Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
15 Maret 2026
A A
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF (Shutterstock,com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di jalanan kota-kota Indonesia, motor sering kali bukan sekadar alat transportasi. Ia juga menjadi simbol gaya hidup, status sosial, dan bahkan, cara seseorang mempresentasikan dirinya. Oleh karena itulah saya merasa Honda Stylo itu punya masalah serius.

Motor ini hadir dengan janji yang cukup jelas di permukaan. Ia ingin terlihat stylish, ingin tampil elegan. Stylo (seakan) mencoba mengambil aura skuter klasik Eropa yang selama ini identik dengan kelas sosial tertentu. Desainnya bulat, lampunya membulat, bodinya penuh lekukan lembut yang mengingatkan orang pada skuter premium yang selama ini menjadi simbol gaya hidup urban.

ADVERTISEMENT

Tau kan motor mana yang ditiru?

Namun semakin lama diperhatikan, semakin terasa bahwa ada sesuatu yang tidak selesai dalam identitas motor ini. Motor ini pengin jadi sesuatu, tapi nggak sampe. Maksudnya, dia pengin stylish, tapi kalau diliat lagi, kerasa banget gagalnya. Ujung-ujungnya, yang ngerasa bodoh ya penggunanya. Ya iyalah, siapa lagi.

Desain Honda Stylo terlihat meyakinkan, padahal…

Sekilas, Stylo memang tampak menarik. Motor ini seperti hasil kompromi antara skuter modern dengan sentuhan retro. Desain lampu depan bulat, panel bodi yang halus, serta bentuk yang tidak terlalu agresif membuatnya tampak sopan di jalan.

Di atas kertas, ini tampak seperti strategi yang masuk akal. Pasar skuter retro sedang berkembang. Banyak orang ingin kendaraan yang tidak sekadar fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika. Masalahnya muncul ketika motor ini mulai dibandingkan dengan ikon yang selama ini menjadi acuan desain skuter bergaya klasik seperti Vespa Primavera atau Vespa Sprint. Barulah kegagalannya terlihat.

Stylo tidak cukup klasik untuk benar-benar terasa vintage. Tetapi juga tidak cukup modern untuk terasa futuristik. Hasil akhirnya adalah desain yang terasa seperti berada di tengah-tengah ruang kosong. Tidak salah, tidak jelek (oke, ini tergantung selera), tetapi juga tidak memiliki karakter yang benar-benar kuat.

Yang jadi masalah adalah, ini motor kan terlihat terang-terangan ingin ikut bagian di pasar skutik retro. Tapi, dianya sendiri gagal terlihat retro. Kek mana coba?

Baca Juga:

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

Kenapa banyak pemilik motor Honda nggak mau servis motor di bengkel resmi atau AHASS?

BACA JUGA: Honda Stylo: Rangkanya Dibilang “Bom Waktu”, tapi kok Masih Laris?

Mesin modern dalam tubuh yang ragu-ragu

Dari sisi teknis, Honda Stylo sebenarnya tidak buruk. Mesin 160 cc yang digunakan masih satu keluarga dengan mesin yang juga dipakai pada Honda Vario 160 dan Honda PCX 160. Artinya secara performa, motor ini tidak bisa dianggap lemah. Tenaganya cukup responsif untuk penggunaan harian di kota. Konsumsi bahan bakarnya juga relatif efisien. Teknologi yang dibawa pun masih berada dalam standar motor modern Honda.

Namun di sinilah ironi mulai muncul. Mesin yang modern itu ditempatkan dalam tubuh motor yang mencoba terlihat klasik. Kombinasi ini sebenarnya bukan hal baru dalam industri otomotif. Banyak merek berhasil melakukannya dengan sangat baik.

Tetapi pada Stylo, integrasi itu terasa kurang meyakinkan. Seolah desain dan mesin dikembangkan oleh dua arah pemikiran yang berbeda. Yang satu ingin nostalgia. Yang satu ingin efisiensi modern. Akhirnya yang muncul adalah motor yang secara teknis masuk kategori skuter harian biasa, tetapi secara visual mencoba tampil sebagai sesuatu yang lebih eksklusif.

Harga Honda Stylo ini jujur saja, aneh

Masalah lain muncul ketika Stylo mulai dilihat dari sisi harga. Motor ini tidak murah untuk ukuran skuter Honda biasa. Tetapi juga tidak cukup mahal untuk masuk ke kelas premium. Harga Honda Stylo ini 29 jutaan. Dia jelas di atas matic yang lain. Dia bahkan di atas Vario 160. Tapi kalau dimasukkan ke golongan premium, ya ndak dulu.

