Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Plasa Simpang Lima Semarang, Mall Tertua di Jawa Tengah yang Kini Mengenaskan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
7 April 2024
A A
Plasa Simpang Lima Semarang, Mall Tertua di Jawa Tengah yang Kini Bernasib Mengenaskan

Plasa Simpang Lima Semarang, Mall Tertua di Jawa Tengah yang Kini Bernasib Mengenaskan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa sangka mall tertua di Jawa Tengah, Plasa Simpang Lima Semarang, kini berakhir mengenaskan.

Seakan sudah jadi tradisi, membeli baju atau sepatu baru merupakan kewajiban menjelang Lebaran bagi sebagian besar orang. Meski tren saat ini masyarakat cenderung memenuhi kebutuhan Hari Raya secara online, masih ada yang memilih berbelanja langsung di mall dengan berbagai alasan. Tidak heran, beberapa minggu ke belakang ini parkiran di sejumlah pusat perbelanjaan terlihat penuh sesak.

Sayangnya, hiruk pikuk tersebut tak dirasakan oleh para pedagang di Plasa Simpang Lima yang merupakan salah satu mall tertua di Semarang, bahkan Jawa Tengah. Dibuka pada tahun 1990, pusat perbelanjaan yang namanya terbentuk dari akronim “Pelataran Serba Ada” sempat mendulang kejayaan dan menjadi kebanggaan warga Kota Atlas. Sebab gedungnya yang tinggi mencolok mata di seputar pusat kota. Maklum, kala itu tak banyak gedung pencakar langit yang berdiri di Kota Atlas.

Kondisi Plasa Simpang Lima Semarang kini memprihatinkan

Kontras dengan gemilang masa lalunya, keadaan Plasa Simpang Lima Semarang saat ini sungguh mengenaskan. Tidak hanya sepi pengunjung, kondisi fisik bangunan tak kalah memprihatinkan. Dinding gedung yang dulu terpoles cat dengan sempurna, sekarang sudah banyak yang terkelupas. Sementara bagian lantai yang dipasangi keramik berukuran 30×30 sentimeter dengan dominasi warna putih juga menunjukkan retak di beberapa tempat.

Siapa pun yang berkunjung ke Plasa Simpang Lima pada tahun ini, mungkin tidak pernah menyangka apabila pusat perbelanjaan tersebut adalah salah satu legenda di Kota Lumpia. Pasalnya, situasi yang terlihat kini tak ubahnya seperti sarang dedemit. Walau terdiri dari sepuluh lantai, hanya lantai dasar sampai lantai tiga yang menunjukkan denyut nadi kehidupan. Itu pun karena ada jembatan penghubung antara Plasa Simpang Lima dan Mall Citraland di lantai tiga. Bahkan, konon katanya dua lantai teratas mall tua ini sudah lama dibiarkan terbengkalai.

Lorong-lorong senyap menghiasi sepanjang lantai satu hingga lantai tiga. Walau masih ada sejumlah kecil tenant yang beroperasi, mayoritas telah menutup gerai untuk selama-lamanya. Pun, jika para penyewa masih nekat bertahan, sepertinya para pengunjung juga enggan bersusah payah menyambangi lapak mereka. Sebab, eskalator yang menghubungkan tiap lantai di gedung itu hanya berfungsi sebagai pajangan alias mati total. Gambaran menyedihkan tersebut kurang lengkap jika tak disertai fakta matinya lampu di beberapa titik sehingga membuat banyak orang bergidik saat menilik.

Coba bertahan sebagai pusat jual beli aksesori telepon genggam dan laptop

Sesungguhnya, Plasa Simpang Lima Semarang sempat bertahan untuk beberapa waktu lamanya, bahkan sampai sesaat setelah pandemi Covid-19 resmi dinyatakan usai. Memang tempat tersebut bukan lagi dikenal sebagai tujuan cuci mata atau nongkrong cantik, melainkan sebagai pusat jual beli aksesori telepon genggam dan laptop. Akan tetapi, perbaikan yang tak kunjung direalisasikan berakibat semakin tergerusnya kedigdayaan Plasa Simpang Lima.

Fakta tersebut terasa menyakitkan mengingat Plasa Simpang Lima sejatinya menyimpan berbagai potensi dan keunggulan dari kacamata bisnis. Nama besar sudah tentu tak perlu lagi diragukan karena mall tersebut merupakan pionir di Semarang. Ditambah lagi, lokasi Plasa Simpang Lima terbilang sangat strategis.

