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026
Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi Mojok.co

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

18 Juli 2026
Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.