Masalahnya ini bikin posisi dia nanggung. Jika seseorang ingin skuter praktis untuk penggunaan harian, banyak pilihan yang lebih logis. Jika seseorang ingin skuter dengan aura gaya hidup yang kuat, pasar sudah memiliki ikon yang lebih jelas.

Misalnya aja nih, kamu punya 29 juta, kamu akan disuguhi motor yang jelas punya value lebih ketimbang Stylo. Kalau mau sesama Honda, jelas Vario 160 lebih punya posisi yang jelas. Atau kalau mau nambah, nambah 5 juta udah dapet PCX 160 yang upgrade semua-muanya.

Bahkan kalau kalian nggak harus punya motor dengan desain retro, 29 juta itu kalian bisa dapet Yamaha Aerox. Ini sih udah konyol banget. bagaimana bisa Honda merilis Stylo, dalam bracket harga yang sama dengan Aerox, salah satu motor terlaris Yamaha? Strategimu i lho.

Strategi branding yang setengah jalan

Nama Stylo sendiri sebenarnya cukup jelas membawa pesan. Stylo berasal dari kata style. Sebuah kata yang identik dengan estetika, kepribadian, dan ekspresi diri. Masalahnya adalah style bukan hanya soal bentuk. Ia juga soal identitas yang konsisten. Style membutuhkan karakter yang kuat, sesuatu yang bisa langsung dikenali tanpa harus dijelaskan panjang lebar.

Ketika sebuah motor benar-benar memiliki style, orang tidak perlu berpikir lama untuk memahami siapa targetnya. Tetapi Stylo terasa seperti motor yang masih mencari jati dirinya sendiri. Skuter murah bukan, lifestyle yang mau ditonjolin juga kagak ada.

Ini motor, keliatan banget mau main aman, tapi malah gagal.

Sejarah panjang Honda di Indonesia memperlihatkan satu pola yang hampir selalu muncul: mereka sangat berhati-hati. Pendekatan ini sering kali berhasil secara bisnis. Honda jarang membuat produk yang benar-benar gagal di pasar. Tetapi konsekuensinya adalah banyak produk mereka terasa sangat aman. Honda Stylo ini contoh paling keliatan. Sih.

Tapi kali ini, justru karena semuanya terlalu aman, karakter motor ini menjadi terasa datar. Kayak, Stylo ini dibuat untuk meminimalkan risiko, bukan untuk menciptakan identitas baru. Dan di market yang mulai jenuh sama kurangnya inovasi, ya ini nggak ada bedanya dengan bunuh diri.

Honda Stylo nggak jelek kok, tapi…

Sebenarnya, Honda Stylo ini bukan motor buruk. Tapi kali ini, Honda gagal membuat produk yang keliatan jelas mau berdiri di mana, dan ngapain. Dan hal-hal kayak gini yang bikin calon pembeli juga bertanya-tanya, ngapain juga aku beli motor ini.

Kecuali ya, kamu punya 29 juta untuk dibakar. Mending banget membakar 29 juta buat beli ini motor, ketimbang 27 jutaan buat beli Vario Street. Ini motor jauh, jauh lebih konyol!

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2026 oleh

Tags: Beatharga honda styloHonda Stylomotor hondamotor matic hondaVario
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Alasan Saya Tetap Bertahan dengan Helm Honda yang Desainnya Norak  Mojok.co

Alasan Saya Bertahan dengan Helm Gratisan Honda yang Desainnya Norak 

24 Maret 2025
Honda Beat Motor yang Sempurna, Pantas Saja Didambakan Warga Kampung dan (Sayangnya) Jadi Incaran Empuk Maling Mojok.co

Honda Beat Motor yang Mudah Digunakan, Dirawat, dan Dimaling

11 Maret 2026
4 Hal yang Tak Ingin Kalian Dengar Saat Servis di Bengkel AHASS, Bikin Senam Jantung!

4 Hal yang Tak Ingin Kalian Dengar Saat Servis di Bengkel AHASS, Bikin Senam Jantung!

23 Juli 2024
10 Tahun Mengendarai Honda Supra X 125 Adalah Salah Kebanggaan dalam Hidup Saya Mojok.co

10 Tahun Mengendarai Honda Supra X 125 Adalah Salah Satu Kebanggaan dalam Hidup Saya

28 Oktober 2025
Rumor Varian Motor Honda PCX 170 cc: Ngapain Coba Honda Bikin Varian PCX yang Baru? Kayak Nggak Ada Kerjaan Lain Aja

Rumor Varian Motor Honda PCX 170 cc: Ngapain Coba Honda Bikin Varian PCX yang Baru? Kayak Nggak Ada Kerjaan Lain Aja

30 Agustus 2023
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.