Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
29 Januari 2026
A A
Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Penduduk Surabaya baik yang lahir dan besar di kota ini, maupun para pendatang yang masih menghafal rute pakai Google Maps, hampir pasti pernah mendengar nama Jalan Mayjen Jonosewojo. Jalan ini bukan jalan sembarangan. Ia adalah gerbang menuju salah satu simbol gaya hidup urban Surabaya.

Yak benar, jalan ini adalah jalan menuju Pakuwon Mall Surabaya, pusat perbelanjaan yang kerap disebut sebagai yang terbesar di Indonesia. Lengkap dengan apartemen, ruko yang mahal, dan akses menuju Citraland, di mana kemiskinan adalah mitos.

ADVERTISEMENT

Kalau dilihat sekilas, Jalan Mayjen Jonosewojo ini bisa jadi etalase kemewahan Surabaya. Aura elitenya begitu terasa, dan bikin orang yang kemampuan dompetnya begitu medioker merasa keder.

Tapi bagi ban motor kita, ceritanya beda. Kawasan elite ini hanya berlaku untuk visual, perkara jalan, beda cerita.

BACA JUGA: 4 Alasan Pakuwon Mall Surabaya Lebih Baik daripada Tunjungan Plaza

Jalan elite, kualitas sulit

Hampir tidak ada waktu bagi Jalan Mayjen Jonosewojo untuk benar-benar lengang. Seperti umumnya jalan utama di kota besar di Jawa Timur, kemacetan adalah menu harian, terutama di jam-jam krusial. Dan jalan yang tak pernah benar-benar istirahat, akan didera lelah juga dan ujungnya sudah bisa kita tebak: jalan rusak.

Jalan ini tidak seelit gedung-gedung yang ada. Jalannya bergelombang, ketinggian tidak rata, dan bekas tambal sulamnya jelas tidak mencerminkan aura elite yang ada. Benar-benar bumi langit.

Meski harusnya pengendara bisa menikmati pemandangan gedung pencakar langit dan kios-kios mewah, lucunya pengguna jalan justru dipaksa tetap waspada saat melintas di Jalan Mayjen Jonosewojo. Fokus tidak boleh pecah. Lengah sedikit saja, motor bisa menghantamtambalan aspal yang tidak rata. Terlalu asyik melihat kanan-kiri, masuk rumah sakit kemudian.

Baca Juga:

Jalanan Surabaya yang “Liar” Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

Dan bagaikan lelucon jelek, semua ini terjadi di jalan yang citranya setinggi langit. Jalan yang mengantar orang ke mal mahal, tapi memperlakukan pengendaranya seperti sedang uji nyali.

Jalan Mayjen Jonosewojo: daerah elite, kelakuan pengendara bikin sulit

Kau pikir hanya karena daerah ini elite, lalu orang-orang tiba-tiba beradab? Oh, tentu saja tidak. Status dan uang, kawan, tak pernah bikin orang terhindar dari perilaku macam beruk.

Jalan yang tidak rata tentu membutuhkan kewaspadaan tingkat tinggi. Masalahnya, kalau kau pelan-pelan di Jalan Mayjen Jonosewojo, pengendara lain akan memencet klaksonnya dengan bahagia. Kalau kau ngebut, tentu saja kau berakhir di ambulans dan postingan medsos. Keputusan apa pun yang kau ambil, pasti salah.

Coba misal kita bandingkan dengan jalanan di wilayah Surabaya Timur, seperti Pakuwon City. Lebar, relatif mulus, dan lebih bersahabat. Secara logika awam, orang akan mengira kawasan elit Surabaya Barat punya standar jalan yang setidaknya setara. Tapi kenyataannya, jalan menuju Pakuwon Mall dan Citraland justru bikin pengendara refleks mengelus dada. Seolah-olah kawasan ini terlalu sibuk membangun ke atas, sampai lupa merawat yang di bawahnya.

BACA JUGA: 5 Penyebab Surabaya Jadi Kota Termacet di Indonesia

Musim hujan bikin semuanya makin memuakkan

Jalan Mayjen Jonosewojo memang elite, tapi dia kalah sama satu hal: hujan. Lubang-lubang kecil berubah jadi kolam, dan bikin pengendara benar-benar berjudi pada nasib. 

Ironisnya, semua ini terjadi di kawasan yang dikenal mahal, tempat apartemen dijual miliaran. Tempat di mana uang berputar jauh lebih kencang ketimbang mobil balap.

Jalan Mayjen Jonosewojo adalah contoh terbaik kontradiksi sebuah kota. Tampak megah di permukaan, tapi sering abai pada hal-hal dasar. Semua orang terlalu fokus dan sibuk membangun simbol kemajuan. Daerah ini memang elite, tapi tak punya kualitas jalan yang baik.

Ini bukan amarah yang saya luapkan. Lebih tepatnya, ini catatan kecil dari pengendara yang masih percaya bahwa kawasan elit Surabaya seharusnya tidak hanya terlihat mewah di luar, tapi juga terasa aman dan manusiawi. Jalan bukan sekadar akses, tapi pengalaman. Dan pengalaman melewati Jalan Mayjen Jonosewojo saat ini masih terasa seperti ironi yang dipoles gemerlap lampu kota.

Mungkin suatu hari, aspal di jalan tersebut ikut naik kelas. Menyusul gedung-gedung di sekitarnya. Sampai hari itu tiba, para pengendara motor akan terus belajar satu hal penting bahwa di Surabaya, status kawasan tidak selalu sejalan dengan kondisi jalan.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 6 Jalan Nggak Rata di Surabaya yang Sering Dikeluhkan Warga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2026 oleh

Tags: citralandcitraland surabayaJalan Mayjen JonosewojoPakuwon Mall SurabayaSurabaya
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

FIB UNAIR Surabaya Dianaktirikan Kampus, Mahasiswa Menderita seperti Kuliah di Universitas Pinggiran Mojok.co

FIB UNAIR Surabaya Dianaktirikan Kampus, Mahasiswa Menderita seperti Kuliah di Universitas Pinggiran

9 April 2024
Tips Beli Rumah biar Nggak Tertipu Harga Murah terminal mojok.co

Sebelum Nuntut Cowok Harus Punya Rumah Sebelum Nikah, Sebaiknya Kalian Cek Harga Rumah Dulu

24 Agustus 2021
Kecamatan Gunung Anyar Surabaya, Tempat Terbaik untuk Hidup di Surabaya: Sepi, Tenang, tapi Akses Tetap Mudah

Kecamatan Gunung Anyar Surabaya, Tempat Terbaik untuk Hidup di Surabaya: Sepi, Tenang, tapi Akses Tetap Mudah

29 Oktober 2025
5 Hal yang Lumrah di Semarang tapi Sulit Dijumpai di Surabaya

5 Hal yang Lumrah di Semarang tapi Sulit Dijumpai di Surabaya

27 Oktober 2025
Museum di Surabaya Memang Banyak, tapi Teks Deskripsinya Bikin Pengunjung Gagal Paham

Museum di Surabaya Memang Banyak, tapi Teks Deskripsinya Bikin Pengunjung Gagal Paham

26 Juni 2024
Sidoarjo Menyimpan Peluang Bisnis yang Menggiurkan (Unsplash)

Sidoarjo Menyimpan Peluang Bisnis yang Menggiurkan

12 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot

26 Juni 2026
Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
TransJatim Dibenci, tapi Ia Penyelamat Mahasiswa Surabaya (Wikimedia Commons)

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

22 Juni 2026
Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.