Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
31 Juli 2026
A A
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pada masanya Jambooland pernah jadi salah satu tempat wisata favorit warga Tulungagung. Saat musim liburan, tempat wisata ini pasti selalu ramai. Banyak keluarga datang untuk menghabiskan waktu bersama.

Akan tetapi, itu semua dahulu. Perlahan Jambooland mulai ditinggalkan. Daya tarik taman wisata air ini tidak lagi kuat karena semakin banyak pilihan wisata di Tulungagung. Selera masyarakat juga terus berubah mengikuti tren. 

Tulungagung yang dahulu bukanlah yang sekarang

Sekarang Tulungagung sudah begitu maju. Salah satu kabupaten di Jawa Timur ini punya begitu banyak pilihan tempat hiburan dan wisata. Kalau bosan di rumah atau di kosan, kalian bisa langsung ke pantai atau ke tempat wisata alam lain. Kalau tak ingin plesir yang menghabiskan energi, kalian bisa nongkrong di kafe yang mulai menjamur. Banyaklah pilihannya. 

Kondisi ini jauh berbeda dengan belasan tahun lalu. Jambooland begitu menonjol karena memang tidak banyak pilihan hiburan di Tulungagung. 

Selain mulai banyak pesaing, wisata taman air sekarang ini terasa kurang keren. Begini, pengunjung itu ingin sesuatu yang baru, tempat wisata harus mengikuti perubahan itu. Wahana yang sama dipertahankan selama bertahun-tahun jadi membosankan. Rasa penasaran pun berkurang. Akhirnya orang mencoba tempat lain.

Itu terbukti dari ulasan Jambooland Tulungagung. Mereka menilai Jambooland masih punya potensi besar. Hanya saja, perlu inovasi dan pengembangan yang lebih serius agar pengunjung lebih tertarik. 

Jambooland Tulungagung menghadapi pergeseran minat wisatawan

Jujur perubahan minat wisatawan banyak dipengaruhi oleh kehadiran media sosial, khususnya Instagram. Medsos satu ini memungkinkan orang-orang bebas mengunggah foto dan caption kegiatan mereka, termasuk saat liburan. 

Media sosial pun ikut mengubah cara orang memilih tempat wisata. Kini Banyak orang mencari tempat wisata yang bagus untuk difoto. Semakin menarik tampilannya, semakin cepat dikenal. Semakin sering muncul di media sosial, semakin ramai dikunjungi. 

Baca Juga:

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Tren ini sulit dihindari dan jadi tantangan tersendiri untuk Jambooland Tulungagung. Situasi tersebut membuat pengelola harus lebih kreatif. Event perlu lebih sering dibuat. Promo juga perlu diperbarui. Aktivitas tambahan bisa menjadi daya tarik. Tujuannya agar kunjungan lebih merata sepanjang tahun.

Jambooland sebenarnya masih memiliki modal yang cukup besar untuk kembali bersaing. Wahananya lengkap, lokasinya pun terjangkau. Nama Jambooland juga sudah cukup dikenal oleh masyarakat Tulungagung. Tinggal bagaimana pengelolaan dan inovasinya terus mengikuti perkembangan zaman.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2026 oleh

Tags: JamboolandJambooland Tulungagungtulungagungwisata tulungagung
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Keluh Kesah Mahasiswa UIN SATU Tulungagung: Tempat Parkiran yang "Diserang" Tahi Burung Dara Sampai Sistem Pembayaran UKT yang Bikin Ngelus Dada

Keluh Kesah Mahasiswa UIN SATU Tulungagung: Tempat Parkiran yang “Diserang” Tahi Burung Dara Sampai Sistem Pembayaran UKT yang Bikin Ngelus Dada

7 Februari 2025
Tulungagung

Suwung dan Kosakata Khas Tulungagung Lainnya

27 November 2021
Jawa Timur Nggak Hanya tentang Surabaya, Malang, dan Madura Saja, Ada 5 Daerah Underrated yang Wajib Dikunjungi Seperti Blitar dan Tulungagung

Jawa Timur Nggak Hanya tentang Surabaya, Malang, dan Madura Saja, Ada 5 Daerah Underrated yang Wajib Dikunjungi

14 Oktober 2023
5 Akibat Seandainya Kabupaten Tulungagung Tidak Memiliki Marmer

5 Akibat Seandainya Kabupaten Tulungagung Tidak Memiliki Marmer

9 April 2025
Jaranan Kediri, Blitar, dan Tulungangung: Serupa, tapi Tak Sama terminal mojok.co

Jaranan Kediri, Blitar, dan Tulungangung: Serupa, tapi Tak Sama

22 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026
Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari

Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari

14 Agustus 2026
Nasib Sidoarjo: Ketika Ibu Kotanya Kalah Tenar Dibanding Kecamatan Krian, Pusat Pemerintahan Kalah Telak Sama Pasar Tradisional

Nasib Sidoarjo: ketika ibu kotanya kalah tenar dibanding Kecamatan Krian, pusat pemerintahan kalah telak sama pasar tradisional

15 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.