Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
3 Agustus 2026
A A
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Stadion Karapan Sapi R.P. Moch Noer di Bangkalan Madura perlu segera diperbaiki. 

Dahulu, ketika saya mendengar Alun-alun Bangkalan akan dibangun ulang, saya merasa senang. Sebab, tampilan alun-alun kabupaten yang sekarang memang lekas membuat pengunjung bosan. Sampahnya berserakan, kolamnya kotor, warna catnya hilang, nggak ada pembaruan, pokoknya tidak menarik.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, rasa senang itu berubah setelah kemarin saya melihat desain awal proyek ini. Bagi saya, overall, konsepnya sama saja dengan yang sekarang. Kalau bahasa saya sih, ini lebih cocok kita sebut “merenovasi”, nggak usah sok-sok dibilang “merevitalisasi”. 

Di sisi lain, memperhatikan kondisi lapangan karapan sapi di Bangkalan Madura, yakni Stadion R.P. Moch Noer, agaknya gedung inilah yang sebetulnya lebih perlu untuk diperbaiki daripada alun-alun Bangkalan Madura.

Jujur saja, saya sebagai warlok malu mau bilang bangga pada karapan sapi sebagai budaya dari Madura ketika melihat lapangan pertandingannya!

Gedung karapan sapi Bangkalan Madura tidak terawat

Stadion R.P. Moch Noer merupakan lapangan karapan sapi utama di Bangkalan Madura. Sapi dari seluruh penjuru Madura kerap ditandingkan di lapangan ini saat ada event besar, misalnya Piala Presiden. Saat ini pun, Piala AHY juga sedang dilaksanakan di lapangan tersebut.

Walau stadion ini adalah yang utama dan disebut-sebut paling bagus, jujur di hari-hari biasa gedung ini terlihat seperti tidak terurus. Rumput liarnya memenuhi halaman stadion, bahkan menjalar ke atas temboknya. Cat pagarnya pun memudar, besi penghalangnya juga mulai berkarat seperti tidak ada yang memperhatikan.

Nah, bayangkan kalian menceritakan budaya karapan sapi pada orang luar, tapi pas berkunjung stadionnya seperti bangunan terbengkalai. Malu, kan!

Baca Juga:

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

Pengunjung butuh tribun agar tak cuma lihat punggung

Idealnya sebuah lapangan pertandingan, tribun menjadi fasilitas nomor wahid agar pengunjung bisa menonton dengan nyaman. Tanpa adanya tribun, pengunjung akan berdesak-desakan untuk berdiri paling depan. 

Nahasnya, mereka yang tak bisa mendapat posisi paling depan hanya akan nonton punggung pengunjung lain. Kasihan, kan?

Demikianlah yang terjadi di stadion karapan sapi R.P. Moch Noer. Banyak pengunjung yang merasa kecewa saat menonton karapan sapi di stadion ini. Bahkan, wisatawan luar kerap menyesal, sebab sudah berencana jauh-jauh hari buat nonton karapan sapi, panas-panasan, desak-desakan, eh ternyata nggak kebagian nonton sama sekali.

Akan tetapi, ketahuilah, di sudut lain sebetulnya disediakan kok tribun yang bisa dipakai. Namun, tidak semua orang bisa menempatinya, hanya para pejabat saja yang bisa. 

Ini sebenarnya siapa sih yang bayar pajak? Kok demi nonton karapan sapi saja rakyatnya malah desak-desakan, sementara pejabatnya enak duduk santai

Nah, itu mengapa, menurut saya sebaiknya dibuat full tribun saja. Masa para pejabat di tribun sana nggak malu dilihat rakyatnya?

Bisa menjadi ruang terbuka hijau bagi warga

Jujur saja, di mata saya, Alun-alun Bangkalan Madura itu hanya butuh renovasi saja, dipercantik bagian yang rusak. Bagi saya, alun-alun kita itu tidak bagus bukan karena termakan usia, tapi memang kurang terurus saja. 

