Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

Krisdian Tata Syamwalid oleh Krisdian Tata Syamwalid
24 Februari 2026
A A
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga Sidoarjo dan memiliki kesibukan ngojol, yang setiap hari harus melintasi jalanan kota ini, saya sering merasa kasihan dengan ambisi kota kelahiran saya ini. Sidoarjo itu seperti adik bungsu yang selalu ingin terlihat sekeren kakaknya, Surabaya. Surabaya punya jembatan penyeberangan estetik, Sidoarjo ikut bikin. Surabaya punya taman kota yang rapi, Sidoarjo berusaha meniru. Ya meski akhirnya lebih sering jadi tempat jualan pentol dan ajang balap lari liar.

Tapi ada satu hal yang lupa disadari oleh para pemangku kebijakan di Sidoarjo. Bahwa kami warga Sidoarjo, tidak butuh kota ini menjadi “Surabaya Cabang Selatan”. Kami tidak butuh trotoar yang lantainya selicin giok dan marmer. Kami cuma butuh satu hal sederhana yang saking sederhananya sampai terasa mustahil yaitu jalanan yang tidak berlubang, itu aja plis.

Ambisi metropolitan vs realitas medan perang

Beberapa tahun terakhir, wajah Sidoarjo memang tampak dipermak. Flyover Aloha sudah berdiri tegak, monumen-monumen baru dibangun, renovasi alun-alun dan lampu-lampu kota mulai berpijar di sepanjang jalan protokol. Tapi coba Anda melipir sedikit ke jalan-jalan penghubung antar-kecamatan. Atau yang lebih ekstrem, lewatlah jalan raya arah Gedangan atau Krian dan Lingkar Timur saat hujan deras baru saja reda.

Di sana, kemegahan Sidoarjo langsung runtuh. Kalian tidak lagi merasa sedang berada di wilayah penyangga metropolitan, melainkan sedang berada di wahana uji nyali. Lubang-lubang jalan di Sidoarjo itu punya karakter yang unik. Mereka tidak sekadar berlubang, tapi memiliki kedalaman dan diameter yang cukup untuk dijadikan tempat pembibitan lele menurut saya, atau setidaknya tempat mandi kambing dan sapi.

Saya sering membayangkan, jika dinas terkait tidak segera menambal lubang-lubang ini, mungkin warga kreatif Sidoarjo akan mulai memasang jaring dan menebar benih ikan di tengah jalan. Toh, genangan airnya awet, sedalam luka hati, dan didukung oleh ekosistem lumpur yang sangat memadai.

BACA JUGA: Tidak Perlu Malu Mengakui Tinggal di Sidoarjo yang Sering Disebut Pinggiran Kota Surabaya

Skill berkendara warga Sidoarjo selevel pembalap motocross

Menjadi pengendara motor di Sidoarjo adalah sebuah pencapaian prestasi tersendiri. Kami tidak butuh sirkuit balap untuk melatih adrenalin. Cukup lewat jalur Sukodono atau lingkar timur saat jam pulang kantor, maka skill manuver kalian akan otomatis terasah dan membentuk semacam muscle memory.

Di Sidoarjo, kita belajar bahwa hidup adalah tentang pilihan yang sulit masuk ke lubang yang dalamnya tidak diketahui. Atau menghindar ke kanan tapi disambut moncong truk kontainer yang besarnya hampir menutupi sinar matahari. Ini adalah latihan ketangkasan yang luar biasa. Mungkin itulah alasan kenapa orang Sidoarjo itu tangguh-tangguh; setiap hari kami dipaksa melakukan Latihan Motocross versi lokal hanya untuk berangkat kerja.

Baca Juga:

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Sampai di titik saya curiga bahwa skill pembalap motocross sepertinya akan kalah dengan ibu-ibu matic sidoarjo yang sudah terbiasa menaklukkan ‘aspal gelombang cinta’.

Pemerintah mungkin berpikir bahwa membiarkan jalan rusak adalah cara untuk menekan angka kecelakaan karena orang jadi tidak bisa ngebut. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Para pengendara jadi hobi “berjoget” di atas aspal demi menghindari lubang, yang kalau dilihat dari kejauhan, gerakannya lebih mirip koreografi lagu TikTok daripada gaya berkendara yang aman.

Kepada bapak pejabat estetika itu bonus, aspal Sidoarjo bagus itu pokok!

Sering kali saya merasa ada salah komunikasi antara rakyat dan pejabat. Bapak-bapak di sana mungkin berpikir kami butuh air mancur menari atau taman dengan lampu warna-warni agar Sidoarjo terlihat sejajar dengan Surabaya. Padahal, keinginan kami itu sangat sederhana, mboten neko-neko.

