Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Rujak Buah Jawa Timur Pakai Tahu Tempe: Nggak Masuk Akal, tapi Enak

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
16 Desember 2025
A A
Rujak Buah Jawa Timur Pakai Tahu Tempe: Nggak Masuk Akal, tapi Enak

Rujak Buah Jawa Timur Pakai Tahu Tempe: Nggak Masuk Akal, tapi Enak (Sofiah Budiastuti via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Rujak buah pakai tahu tempe rasanya nggak masuk akal. Tapi setelah saya cicipi rasanya nggak buruk.

Jawa Timur tidak henti-hentinya membuat saya keheranan, terutama dengan sajian kulinernya. Mulai dari kombinasi antara bahan dalam makanan, rasa yang ditawarkan, hingga campuran bumbu yang digunakan. Meski sama-sama Jawa, makanan Jawa Timur punya perbedaan yang mencolok dengan Jawa Tengah apalagi Jawa Barat. Keheranan saya tentu tidak semuanya berujung pada penilaian yang negatif, ada kalanya saya memandangnya positif.

Bermula dari rasa heran, aneh, dan menganggapnya paradoks, tapi pada akhirnya ketika makanan itu dicicipi ternyata punya harmonisasi tersendiri di lidah. Salah satu makanan yang awalnya saya heran dengan kombinasinya kemudian saya anggap positif adalah rujak buah. Di Jawa Timur, rujak buah selalu disajikan bersamaan dengan tahu dan tempe (umumnya digoreng).

Merasa aneh melihat rujak buah di Jawa Timur

Ketika pertama kali membeli rujak buah Jawa Timuran, dan melihat ada tahu dan tempe yang ikut masuk di dalamnya, saya memandang keduanya adalah anomali. Yah, ibaratnya seperti penumpang gelap yang nyelonong masuk ke dalam wadah yang isinya buah segar, asam, dan manis. Kayak ngapain Anda di situ?

Beberapa kawan saya yang dari luar Jawa Timur pun sepakat kalau itu sesuatu yang nggak lazim. Rujak buah kok ada proteinnya. Bahkan ada dari mereka yang enggan mencoba (mengunyah tahu-tempe bersamaan dengan buahnya) karena takut akan kehilangan orisinalitas rasa dan sensasi dari rujak buah itu sendiri. Rujak itu kan bisa dibilang semacam salad buah. Lha kok tiba-tiba ada tahu atau tempe. Secara logika kok terkesan paradoks. Terlebih kondisinya digoreng lagi.

Tapi setelah saya mencobanya langsung dan berkali-kali, ternyata secara rasa, keberadaannya bukan jadi pembeda apalagi keanehan, melainkan jadi penyeimbang. Pun ketika saya bertanya kepada kawan yang asli Jatim, mereka menyebut kalau keberadaan tahu atau tempe goreng itu punya fungsi yang lebih dalam dari sekadar penyeimbang. Dia semacam punya fungsi sosial yang diam-diam ternyata penting.

Fungsi tahu dan tempe

Jadi fungsi tahu sebagai penyeimbang tuh begini. Kalau dirasakan betul, bumbu rujak Jawa Timur itu tipe yang nggak manis-manis banget. Dia cenderung pekat, pedasnya kuat, asinnya tegas, dan kadang ada rasa umaminya. Dengan rasa bumbu yang “segalak” itu, kalau semua yang masuk ke mulut adalah buah-buahan yang asam, manis, mengkal, rasa rujaknya jadi nggak balance dan bikin kapok makannya. Yah, ada sensasi seru sih, tapi nggak bisa dinikmati lama-lama.  

Nah, keberadaan tahu atau tempe di sini adalah penyeimbangnya. Kedua makanan ini rasanya netral, agak hambar, sehingga jadi mediator untuk menetralkan kombinasi bumbu yang kuat dan buah-buahan segar.

