Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

Aditya Ikhsan Pradipta oleh Aditya Ikhsan Pradipta
25 Juli 2026
A A
Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian Mojok.co

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kendaraan pribadi di Indonesia sudah menjadi kebutuhan, setiap tahun persentase peningkatan jumlah kepemilikan kendaraan makin tinggi, termasuk di Surabaya. Tak heran jalanan Surabaya yang lenggang seperti 10 tahun semakin lalu sulit ditemui. Rata-rata sudah penuh sesak kendaraan dengan asap knalpot yang menggangu paru-paru.

Termasuk di kawasan simpang Tuwowo Kenjeran, Surabaya utara. Aturan lalu lintas di lampu merah menuju arah Jembatan Suramadu ini bak pajangan saja, begitu pula pos polisi yang berdiri di pojok jalan. Pelanggaran lalu lintas begitu mudah ditemui bahkan kita dipandang aneh jika kita berkendara dengan taat.

Mungkin karena lampu merah Tuwowo adalah saingan berat lampu merah Pegirian, mereka saling berlomba dalam keruwetan. Nyawa bagaikan chiki rentengan yang terhayun di warung kelontong, setiap saat bisa saja diambil sang pencipta.

Lampu Tuwowo Surabaya dan kompetisi siapa paling nekat

Dari kecil hingga dewasa, saya sering melewati lampu merah Tuwowo Surabaya. Jika lampu merah Pegirian itu simpang kecil, lampu merah Tuwowo adalah persimpangan yang menjadi titik kepadatan berbagai arah jalan besar, seperti Merr, Rangkah, Putro Agung dan tentu saja Kedung Cowek. 

Kita bisa mengenali tempat itu melalui masjid megah yang tampak dari sudut persimpangan. Masjid ini sempat terkenal karena beberapa tahun lalu dana masjid dikorupsi oleh takmirnya sendiri selama bertahun-tahun. 

Kesemrawutan tergambar jelas di sana. Mulai dari pengendara motor maju hingga mepet ke persimpangan yang lain. Bahkan, dulu pernah ada sebuah mobil pickup yang ikut ugal-ugalan. 

Sering juga dari arah lain, pengendara motor cepat-cepat melenggang meski tanda lampu masih merah. Bukan cuma satu dua motor, tapi beberapa sekaligus.

Melewati daerah ini saat jam-jam padat sungguh bikin stress. Itu mengapa, sebelum kalian melewati perempatan Tuwowo sebaiknya persiapkan diri dengan baik, seperti menyediakan rasa sabar yang banyak. Jika tidak bisa, maka nekat adalah pilihan paling rasional untuk mempertahankan nyawa.

Baca Juga:

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

Di sini, pejalan kaki hanya pemeran figuran

Sebagai pegiat advokasi pejalan kaki di Surabaya, daerah ini termasuk salah satu zona paling tidak ramah pejalan kaki dan pesepeda. Bukan tanpa alasan, kondisi kesemrawutan di lampu merah Tuwowo tadi adalah puncak dari segala pelanggaran yang terjadi.

Di kawasan ini juga jarang ditemukan fasilitas untuk pejalan kaki seperti trotoar layak. Sekalipun ada, kalah eksis dengan warung pedagang kaki lima yang berdiri diatas trotoar. Sehingga ketika berjalan kaki di sini, kita akan turun ke bahu jalan dan itu sangat berisiko sekali terkena serempetan/tabrakan dengan kendaraan.

Paling berbahaya justru ketika kita menyeberang jalan di daerah sini, meskipun sudah ada penyeberangan sebidang seperti zebra cross atau pelican crossing, nyawa kita tidak ada harga dirinya. Kecepatan kendaraan tanpa sungkan melebihi batas kecepatan. Jadi hal seperti ini lah yang membuat angka fatalitas kecelakaan di jalan khususnya pejalan kaki meningkat.

Masalahnya bukan sekadar pengendaranya

Ketika berada di kawasan Tuwowo ataupun Pegirian memang terasa sangat berbeda ketika kita berada di kawasan Darmo. Pengendara begitu tertib, bahkan melewati zebra cross saja mereka sungkan. Tapi aku jadi sadar, bahwa perilaku pengendara tidak bisa langsung dihakimi sebagai suatu kesalahan individu karena bisa saja berubah tergantung daerah mana mereka lewati, termasuk Tuwowo.

Di jalanan pusat pun penegakan hukum masih lazim kita jumpai. Bahkan, pos polisi begitu ditakuti di beberapa titik. Jarang sekali aku melihat pengendara tidak memakai helm, begitupun dengan pelanggaran lalu lintas lainnya. Ini menunjukkan ada komponen yang hilang di daerah Tuwowo, yaitu penegakan hukum secara konsisten dan tegas.

Jadi buat pemerintah Kota Surabaya seharusnya menyadari ini adalah masalah struktural, termasuk tata kota dan kebijakan mengenai kendaraan pribadi. Begitupun pihak aparat penegak hukum bisa lebih merata dalam menegakan aturan dan mensosialisasikan. 

Selama kondisi ini dibiarkan, setiap pelanggaran yang dianggap sepele hanya tinggal menunggu waktu berubah menjadi kecelakaan. Pada akhirnya, nyawa pengguna jalan tidak lebih dari angka yang menambah statistik korban lalu lintas.

Penulis: Aditya Ikhsan Pradipta
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2026 oleh

Tags: Lampu MerahLampu merah PegirianSimpang Tuwowo SurabayaSurabayaTuwowo Surabaya
Aditya Ikhsan Pradipta

Aditya Ikhsan Pradipta

Seorang dari Kota Pahlawan dan pekerja swasta. Menghabiskan waktu senggang menjadi volunteer sosial, menyukai isu lingkungan, perkotaan dan bonusnya senang guyon.

ArtikelTerkait

5 Lampu APILL di Surabaya yang Durasinya Ora Umum Terminal Mojok

5 Lampu APILL di Surabaya yang Durasinya Ora Umum

24 Januari 2022
3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

21 Januari 2026
5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Jokowi kalau Jadi Pensiunan di Solo Mojok.co kota solo umk solo

Hidup di Solo Itu Damai, sebab Tak Ada Teror Klakson di Lampu Merah di Solo

15 Mei 2025
Meski Saya Arek Surabaya, tapi bagi Saya, Jalan Tunjungan Kalah Menarik ketimbang Kayutangan Malang. Aura Wisatanya Lebih Terasa!

Meski Saya Arek Surabaya, tapi bagi Saya, Jalan Tunjungan Kalah Menarik ketimbang Kayutangan Malang. Aura Wisatanya Lebih Terasa!

12 Maret 2024
Sebagai Orang Surabaya, Saya Lebih Memilih Study Tour ke Malang ketimbang Jogja Mojok.co

Sebagai Orang Surabaya, Saya Lebih Memilih Study Tour ke Malang ketimbang Jogja

19 November 2025
Bundaran Dolog Surabaya, Mimpi Buruk Pengguna Jalan Setiap Berangkat Kerja

Bundaran Dolog Surabaya, Mimpi Buruk Pengguna Jalan Setiap Berangkat Kerja

2 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga Mojok.co

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga

12 Agustus 2026
Gudeg Sagan duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis (Wikimedia Commons)

Gudeg Sagan adalah duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis

11 Agustus 2026
4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian Mojok.co

4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian

12 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.