Warga Sidoarjo tidak butuh punya gedung pencakar langit. Kami tidak butuh Sidoarjo punya mal sebanyak yang ada di jalan Basuki Rahmat Surabaya. Tolonglah, kembalikan saja fungsi jalan sebagai media transportasi, bukan sebagai media penguji suspensi motor yang cicilannya masih tiga tahun lagi.

Pajak kendaraan kami bayar tepat waktu, tapi kenapa ban dalam motor kami harus meletus setahun tiga kali karena menghantam “ranjau” aspal yang sudah legendaris itu? Mengaspal jalan dengan benar adalah bentuk penghormatan paling tinggi kepada warga, jauh lebih terhormat daripada membangun tugu yang fungsinya cuma buat latar belakang foto selfie orang lewat, meskipun nggak ikonik-ikonik amat

BACA JUGA: Sidoarjo Cocok untuk Perintis, Tak Harus Kerja Keras di Jakarta Sampai Mental Rusak

Berhenti berhalusinasi jadi Surabaya

Sidoarjo, sadarlah. Tidak perlu capek-capek bersaing gaya dengan Surabaya. Kakakmu itu memang sudah “mboke” kota di Jawa Timur, biarlah dia dengan kemacetan elitnya. Cukuplah Sidoarjo menjadi rumah yang nyaman bagi kami. Rumah yang kalau kami masuki gerbangnya, kami tidak perlu lagi waswas akan terperosok ke dalam “kolam lele” buatan di tengah jalan. Kalau jalanan sudah mulus, tanpa diminta pun kami akan bersyukur dengan sangat khusyuk. Kami akan bangga bilang ke orang luar, “Eh, Sidoarjo itu jalannya halus banget, se halus rayuan fakboy kabupaten.”

Jadi, sebelum bapak-bapak pejabat sekalian berencana membangun gedung serbaguna atau taman rekreasi baru, mbok ya tolong, beli aspal dulu yang banyak. Tutup itu kolam-kolam lele yang tersebar merata dari Waru sampai Porong. Sesungguhnya, kebahagiaan warga Sidoarjo itu sederhana: berangkat kerja wangi, pulang kerja tetap utuh tanpa harus mampir ke bengkel buat press velg dan tambal ban.

Penulis: Krisdian Tata Syamwalid
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bagi Orang Sidoarjo, Surabaya Adalah Kota yang Penuh Kenikmatan, Asal Kamu Betah Panas dan Nggak Baperan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2026 oleh

Tags: flyover alohajalan rusak di sidoarjoSidoarjoSurabaya
Krisdian Tata Syamwalid

Krisdian Tata Syamwalid

Sarjana yang sedang menggeluti rutinitas mencari kesibukan pura-pura produktif di depan laptop dan sangat mengagumi mie instan di pukul tiga pagi.

ArtikelTerkait

Pengalaman Berkunjung ke TPU Keputih Surabaya Tengah Malam Berujung Kena Mental dan Takut Beneran

Pengalaman Berkunjung ke TPU Keputih Surabaya Tengah Malam Berujung Kena Mental dan Takut Beneran

20 April 2024
Surabaya, Tempat Tinggal Terbaik di Indonesia Hingga Kini (Unslash)

Setelah Berkeliling Indonesia dan Tinggal di Kota-Kota Besarnya, Saya Bersyukur Pernah Tinggal di Surabaya

14 Maret 2024
Sidoarjo Mengajarkan Saya untuk Melambat dan Lebih Menikmati Hidup Mojok.co

Sidoarjo Mengajarkan Saya untuk Melambat dan Lebih Menikmati Hidup

28 Januari 2026
5 Kuliner Populer yang Jarang Ditemukan di Surabaya

5 Kuliner Populer yang Jarang Ditemukan di Surabaya

14 November 2024
Kisah Saya Gagal SNMPTN, tapi Sukses via Jalur SBMPTN (Unsplash)

Gagal SNMPTN Bukan Akhir Dunia. Saya “Membalas” Kegagalan Itu Lewat Jalur SBMPTN dan Sukses Lulus Sebagai Mahasiswa Berprestasi

14 Juni 2024
Surabaya Dianggap Singapura-nya Indonesia Udah Nggak Pas Maksa Lagi Terminal Mojok

Surabaya Dianggap Singapura-nya Indonesia? Udah Nggak Pas, Maksa Lagi

5 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.