Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Serba-serbi Cimahi, Kota Mungil di Tengah-tengah Bandung Raya

Muhammad Raihan Nurhakim oleh Muhammad Raihan Nurhakim
28 Juni 2022
A A
4 Alasan Orang Cimahi Terpaksa Ngaku Asli Bandung di Perantauan terminal mojok.co

4 Alasan Orang Cimahi Terpaksa Ngaku Asli Bandung di Perantauan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang yang tak tahu ada daerah bernama Cimahi. Setidaknya, teman kuliah saya banyak yang nggak tahu kalau kota ini ada. Menurut saya sih, wajar, sebab kota ini memang tak seterkenal kota-kota lain di Indonesia.

Buat yang belum tahu, Cimahi adalah nama sebuah kota di Provinsi Jawa Barat. Kota dengan luas kurang lebih 40 km² ini terletak di tengah-tengah kawasan Bandung raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Dulunya, wilayah kota Cimahi merupakan bagian dari Kabupaten Bandung. Lebih tepatnya, kedudukannya di Kabupaten Bandung adalah sebagai kota administratip (pake P karena tertulis begitu di peraturannya).

Barulah pada 2001, dibentuk Undang-undang Nomor 9 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Cimahi yang menjadi dasar pemekaran kota Cimahi sebagai daerah yang terpisah dari kabupaten Bandung.

Saya sendiri sebenarnya bukan orang yang bertempat tinggal di kota Cimahi, tapi sejak kelas 1 SD sampai kelas 12 SMA saya selalu bersekolah di sana. Kalau mengikuti konsepnya Habib Husein Ja’far, bisa dibilang saya adalah orang “Cimahi swasta”. Selama waktu yang tidak sebentar itu, saya merasa bahwa kota tempat saya menempuh pendidikan ini sangatlah tidak menarik dalam banyak hal.

Sulit sekali menemukan hal hebat yang dimiliki oleh kota ini. Apalagi, jika dibandingkan tetangga di sebelah timurnya, kota Bandung, terlihat sekali perbedaannya kualitasnya. Hal ini mungkin membuat banyak penduduk Cimahi iri dengan kondisi kota tetangganya yang begitu maju. Sebab, meskipun tetangga, kota ini hampir tidak “kecipratan” majunya kota Bandung. Kondisi ini tepat sekali diungkapkan dengan peribahasa “rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri.”

Tapi, saat saya memikirkan dan merenung soal Cimahi karena tidak ada kerjaan selama libur semesteran, saya baru benar-benar menyadari hal-hal tidak biasa yang melekat pada kota ini dan seluruh isinya.

#1 Sering ngaku orang Bandung

Hal ini sering terjadi di obrolan informal orang Cimahi di mana lawan bicaranya buta map atau berasal dari luar daerah Jawa Barat. Mungkin hal ini dilakukan agar orang lain pelan-pelan mengenal bahwa Cimahi adalah sebuah kota yang terletak di sebelahnya Bandung, baik itu kota Bandung, kabupaten Bandung, maupun kabupaten Bandung Barat.

Oleh karena itu, jika ditanya lagi Bandung sebelah mana, barulah mereka menjelaskan bahwa mereka tidak benar-benar berasal dari Bandung, tetapi tetangganya. Sebab, seandainya secara frontal menjawab Cimahi, mungkin percakapan seperti di awal tulisan ini akan terlalu sering terjadi.

Baca Juga:

3 Tempat Makan di Bandung yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup 

7 Makanan Khas Sunda Paling Favorit dan Melegenda, Coba Aja Dulu Sekali karena Setelah Itu Kamu Pasti Jatuh Hati

#2 Jarang masuk liputan media

Ini mungkin penyebab mengapa orang Cimahi sering mengaku orang Bandung, yaitu karena kota ini tidak dikenal oleh banyak orang. Pasti kalian pun hampir tidak pernah melihat informasi mengenai kota ini di TV, media cetak, bahkan media online sekalipun. Entah mengapa, informasi seputar kota ini jarang sekali dijadikan headline liputan media massa. Kalau menurut saya sih, karena memang jarang ada hal menarik di kota Cimahi, baik itu wisata, kuliner, peristiwa penting, sampai kasus kriminalnya. Eh, tapi ada satu informasi berskala nasional yang memuat mengenai kota ini, yaitu berita tertangkapnya Wali Kota Cimahi karena kasus suap. Ups, hehehe.

#3 Kota tentara

Bagi orang-orang yang pernah ke kota ini via tol Baros atau kereta dan berhenti di Stasiun Cimahi, mungkin cukup paham dengan hal ini. Setelah keluar gerbang tol dan stasiun, kalian akan melihat banyak pusat pendidikan tentara di sekitar jalan. Tak lupa pula berbagai kendaraan lapis baja, artileri, pesawat, dan monumen bertema militer dipamerkan di pinggir jalannya.

