Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Penyebab Surabaya Jadi Kota Termacet di Indonesia

Tiara Uci oleh Tiara Uci
17 Januari 2022
A A
5 Hal Penyebab Surabaya Jadi Kota Termacet di Indonesia terminal mojok.co

5 Hal Penyebab Surabaya Jadi Kota Termacet di Indonesia (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selain menjadi kota dengan udara terpanas di Indonesia karena menembus angka 37 derajat celcius saat musim kemarau, Surabaya kini dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia. Iya betul, kota paling macet di negara ini adalah Surabaya bukan Jakarta. Baru baru ini Inrix, perusahaan analisis data lalu lintas yang bermarkas di Washington, Amerika Serikat, merilis penelitian yang bertajuk Global Traffic Scorecard 2021.

Hasil penelitian tersebut menempatkan Surabaya sebagai kota paling macet di Indonesia. Ia menggeser Jakarta pada posisi kedua. Sementara posisi ketiga di tempati Denpasar, keempat Malang, dan kelima Bogor. Kalau di ranking dunia, Surabaya menempati urutan ke-41 sebagai kota termacet di dunia dan nomor satu di Asia Tenggara mengalahkan Bangkok, Thailand. Yak opo seh iki, kita penginnya ngalahain Thailand di Piala AFF malah ngalahinnya di urusan kota paling macet. Mengsedih.

Lebih sedih lagi saat mendengar Dishub kota Surabaya justru mempertanyakan metode penelitian Inrix. Versinya Dishub sih, jalanan di Surabaya tuh nggak macet-macet banget. Positive thinking saja, barang kali bapak yang bekerja di Dinas Perhubungan Kota Surabaya kalau pergi ke kantor naik helikopter.

Sebagai warga Surabaya yang baik, ramah, dan nggak sombong, alih-alih menyangkal adanya kemacetan dan menyalahkan pemerintah. Sebaiknya kita membantu mencari penyebab kemacetan yang ada di Surabaya. Menurut saya, setidaknya ada lima hal yang berkontribusi terhadap macetnya jalan di Surabaya. Apa saja itu? Yuk, kita list satu persatu.

#1 Jumlah kendaran bermotor naik signifikan

Menurut Katadata, pada 2020 jumlah kendaraan bermotor paling banyak di Indonesia berada di Provinsi Jawa Timur, totalnya ada 22 juta unit. Pada 2021, jumlah tersebut mengalami kenaikan lagi secara signifikan. Hanya dalam delapan bulan, jumlah pembelian mobil dan motor di Jawa Timur mecapai 490.000 unit. Orang Jatim ternyata kaya-kaya, ya. Sedang pendemi pun masih kuat beli mobil, loh.

Dari jumlah kendaraan bermotor yang membludak di Jawa Timur, lebih dari 40% nya berada di kota Surabaya. Ya iyalah, Surabaya kan pusat perekonomian di Jatim. Meskipun membeli mobilnya di Lamongan atau Mojokerto, kebanyakan kendaraan tersebut digunakan di Surabaya. Nggak percaya? Coba amati pelat mobil di jalanan Surabaya, nggak semua platnya L (Surabaya). Malah kebanyakan platnya S (Bojonegoro, Lamongan, Jombang, Tuban dan Mojokerto), M (Madura), dan W (Sidoarjo, Gresik dan sekitarnya).

Bukti lain yang menunjukkan jumlah kendaraan bermotor di Surabaya sudah overkapasitas adalah banyaknya spanduk di gang-gang Kota Pahlawan bertuliskan, “Sebelum punya mobil, pikirkan dulu parkirannya”. Ini artinya, kenaikan jumlah mobil tinggi dan tidak sebanding dengan ketersediaan lahan parkir.

Dengan jumlah kendaraan bermotor yang begitu banyak dan terus naik setiap tahunnya, kemacetan jalan tentu saja menjadi keniscayaan. Kalau Dishub Surabaya merasa jalanan di kota pahlawan tidak separah DKI Jakarta, barang kali selama ini blio lebih sering melewati Jalan M.H Thamrin di Jakarta daripada Jalan Ahmad Yani di Surabaya.

Baca Juga:

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

#2 Transportasi umum terbatas

Penyebab kemacetan jalan di Surabaya lainnya adalah minimnya transportasi umum. Seandainya, Kota Pahlawan punya public transportasi yang memadai, hal tersebut memungkinkan warga Surabaya untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Otomatis ini bikin jumlah kendaraan di jalanan menurun.

Kota Surabaya tidak memiliki KRL seperti Jakarta. Kami hanya punya Suroboyo Bus, Bus Damri, dan angkot. Itu pun dengan rute yang sangat terbatas. Rute Damri sebatas terminal Purabaya ke pusat kota, JMP, dan Tanjung Perak. Untuk angkot kondisinya lebih suram lagi, bahkan terancam punah. Angkot mulai banyak ditinggalkan orang Surabaya. Selain karena rute yang terbatas, angkot keseringan berhenti di jalan sehingga nggak efektif untuk iklim kerja di Surabaya yang berkejaran dengan waktu.

Sementara Suroboyo Bus yang metode membayarnya bisa menggunakan botol plastik bekas, hanya memiliki enam rute dan haltenya berada di jalan utama atau pusat kota. Hal ini tentu merepotkan warga yang rumahnya di gang, mau pergi ke halte bus saja kami harus jalan kaki lebih dari 10 km, yo capek lah. Akhirnya banyak orang malas naik bus dan tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi yang otomatis membuat jalanan makin macet.

