Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Sate Ambal Sambal Tempe, Kuliner “Nyeleneh” Kebumen yang Bikin Ketagihan

Setiawan Muhdianto oleh Setiawan Muhdianto
25 September 2023
A A
Sate Ambal Sambal Tempe, Kuliner "Nyeleneh" Kebumen yang Bikin Ketagihan

Sate Ambal Sambal Tempe, Kuliner "Nyeleneh" Kebumen yang Bikin Ketagihan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tak seperti sate pada umumnya yang menggunakan sambal kacang ataupun sambal kecap, sate ambal khas Kebumen justru tampil “nyeleneh” menggunakan sambal tempe. Sambal ini terbuat dari tempe rebus yang dilumatkan dan dicampur gula jawa dan bumbu.

Sebelum dibakar, daging ayam yang telah dipotong-potong dimarinasi dengan bumbu selama 2 jam sehingga bumbu meresap. Bumbu sate terdiri dari sekitar 12 macam rempah. Bekas bumbu rendaman sate dicampur dengan tempe rebus yang telah dilumatkan. Campuran tempe dan bumbu ini selanjutnya jadi sambal yang disiramkan ketika sate siap disajikan.

Sebenarnya tanpa sambal tempe pun sate ambal khas Kebumen sudah nikmat. Akan tetapi, kalau ditambah sambal rasanya jadi lebih kaya, ada perpaduan rasa manis, pedas, dan gurih yang pas.

Jangankan memakannya, asap pembakaran satenya saja sangat harum dan sedap. Bahkan saya belum pernah mendapati bau asap sate senikmat itu. Aroma sate ambal melempar memori saya pada masa tahun 90-an. Masa ketika begitu populernya hiburan rakyat khas Jawa Tengah bagian selatan. Ketika hampir tiap hari ada tanggapan wayang, ketoprak, kuda lumping, ataupun ndudalak. Suasana magis pertunjukan itu rasanya kurang afdal tanpa aroma sate ambal dari para penjaja.

Sate ambal berasal dari Kecamatan Ambal di pesisir selatan Kebumen

Sate ambal berbeda dengan sate-sate lain yang berasa sate ketika dicampur dengan sambal “pengacau” lidah. Kenapa saya sebut pengacau? Bagi saya, sambal kacang dan kecap adalah pengacau indera perasa. Makanan yang berasa hambar, biasa saja, tidak enak, atau bahkan pahit, kalau dicampur sambal kacang atau kecap akan terasa “enak”. Ikan atau daging yang dibakar tapi belum matang, agak amis, atau pahit karena gosong, ketika dicampur kecap akan terasa “nikmat”.

Nama sate ini berasal dari tempat asal sate. Ambal adalah sebuah kecamatan di pesisir selatan Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Kebumen dan 50 kilometer dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Wilayah Ambal dilalui jalur Pansela yang membentang dari Anyer sampai Banyuwangi sejajar dengan pantai selatan Jawa. Adanya jalur jalan ini menjadikan sate ambal semakin dikenal oleh para penggguna jalan. Terlebih lagi di musim mudik Lebaran, jalur ini menjadi alternatif menghindari kemacetan.

Apabila Anda melewati jalur Pansela dari arah Yogyakarta ketika masuk batas Kabupaten Kebumen, ambil ambil jalur lurus melewati Jalan Daendels. Ketika memasuk Desa Ambalresmi, Anda akan disambut dengan berbagai jejeran warung sate ambal. Hampir semua warung mencantumkan tiga tokoh, yaitu Santukit, Surip, dan Kasman. Para penjual tersebut “mengaku” sebagai putra dan cucu dari ketiga tokoh tersebut.

Baca Juga:

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

Langganan saya adalah Sate Ayam Bu Klendet yang merupakan anak dari Pak Kasman. Warung ini bersebelahan dengan warung sate Pak Kasman. Sudah lazim di sini sesama saudara berjualan sate bersebelahan. Bahkan pernah ketika saya ke toilet yang ada di belakang warung, saya menyaksikan ternyata sate yang dijual di kedua warung tersebut adalah sama.

