Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Memuja Supra Adalah Perilaku Sesat, Pengguna Honda Seharusnya Sadar Bahwa Super Cub Adalah Legenda Sejati

Faris Firdaus Alkautsar oleh Faris Firdaus Alkautsar
22 Januari 2026
A A
Sesat Memuja Supra, Honda Super Cub Legenda Sebenarnya (Pixabay)

Sesat Memuja Supra, Honda Super Cub Legenda Sebenarnya (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini, saya banyak menemukan artikel yang memuja Honda Supra. Sampai saya merasa beberapa orang terlalu hiperbola ketika membahas motor tersebut. Memuja Supra itu sesat karena legenda sejati adalah Honda Super Cub, kalau menurut saya.

Iya, kalau menurut saya, pemujaan kepada Supra itu sudah berlebihan. Seolah-olah motor tersebut menjadi satu-satunya alasan Honda berjaya.

ADVERTISEMENT

Padahal, sebelum Supra menjadi legenda warung kopi dan abang ojek, ada motor yang lebih dulu membuka jalan. Itulah Super Cub C800, yang pertama kali keluar pada 1981 dan berakhir di 1983.

Saya tidak sedang merendahkan Supra. Posisinya memang penting. Tapi, memujanya sebagai simbol utama kejayaan Honda di pasar sepeda motor roda 2 rasanya seperti memuji atap rumah tanpa mengakui jasa pondasi. Sesat. 

Supra itu tidak mendadak bisa tenar. Ia besar karena jauh sebelumnya, Honda berhasil meyakinkan masyarakat bahwa motor bisa irit, bandel, dan ramah untuk siapa saja. Dan Super Cub yang mengawali semuanya.

Baca juga Honda Super Cub C125, Buat Kamu yang Ingin Tampil Retro dan Indie

Honda Super Cub: Si irit BBM di masa BBM tidak baik-baik saja

Awal dekade 1980-an bukan masa yang ramah bagi konsumen. Harga BBM sensitif, pilihan motor terbatas, dan efisiensi bukan sekadar nilai tambah melainkan kebutuhan. Di titik inilah Honda Super Cub C800 hadir dengan mesin 4 tak berkubikasi 86 cc dan transmisi 4 percepatan. Konsumsi BBM-nya? Bisa mencapai 115 km/liter pada kecepatan konstan 30 km/jam.

Angka itu bukan sekadar brosur. Itu pernyataan sikap Honda: motor harus bersahabat dengan dompet.

Baca Juga:

Kenapa banyak pemilik motor Honda nggak mau servis motor di bengkel resmi atau AHASS?

Honda Win Memang Bikin Repot, tapi Sejak Kapan Motor Tua Punya Kewajiban Memanjakan Pemiliknya?

Bandingkan dengan kompetitor saat itu; Yamaha V80, Suzuki RC 80, dan Kawasaki Binter Joy yang masih mengandalkan mesin 2-tak. Lebih bertenaga, iya. Tapi juga lebih boros, berisik, dan berasap. Ketika masyarakat ingin bergerak tanpa harus sering mampir ke pom bensin, Super Cub menawarkan solusi yang terasa masuk akal untuk dompet serta lingkungan.

Motor bebek yang benar-benar “untuk semua”

Keunggulan Honda Super Cub bukan cuma di mesin. Ia unggul karena memahami pasar. Semua orang akan mudah mengendarai motor ini karena ringan, perawatannya sederhana, dan tidak mengintimidasi pengendara pemula. Pada masa itu, ini penting.

Tidak semua orang ingin atau mampu mengendalikan motor besar dan berat. Wanita, orang tua, pekerja harian, hingga masyarakat desa butuh kendaraan yang praktis dan bisa diandalkan. Honda Super Cub hadir sebagai paket komplit terdiri dari irit, awet, dan nilai jual kembali stabil.

Inilah alasan kenapa semua kelas sosial selalu mudah menerima motor bebek Honda. Dari desa sampai kota, dari jalan tanah sampai aspal perkotaan dengan hiruk pikuk kemacetan, Honda Super Cub C800 bekerja tanpa banyak drama.

Baca halaman selanjutnya: Tanpa Super Cub, tidak ada legenda itu.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2026 oleh

Tags: Honda Super Cubhonda supramotor hondamotor supraSuper Cubsupra
Faris Firdaus Alkautsar

Faris Firdaus Alkautsar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Terbuka. Punya motto hidup "walau berjalan di atas bumi, ingatlah bahwa kita hidup di bawah langit".

ArtikelTerkait

Saya Bersyukur Menjadi Pengguna Motor Honda CB150R Old setelah Melihat Generasi Penerusnya Makin Ampas Honda CB150X

7 Motor Honda yang Sebaiknya Nggak Usah Dibeli, Kepikiran pun Jangan, Mending Beli Yamaha!

7 Juli 2025
Logo Honda Revo

Honda Revo Lama, Pendamping Hidup Paling Setia

27 November 2021
Motor Honda Revo Simbol Kemiskinan Umat Manusia (Unsplash)

Motor Honda Revo Memang Mengenaskan, Ia bukan Motor, tapi Simbol Kemiskinan Umat Manusia

18 Maret 2024
Honda Mega Pro, Motor yang yang Identik dengan Bapack-bapack motor honda megapro

Saat eSAF Jadi Buah Bibir, Motor Honda MegaPro Karbu Tetap di Hati

31 Agustus 2023
Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo

25 Oktober 2023
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI Mojok.co

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

13 Juli 2026
Berhentilah Percaya Stigma Buruk Jalur Pantura Subang, Kawasan Ini Bukan Cuma soal Warung Remang-remang

Berhentilah percaya stigma buruk jalur pantura Subang, kawasan ini bukan cuma soal warung remang-remang

13 Juli 2026
Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri Mojok.co

Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri

14 Juli 2026
Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

11 Juli 2026
Desa Jangkar, Desa Paling Nyaman di Bangkalan Madura. Menetap Sehari, Langsung Ingin Datang Lagi

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

12 Juli 2026
Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.