Jadi cobalah warna yang pudar dicat ulang, besi yang rusak dan berkarat diganti yang baru, dan yang tak kalah penting edukasi masyarakat tentang sampah secara maksimal. Jangan cuma bikin proker kerja bakti sehari habis itu ditinggalkan.

Alun-alun kita itu jelek sebetulnya terutama karena sampahnya saja berserakan. Betul kan?

Nah, maka dari itu, anggaran untuk membangun ulang alun-alun digeser saja untuk membangun Stadion R.P. Moch Noer. 

Selain alasan yang saya jelaskan di atas, stadion ini nantinya bisa jadi pilihan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi warga Bangkalan. Kita jadi bisa punya alternatif lain kalau mau bersantai, olah raga, latihan, bikin perkumpulan, atau lain sebagainya. Kalau sekarang kan, RTH paling cocok kalau nggak alun-alun paling stadion sepak bola. Itu pun harus rebutan sesama warga!

Jadi bukti kalau karapan sapi benar-benar diprioritaskan

Kalau ditanya pada orang Bangkalan Madura secara keseluruhan, mana sih yang lebih penting antara alun-alun dan stadion R.P. Moch Noer, saya yakin hanya segelintir orang yang bilang alun-alun. Itu pun kebanyakan hanya warga kota saja. Sementara kami yang di desa-desa ini, tak begitu membutuhkan alun-alun. Sebab aksesnya jauh!

Nah, stadion R.P Moch Noer berbeda dengan alun-alun. Di stadion karapan sapi ini, warga dari seluruh Bangkalan Madura setiap tahun berkumpul untuk menyaksikan pertandingan. Nggak yang di kota, nggak yang dari desa, semuanya nonton. Bahkan, para turis mancanegara juga kerap berseliweran di stadion ini saat ada event besar.

Maka dari itu, maklum jika saya berpendapat bahwa stadion ini perlu direnovasi agar lebih layak lagi. Lagian, karapan sapi kan emang ikon budaya Madura, masa fasilitas yang disediakan cuma seadanya. Hadeh!

Yah, ini semua hanya saran dari saya sebagai rakyatnya. Pemerintah nggak wajib melaksanakan kok, cuma tetap wajib mempertimbangkannya. Jika dirasa benar, tak perlu malu mengatakan dan mengeksekusinya. Jika pun salah, monggo direspon suara dari orang biasa ini. Hehehe. Sekian!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2026 oleh

Tags: Bangakalan Madurabudaya madurakarapan sapisapistadion karapan sapiStadion Karapan Sapi R.P. Moch NoerStadion R.P. Moch Noer
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Preman Bukan Sesuatu yang Menakutkan di Madura, Kehadirannya Justru Ditunggu Warga

Preman Bukan Sesuatu yang Menakutkan di Madura, Kehadirannya Justru Ditunggu Warga

6 April 2025
5 Sapi Idaman untuk Idul Adha 2020 Versi Mahasiswa Peternakan peternak rakyat MOJOK.CO

Quo Vadis Peternak Rakyat: Diminta Menjaga Ketahanan Pangan dengan Jalan di Tempat

28 September 2020
Dianggap Anak Sendiri: Status Istimewa Sapi di Mata Orang Desa

Dianggap Anak Sendiri: Status Istimewa Sapi di Mata Orang Desa

26 Oktober 2022
4 Alasan Rumah Madura Punya Teras Depan yang Luas (Wikimedia Commons)

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

17 Juni 2026
5 Sapi Idaman untuk Idul Adha 2020 Versi Mahasiswa Peternakan peternak rakyat MOJOK.CO

Jelang Idul Adha: 5 Sapi Idaman Versi Mahasiswa Peternakan

21 Juli 2020
Ketika Saya Harus Menjual Sapi dan Perhiasan untuk Membayar UKT UIN

Ketika Saya Harus Menjual Sapi dan Perhiasan untuk Membayar UKT UIN

7 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang mencapai jutaan rupiah Mojok.co

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang bisa mencapai jutaan rupiah

30 Juli 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Bodoh! Ngapain iuran 100 ribu demi mengundang sound horeg (Pexels)

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.