Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati oleh Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati
11 Juli 2026
A A
Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sering kali di jalan saya jumpai emak-emak saat menyebrang jalan sein kiri belok kanan. Sungguh sangat menyebalkan. Saya setuju jika sebutan “Ras Terkuat di Bumi” diberikan kepada emak-emak. Akan tetapi, kalau ditanya “Raja Jalanan” sebenarnya, bapak-bapak yang suka merokok saat berkendara lebih tepat menyandangnya.

Bukan sekali atau dua kali mata saya terasa perih karena kelilipan bara api dari pengendara di depan. Masalahnya, abunya terbang begitu cepat. Kalau sejak awal kelihatan ada kepulan asap, saya pasti sudah ambil jarak aman. Sialnya, sering kali tangan mereka tersembunyi, terselip di antara stang motor, tahu-tahu bara sudah mampir ke mata orang lain.

​Lucunya, saat ditegur baik-baik, oknum bapak-bapak perokok ini biasanya berubah menjadi lebih galak dari orang yang menegurnya. Kalau emak-emak salah sein ditegur paling banter berujung omelan tanpa henti hingga membuat telinga panas. Tapi berhadapan dengan oknum perokok jalanan ini beda cerita, urusannya bisa panjang hingga langsung main fisik atau adu otot di pinggir jalan.

Mereka yang bikin bahaya, tapi mereka juga yang malah menyalahkan orang lain karena tidak berhati hati.

Penguasa jalanan selalu menormalisasi bahaya yang ia buat

Jika dibedah satu persatu, kesalahan oknum emak-emak dalam menyalakan lampu sein rata-rata bersumber dari kurangnya pemahaman yang dimilikinya. Memang hal itu tidak dapat dibenarkan karena membahayakan nyawa pengendara lainnya.

Namun, berbeda dengan oknum bapak-bapak yang merokok saat berkendara. Mereka justru menyadari bahwa saat berkendara, bara api dari rokok akan terbang ke belakang mengenai pengendara lainnya. Akan tetapi, mereka justru cenderung tidak peduli. Ketika ditegur jawabannya selalu “Ya salah sendiri kenapa tidak pakai helm full face!”, “Ini kan jalan umum, ya suka-suka saya lah!”atau bahkan “Kalau tidak mau kena asap, ya pakai mobil sana!”

Kalimat tersebut sering kali menjadi senjata mereka untuk melegitimasi tindakan egois tersebut. Sungguh ironis. Padahal, sudah ada aturan hukum yang melarangnya.

Sering kali saya melihat tak hanya pengendara motor saja yang merokok saat berkendara. Bahkan pengendara mobil juga melakukan hal yang sama. Menurunkan kaca jendela, kemudian tangan dikeluarkan dengan ujung kedua jari mengapit rokok yang sedang menyala. Entahlah di mana hati nurani mereka terhadap pengendara lainnya.

Baca Juga:

Semoga Orang yang Merokok Saat Berkendara Dipenjara Lebih Lama dan Masuk Neraka Paling Dasar

Kenapa Bapak-bapak Suka Pakai Kaos Partai Gratisan?

Jalan raya bukanlah asbak pribadi, jadi jangan merokok saat berkendara

Pada akhirnya, takhta “Raja Jalanan” memang sudah selayaknya bergeser dari emak-emak ke oknum bapak-bapak perokok. Oknum emak-emak di jalanan mungkin sering menguji iman dan membuat kita mengelus dada, tapi setidaknya itu lahir dari ketidaktahuan. Meskipun hal itu juga tidak bisa diwajarkan juga.

Namun, hal ini berbeda dengan kasus oknum bapak-bapak merokok saat berkendara. Mereka tahu bahwa mereka salah. Tapi mereka tidak mau disalahkan. Yang mereka mau, kita normalisasi kesalahan yang mereka lakukan. Jika mereka tidak ditegur maka, keselamatan mata menjadi taruhannya. Namun, jika mereka ditegur muka menjadi bonyok karena amukannya.

Jalan raya merupakan fasilitas umum yang dipakai seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pekerja, ibu-ibu beraktivitas, hingga anak-anak berangkat sekolah. Jalan raya bukanlah asbak pribadi para perokok. Jika hasrat merokok sudah tidak tertahankan, alangkah baiknya segera mencari tempat yang sesuai seperti warung kopi atau rest area. Jangan mengorbankan keselamatan orang lain hanya untuk memenuhi hasrat pribadi.

Penulis: Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Semoga Orang yang Merokok Saat Berkendara Dipenjara Lebih Lama dan Masuk Neraka Paling Dasar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2026 oleh

Tags: aturan berkendara di jalanbapak-bapakhukum merokok saat berkendaramerokok saat berkendara
Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati

Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Malang. Menaruh perhatian terhadap keadaan dilingkungan sekitar

ArtikelTerkait

3 Alasan Kaus Swan Sangat Disukai Bapak-bapak terminal mojok.co

Kaus Swan Sangat Disukai Bapak-bapak dan Ini Alasannya

10 Oktober 2021
Semoga Orang yang Merokok Saat Berkendara Dipenjara Lebih Lama dan Masuk Neraka Paling Dasar

Semoga Orang yang Merokok Saat Berkendara Dipenjara Lebih Lama dan Masuk Neraka Paling Dasar

11 November 2023
Honda Mega Pro, Motor yang yang Identik dengan Bapack-bapack motor honda megapro

Honda Mega Pro, Motor yang yang Identik dengan Bapack-bapack

27 April 2022
Kenapa Bapak-bapak Suka Pakai Helm Motor Gratisan dari Dealer Terminal Mojok

Kenapa Bapak-bapak Suka Pakai Helm Motor Gratisan dari Dealer?

6 Juni 2022
Membedah Alasan Bapak-bapak Pakai Nama Kota di Akun Media Sosialnya terminal mojok.co

Membedah Alasan Bapak-bapak Pakai Nama Kota di Akun Media Sosialnya

11 Februari 2021
ariasan ibu-ibu MOJOK.CO

Jadi Tuan Rumah Arisan Ibu-ibu? Siapa Takut!

7 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi Mojok.co

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi

27 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.