Baca Juga:

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

Menjulang tepat di seberang alun-alun ikonik Lapangan Pancasila, seharusnya Plasa Simpang Lima Semarang tak perlu sepi pengunjung. Orang dengan mudah akan menemukan tempat tersebut. Apalagi Plasa Simpang Lima memiliki koneksi langsung dengan Mall Citraland yang masih ramai disambangi masyarakat.

Potensi lain yang diabaikan adalah kenyataan bahwa Plasa Simpang Lima berdampingan dengan Hotel Grand Arkenso yang mempunyai reputasi cukup baik menurut sederet situs layanan pemesanan akomodasi. Seandainya Plasa Simpang Lima jauh-jauh hari melakukan pembaharuan, termasuk juga dalam hal branding dan positioning, bisa saja jurang menuju kehancuran dapat ditepis. Misalnya saja dengan mengubah Plasa Simpang Lima sebagai sentra dan kuliner khas Semarang sehingga tamu hotel dari luar kota akan tertarik mendatangi tempat tersebut alih-alih digunakan sebagai pusat jual beli gadget.

Tak ada tindakan menyelamatkan mall tertua di Jawa Tengah ini

Sayangnya, hingga detik ini, tanda-tanda tindakan penyelamatan untuk mall legendaris tersebut belum terdengar gaungnya. Sebab, apabila keadaan memilukan ini dibarkan terus berlanjut, kemungkinan besar Plasa Simpang Lima Semarang akan mengalami nasib serupa dengan pusat perbelanjaan lain seangkatannya. Sebut saja pertokoan di kawasan Super Ekonomi yang kini tinggal nama atau Gadjah Mada Plaza yang disulap menjadi area parkir raksasa. Padahal kedua tempat tersebut dulunya adalah area belanja ramai yang mengitari bundaran Simpang Lima.

Hal tersebut menjadi ironis manakala akhir-akhir ini banyak mall baru bertumbuh di ibu kota Jawa Tengah dengan alasan pemekaran. Apabila dikatakan kegagalan penjualan di Plasa Simpang Lima diakibatkan kalahnya persaingan dengan mall modern, rasanya opini ini kurang relevan. Sebab, Queen City Mall yang merupakan bekas Pasar Raya Sri Ratu dan sempat tersengal-sengal, saat ini beranjak pulih dan meniti tangga kesuksesan.

Mall yang baru diresmikan kembali tersebut berhasil menarik animo masyarakat. Sebab, mereka mau mengubah konsep sebagai life style mall mengikuti selera pasar. Entah bagaimana garis nasib Plasa Simpang Lima Semarang selanjutnya. Akankah mall tersebut mengikuti langkah Queen City atau justru berbalik fungsi jadi lokasi uji nyali?

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kelebihan Uptown Mall BSB City yang Tak Dimiliki Mal Lain di Semarang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2024 oleh

Tags: jawa tengahkota semarangMalmallmall semarangplasa simpang lima semarangpusat perbelanjaanSemarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Lampu Merah Kalibanteng Semarang Musuh Besar Sepeda Motor (Unsplash)

Anak SD Dibonceng Bapaknya Berhenti di Lampu Merah Kalibanteng Semarang, Pas Hijau Udah Lulus SMP

5 Februari 2024
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Kecamatan Kertek Wonosobo Bakal Menjadi Pusat Ekonomi, sekaligus Menambah Besar Potensi Masalah yang Bikin Sengsara Warga

14 Mei 2024
Sisi Lain Pakuwon Mall Jogja yang Sebaiknya Jadi Pertimbangan Pengunjung  Mojok.co

Sisi Lain Pakuwon Mall Jogja yang Sebaiknya Jadi Pertimbangan Pengunjung 

8 Juli 2024
Menjadi Warga Kabupaten Semarang Nggak Mudah, Hanya Orang Tangguh yang Sanggup Tinggal di Sana

Menjadi Warga Kabupaten Semarang Nggak Mudah, Hanya Orang Tangguh yang Sanggup Tinggal di Sana

16 Oktober 2023
4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya Terminal

4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya

9 Maret 2026
UNNES Semarang, Jangan Melupakan Jasa Prodi Sejarah (Unsplash)

Fisip UNNES Semarang Memperlakukan Prodi Sejarah, Prodi Tertua dan Sudah Teruji, Seperti Anak Tiri

13 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
kecamatan pedan klaten tempat tinggal terbaik di jawa tengah (Wikimedia Commons)

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

29 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.