#3 Banyak jalan rusak dan berlubang

Jalan rusak tidak hanya membuat pengendara berisiko mengalami kecelakaan, tapi juga membuat kemacetan. Ini karena jalan yang berlubang dan bergelombang mengharuskan pengendara untuk pelan-pelan. Semakin rusak jalan, semakin susah dilewati, semakin tinggi pula risiko kemacetan.

Meskipun beberapa tahun belakangan ini Surabaya dipuji karena memiliki pedestrian yang ramah pejalan kaki dan memiliki jalan utama yang lebar, sampai empat ruas dalam satu jalur. Sayangnya, hal tersebut tidak diimbangi dengan kualitas jalannya. Jika melihat Jalan Raya Darmo ataupun Diponegoro memang mulus karena pusat kota. Namun di jalan lain, kualitas aspalnya astagfirullah buruknya.

Contoh yang terburuk ada di daerah Tugu Pahlawan, melewati jalanan ini sudah seperti off-road. Jalan lain yang sering dikeluhkan ada di Kalirungkut. Padahal, itu area menuju pabrik, kebayang nggak sih gimana macetnya sewaktu mau berangkat dan pulang kerja. Jalan rusak lain yang sering membuat macet adalah Jalan Margomulyo arah ke Tambak Osowilangun, Jalan Kertajaya arah Merr, Jalan Simo, dan Jalan Jagir.

Kerusakan jalan di Surabaya bukan yang berlubang besar gitu, tapi permukaannya tidak rata. Kalau kita melewatinya dengan motor rasanya kayak pacuan kuda. Hal ini memaksa pengendara berhati-hati, pelan-pelan akhirnya justru menimbulkan kemacetan.

#4 Durasi traffic light lama

Durasi lampu merah di Surabaya bisa mencapai 300 detik lebih, lama banget. Kalau kita gunakan untuk cuci motor, sampai motor kita bersih, lampu merahnya masih belum ganti warna juga. Traffic light yang terlalu lama membuat kendaraan macet panjang sekali. Contoh nyatanya terjadi di Jalan Ahmad Yani, dengan durasi lampu merah 300 detik dan lampu hijau hanya 20 detik, kemacetan mengular hampir selalu terjadi setiap hari, dari pagi sampai malam hari.

#5 Pejabat blusukan atau turun lapangan

Di Surabaya sering banget ada pejabat turun lapangan atau melakukan peninjauan. Ya, nggak apa-apa sih, tapi setiap kali para pejabat turun ke lapangan, jalanan di sekitarnya justru macet. Kemarin, tepatnya tanggal 13 Januari 2022, Menko Airlangga kunjungan ke Pasar Wonokromo, katanya sih cek harga minyak goreng. Kebetulan kunjungannya berbarengan dengan saya berangkat kerja. Aduhai mobil vellfire milik para pejabat berjejeran di bahu jalan, tepat di depan pasar Wonokromo sehingga menimbulkan kemacetan panjang.

Padahal kalau mobilnya parkir di DTC kan bagus, nggak bikin macet. Masa ini jalan kaki sedikit saja nggak mau, sih. Kalau satu pejabat saja membuat jalanan macet, kebayang kan betapa macetnya jalanan di Surabaya saat menjelang pemilu.

Itulah lima hal yang menjadi penyebab jalanan di Surabaya macet versi saya selaku rakyat jelata. Jika teman-teman punya penyebab lainnya, silakan diutarakan juga.

Khusus untuk warga Kota Surabaya, kalian yang kuat, ya. Meskipun saat kemarau kita kepanasan, musim hujan kebanjiran, kerja siang malam digaji UMR yang nggak cukup untuk nyicil rumah di Kota Pahlawan. Sabaaar, Rek. Tetap semangat dan jangan berhenti bernafas!

Penulis: Tiara Uci
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: Kota TermacetSurabaya
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Betapa Ruwet Masalah PPDB Surabaya: Zonasi Gagal Total dan Orang Tua Masih Berebut Sekolah Favorit

Betapa Ruwet Masalah PPDB Surabaya: Zonasi Gagal Total dan Orang Tua Masih Berebut Sekolah Favorit

3 Juli 2024
Underpass Bunderan Taman Pelangi Surabaya, Bukti Pemkot Surabaya Nggak Pernah Belajar dari Kasus Kemacetan yang Ada (Pixabay.com)

Underpass Bundaran Taman Pelangi Surabaya, Bukti Pemkot Surabaya Nggak Pernah Belajar dari Kasus Kemacetan yang Ada

16 Desember 2023
Motor Honda Penyelamat Mahasiswa UNESA Ketintang Surabaya (Unsplash)

Berkat Irit dan Bobotnya Ringan, Motor Honda Menyelamatkan Mahasiswa UNESA Ketintang dari Ruwetnya Tempat Parkir dan Jalanan Surabaya

16 Maret 2024
Marvell Mall Surabaya, Mall Paling Menyedihkan di Surabaya: Eskalator Mati, Basement Mencekam, Tenant Gulung Tikar!

Marvell Mall Surabaya, Mall Paling Menyedihkan di Surabaya: Eskalator Mati, Basement Mencekam, Tenant Gulung Tikar!

30 Maret 2024
Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

6 Maret 2024
4 Kuliner Ngadi-ngadi Khas Surabaya yang Enaknya Keterlaluan Terminal Mojok

4 Kuliner Ngadi-ngadi Khas Surabaya yang Enaknya Keterlaluan

20 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.