Baca Juga:

Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

Kemudian, khusus untuk tahu sendiri, bentuknya yang semacam spons membuat bumbu rujaknya bisa terserap, jadi ada gigitan yang bumbunya melekat, bukan cuma numpang lewat di dalam mulut. Sensasinya memberi kenangan. Sebab kalau diperhatikan, buah segar itu punya tekstur yang licin, sehingga bumbu bisa jadi tidak terserap sempurna.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, keberadaan tahu atau tempe dalam rujak buah itu punya fungsi sosial tersendiri. Rujak buah adalah makanan murah-meriah yang banyak dijadikan camilan, tapi bagi masyarakat Jawa Timur banyak jajanan yang fungsinya bukan hanya sebagai cemilan. Ia harus punya fungsi sebagai pengganjal lapar yang ampuh. Di sinilah tahu atau tempe itu berperan.

Keberadaan mereka bukan sekadar tambahan. Keduanya adalah strategi bagaimana menghadirkan protein murah yang bisa bikin perut kenyang setidaknya sampai sore.

Selain itu bagi penjual, tahu atau tempe adalah cara menghadirkan cemilan yang mengenyangkan tanpa khawatir harga biayanya tinggi. Buah punya harga yang relatif lebih mahal dan fluktuatif. Kalau hanya mengandalkan buah saja untuk porsi yang banyak, harganya tentu bisa lebih mahal dan bikin pembeli pun mikir-mikir untuk membelinya. Maka tahu dan tempe jadi komponen ekonomi yang berfungsi untuk menstabilkan “nilai kenyang” agar rujak tetap ramah kantong.

Tahu tempe dalam rujak buah masuk akal

Saya pun akhirnya berkesimpulan, meski awalnya terkesan paradoks, keberadaan tahu atau tempe di dalam rujak buah itu logis. Sebab yang membuat sesuatu terasa ideal bukan elemen yang paling kuat atau menonjol, tapi yang paling bisa meredam dan menyeimbangkan. Tahu dan tempe itu nggak wangi, nggak manis, nggak segar, tapi tanpanya, rujak Jawa Timuran seperti makanan galak yang nggak punya peredam. Keberadaan buah-buahannya seperti ingin menang sendiri dan saling mendominasi.

Boleh jadi hidup juga mirip rujak buah Jawa Timuran. Kadang kita menemui situasi yang sulit, gembira, sedih, tapi tetap butuh sesuatu yang sederhana, yang cuma bertugas menyeimbangkan agar semuanya bisa dilalui sampai selesai. Seperti tempe dan tahu, ia penyeimbang di antara yang tajam, manis, dan asam. Supaya semuanya bisa dinikmati sampai habis.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bagi Saya, Rujak Bakso Adalah Perpaduan Makanan yang Gagal dan Nggak Menggugah Selera.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2025 oleh

Tags: kuliner jawa timurmakanan jawa timurrujakRujak Buahtahutempe
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

4 Kuliner Ngadi-ngadi Khas Surabaya yang Enaknya Keterlaluan Terminal Mojok

4 Kuliner Ngadi-ngadi Khas Surabaya yang Enaknya Keterlaluan

20 Januari 2022
6 Rekomendasi Street Food Surabaya yang Laris Diserbu Pembeli Terminal Mojok

6 Rekomendasi Street Food Surabaya yang Laris Diserbu Pembeli

19 Agustus 2022
Menobatkan Tempe Kacang sebagai Oleh-Oleh Malang yang Paling Khas, Oleh-Oleh Lain Nggak Pantas! Mojok.co

Jangan Salah Pilih, Tempe Kacang Adalah Oleh-oleh Khas Malang yang Paling Autentik. Oleh-oleh Lain Lewat!

5 Juli 2024
Lontong Kupang Kuliner Red Flag Jawa Timur, tapi Banyak yang Suka Mojok.co

Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

3 Maret 2026
6 Dosa Penjual Rawon yang Sebaiknya Dihindari

6 Dosa Penjual Rawon yang Sebaiknya Dihindari

31 Mei 2023
Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

9 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.