Sejarah sate ambal berawal dari seorang tentara Pangeran Diponegoro bernama Sabar Wiryo Taruno. Dialah orang yang pertama kali menjajakan sate ambal dengan berkeliling memakai pikulan sekitar tahun 1983. Para penjual sate ambal Kebumen sebagian besar merupakan anak keturunan dari Pak Sabar.

Rasanya bikin ketagihan

Saya, istri, dan anak-anak saya tidak selera makan sate kalau bukan sate ambal. Bahkan istri saya yang asal Pekalongan setelah kenal dengan sate ambal, lidahnya sudah tidak bisa menikmati sate lain. Setiap kali mudik ke Kebumen, mereka selalu mengajak ke Ambal. Ataupun kalau eyang atau saudara berkunjung ke Bogor, mereka sering minta dibawakan makanan istimewa ini.

Kalau jenis sate lainnya biasanya harus dimakan di hari itu juga karena cepat basi. Sementara sate ambal bisa bertahan hingga 3 bahkan 4 hari kalau tidak dicampur dengan sambal. Agar sambal lebih awet harus dipisah dan langsung dimasukkan ke kulkas.

Ketika rezeki longgar, beberapa kali saya membawa sate ambal ke kantor sehabis mudik Lebaran. Semua orang di kantor biasanya mengatakan sangat enak. Apesnya, setiap kali mereka tahu saya pulang ke Kebumen, mereka pasti menagih oleh-oleh sate ini.

Pernah juga ada teman kantor yang main ke Kebumen, langsung saya ajak ke Ambal. Awalnya dia meledek, “Sate kok kayak gini?” Tapi setelah dimakan, dia habis 40 tusuk sendiri.

Keistimewaan lain dari sate ambal Kebumen adalah dimakan dengan ketupat. Kalau sate lainnya kan biasa dimakan pakai nasi atau lontong, ya. Ketupatnya pun ketupat asli janur kelapa, bukan ketupat yang dibungkus plastik, makanya rasa dan aroma sate ini khas. Berasnya juga ori tanpa dicampur “obat” biar awet. Perbedaan lainnya sate ambal dengan sate biasanya ada pada tusuk satenya. Tusukannya bukan terbuat dari bambu, melainkan lidi daun kelapa.

Ada kepercayaan bahwa sate ambal akan enak bila dijual di daerah Ambal, apabila dijual di daerah lain pasti rasanya tidak enak. Bisa jadi ini cuma sugesti, mitos, atau bahkan strategi pemasaran. Namun harus saya akui, kalau membeli sate di luar Kecamatan Ambal, rasanya kurang mantap. Padahal warung satenya cabang dari yang di Ambal. Bisa jadi inilah keistimewaan sate ambal. Ah, yang penting makan satenya, deh.

Jadi, ayo ke Kebumen, eh, Ambal.

Penulis: Setiawan Muhdianto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Percayalah, Jangan Main ke Kebumen, Nanti Bakal Nyesel.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2023 oleh

Tags: jawa tengahKebumensambal tempesatesate ambaltempe
Setiawan Muhdianto

Setiawan Muhdianto

Pencinta Teh Poci

ArtikelTerkait

Sisi Gelap Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing (Unsplash)

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

19 Januari 2026
UNDIP dan UNNES Bukan Kampus Terbaik di Semarang, tapi UIN Walisongo (Unsplash)

Menolak UNDIP dan UNNES Menjadi Kampus Terbaik di Semarang karena Status Itu Milik UIN Walisongo

6 Maret 2024
Kabupaten Purworejo, Kabupaten Tak Dianggap padahal Jasanya Besar dan Surganya para Introvert

Purworejo, Kabupaten Penuh Potensi, tapi Ditinggal Kabur Pemudanya, Berpotensi Jadi Kota (yang Terpaksa) Tua!

20 Juni 2025
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Kebumen Bukan Sebatas Tempat Singgah di Antara Jogja & Purwokerto (Pexels)

Kebumen Tak Lagi Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah, tapi Wajib Tetap Waspada!

10 September 2025
5 Kuliner Khas Banyumas yang Wajib Dicoba Terminal Mojok

5 Kuliner Khas Banyumas yang Menggoyang Lidah dan Wajib Dicoba

6 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang Mojok.co

Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang

7 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026
Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.