Memang, kota ini, terutama di daerah Baros dulunya adalah salah satu pusat transit suplai perang untuk tentara Belanda di Jawa. Setelah Indonesia merdeka, fasilitas-fasilitas militernya dialihfungsikan oleh TNI sebagai pusat pelatihan tentara. Oleh karena itu, biasanya guru-guru Sejarah dan PKn yang kebingungan mencari daya tarik kota mengatakan bahwa Cimahi adalah kota tentara. Mungkin dalam hal ini, Cimahi dapat bersaing dengan Magelang yang dijuluki sebagai Kota Militer.

Meskipun begitu, tentu banyak dari kita yang tahu siapa yang akan menang, antara sebuah kota yang “kebetulan” punya banyak bangunan bekas fasilitas militer atau kota yang penuh dengan kisah pertempuran kemerdekaan yang mengagumkan dan Lembah Tidarnya yang legendaris.

#4 Nggak punya mal

Bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu penting, tapi bagi saya ini benar-benar harus disebutkan dan diketahui oleh banyak orang. Cimahi, daerah yang menyandang status “kota” ini ternyata tidak memiliki mal. Padahal, daerah yang disebut kota seharusnya memiliki imej daerah yang maju dan cocok untuk masyarakat bergaya hidup perkotaan.

Memang sih, di Cimahi ada sebuah tempat yang disebut Himall (dibaca himol, singkatan dari Cimahi mall) atau yang lebih populer disebut Cimol. Tapi, saya yakin mayoritas orang yang pernah ke sana akan setuju bahwa Cimol ini lebih mirip pasar modern daripada mall, atau paling tinggi derajatnya disebut supermarket yang menghimpun berbagai pedagang.

Sebab, mulai dari fasilitas, lokasi, barang dan jasa yang ditawarkan, sampai pengelolaan tempatnya sangat sulit untuk disamakan dengan mal. Kalau tidak percaya coba saja datang dan lihat sendiri.

Itulah beberapa hal unik, aneh, atau apa pun itu mengenai kota Cimahi yang bisa saya pikirkan selama libur semesteran. Terlepas dari semua hal itu, kota ini sebenarnya adalah kota yang bagus. Ada banyak komplek perumahan modern, akses jalan yang memadai, minim bencana alam, penduduknya ramah, dan tidak ada lampu merah di jalanannya.

Bahkan, Cimahi juga sudah punya klub sepakbolanya sendiri lho, namanya PSKC Cimahi, bermain di liga 2 Indonesia. Bagi teman-teman dari Jawa bagian timur yang akan pergi ke Jabodetabek dengan kereta ataupun lewat tol, bolehlah mampir dan beristirahat di kota “mungil” di tengah-tengah Bandung Raya ini.

Penulis: Muhammad Raihan Nurhakim
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Alasan Orang Cimahi Terpaksa Ngaku Asli Bandung di Perantauan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2022 oleh

Tags: Bandungcimahikota tentara
Muhammad Raihan Nurhakim

Muhammad Raihan Nurhakim

Mahasiswa hukum yang tidak ingin jadi pengacara, apalagi hakim.

ArtikelTerkait

cewek di bandung cantik mojok.co

Bukan “Cewek Bandung Cantik-cantik” tapi “Cewek, di Bandung, Cantik-cantik”

24 Juni 2020
Ciumbuleuit Adalah Salah Satu Alasan Mengapa Bandung Harus Berhenti Diromantisasi Terminal Mojok

Ciumbuleuit Adalah Salah Satu Alasan Mengapa Bandung Harus Berhenti Diromantisasi

2 Juli 2022
Beginilah Rasanya Hidup di Kos 250 Ribu per Bulan di Bandung dari Awal Kuliah Hingga Lulus: Tempatnya Menyedihkan, tapi Saya Terima dengan Lapang Dada

Beginilah Rasanya Hidup di Kos 250 Ribu per Bulan di Bandung dari Awal Kuliah Hingga Lulus: Tempatnya Menyedihkan, tapi Saya Terima dengan Lapang Dada

12 Mei 2025
5 Jalan di Bandung yang Berbahaya, Hati-hati Berkendara di Sini!

5 Jalan di Bandung yang Berbahaya, Hati-hati Berkendara di Sini!

19 Oktober 2023
Jalan Rengas Bandung Masih Jadi Mimpi Buruk bagi Pengendara Mojok.co

Bandung Kota Galian: Sudah Macet, Tertimpa Galian yang Bikin Tambah Rudet!

9 Desember 2024
Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo! UMP Jogja, gaji Jogja, frugal living ump jogja yogyakarta, bandung

4 Pertanyaan dari Warga Bandung Kepada Warga Yogyakarta: Nama Sultan di KTP Itu Apa? Terus Ulang Tahun Jogja Kapan?

14 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.