Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
21 Januari 2026
A A
3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jembatan Suramadu dibangun untuk tujuan pemerataan. Khususnya pemerataan antara Jawa dan Madura. Dengan adanya Suramadu, akses orang luar ke Madura bisa lebih mudah begitupun sebaliknya. Sehingga pertumbuhan ekonomi Madura dapat meningkat melalui berbagai cara, mulai dari kunjungan wisatawan luar Madura hingga investasi pembangunan di Madura.

Namun sejak 2009 sampai 2025, Madura tak kunjung menunjukkan geliat ekonomi yang tumbuh. Kenyataannya justru sebaliknya. Sektor ekonominya malah terlihat lesu dan mati segan hidup tak mampu. Secara kasat mata, hal ini bisa dilihat dari bagaimana kondisi lapak penjual jajanan dan oleh-oleh khas Madura di sepanjang Suramadu. Kumuh, sepi, dan tak terawat. Bahkan sudah banyak yang tumbang dan tutup permanen.

Mengapa ini terjadi? Saya melihat ada 3 sisi gelap Jembatan Suramadu bagian Madura, sehingga para wisawatan luar Madura, enggan berkunjung atau mengulangi kunjungannya ke Pulau Garam ini.

Baca juga: Jembatan Suramadu Pusat Segala Pelanggaran Lalu Lintas, Pantas Banyak yang Kapok Melewatinya.

#1 Akses jalan hancur

Sebenarnya, dari sisi wisata, Madura nggak miskin-miskin amat. Misalnya yang paling menonjol,  Bangkalan Madura punya wisata religi terkenal, yaitu wisata makam Syaikhona Kholil. Belum lagi dengan wisata kuliner seperi Bebek Sinjay, Bebek Rizki, dan Bebek Songkem. Enak-enak itu. Lebih-lebih Madura bagian timur seperti Pamekasan dan Sumenep juga menawarkan banyak wisata pantai yang indah.

Namun yang banyak dikeluhkan banyak orang sebagai wisatawan setelah berkunjung ke Madura adalah jalanan yang hancur. Jalanan Suramadunya memang mulus. Tapi jalan akses penghubung Suramadu ke daerah wisata nggak ada yang mulus.

Paling parah misalnya jalan akses dari Desa Sukolilo sebelah timur Jembatan Suramadu. Setelah berwisata ke Pantai Rindu yang ada di Kecamatan Labang, biasanya para wisatawan pulang menuju Suramadu melalui jalur akses Sukolilo sebelah Timur.

Sejak Jembatan Suramadu berdiri hingga hari ini, jalanan itu tidak pernah mulus. Bahkan disebut jalanan pun tidak layak. Lebih mirip rute belum jadi. Isinya hanya tanah ditambah bebatuan yang menonjol dan berpotensi merusak shockbreaker dan band motor/mobil. Apalagi kalau hujan, ambyar. Risiko terperosok bahkan terjungkal karena licin.

Baca Juga:

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

Ironisnya, di pintu masuk ada portal pemungutan sumbangan yang entah uangnya untuk apa. Sesulit itukah proposal untuk perbaikan akses jalan masuk menuju Jembatan Suramadu. Tolonglah, jangan muluk-muluk membangun hal besar tapi nggak bermanfaat seperti IKM (Industri Kecil Menengah). Mulai dari yang kecil dulu saja tapi manfaat besar, yaitu akses jalan dari Jembatan Suramadu ke lokasi-lokasi spesifik wisata di Madura.

Baca halaman selanjutnya: Pengendara ngawur yang bikin kapok…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: Jawajembatan suramadumadurapilihan redaksiSurabayasuramadu
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

Betapa Beruntungnya Mahasiswa ITB. Punya Kampus Estetik dan Adem. Institut Teknologi Bandung Punya Mata Kuliah Olahraga Juga. (Wikimedia Commons)

Sialan! ITB Itu Kampusnya Estetis, Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Bikin Iri Banget

1 Agustus 2023
Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

21 Oktober 2023
5 Provinsi dengan Persentase PNS Tertinggi di Indonesia terminal mojok

5 Provinsi dengan Persentase PNS Tertinggi di Indonesia

20 Desember 2021
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?

10 Juli 2026
Andai saja Semua Mobil Punya Fitur Bluelink seperti Hyundai CRETA mojok.co

Andai saja Semua Mobil Punya Fitur Bluelink seperti Hyundai CRETA

17 Maret 2022
Surabaya Nggak Nyaman di Mata Arek Suroboyo Sendiri eri cahyadi

2 Problem Mendesak di Surabaya yang Perlu Ditangani Eri Cahyadi ketika Terpilih Nanti

13 November 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan Terminal

Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan

15 Agustus 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

15 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.