#2 Pengendara ngawur di Jembatan Suramadu bikin kapok
Selain itu, Jembatan Suramadu agaknya menjadi pusat pengendara ngawur. Mulai dari pengendara motor yang berada di jalur mobil, pemotor yang merokok sambil berkendara, sampai pengendara mobil norak yang ugal-ugalan buka sunroof mobil di tengah jembatan. Kalian di tengah laut, lho, kena azab baru tahu rasa!
Kondisi banyaknya pengendara ngawur ini membuat wisatawan khawatir. Jangan-jangan mereka merasa di Madura nggak ada hukum dan penegak hukum yang menindak pengendara ngawur ini. Soalnya banyak dan sering, Coy. Males banget, kan.
Baca juga: Bangkalan Madura Adalah Korban Utama dari Jembatan Suramadu, Bukan Surabaya.
#3 Mati lampu jadi gelap
Sisi gelap yang terakhir benar-benar gelap secara harafiah. Jembatan Suramadu bagian Madura sering mati lampu. Jembatan intinya yang di tengah laut memang jarang mati lampu. Tapi lagi-lagi, sepanjang jembatan menuju desa-desa sekitar Suramadu bagian Madura, lampunya sering mati. Misalnya yang sering saya temui di jembatan atas yang terletak di Desa Morkepek. Lampunya mati, gelap puol!
Lampu kan citra penting dari sebuah peradaban. Kalau lampu saja mati, gimana peradabannya. Jangan heran kalau wisatawan merasa Madura itu ketinggalan zaman belum ada listrik. Wong jembatan kebanggaannya saja masih sering mati lampu.
Saya kadang bingung, sebenarnya gimana sih pengelolaan Jembatan Suramadu di Madura ini. Eh, atau memang nggak ada manajemenya. Asal berdiri, asal jadi, asal pejabat hepi? Kok seperti tidak terawat dengan baik.
Itu 3 sisi gelap Jembatan Suramadu yang menurut keyakinan saya bikin wisatawan kapok main ke Madura. Sebenarnya banyak juga yang penasaran dengan Pulau Garam ini. Tetapi setelah mereka datang ke sini malah nggak mau balik lagi. Mereka enggan kembali karena kesan pertamanya sudah berantakan. Akses jalan hancur, pengendara ngawur, hingga masalah lampu yang bikin gelap gulita. Ah, sudahlah.
Saran saya, pemerintah kabupaten di Madura bekerja sama untuk mengajukan proposal perbaikan Suramadu. Kalau Suramadunya oke, orang luar daerah percaya Madura juga oke. Selama ini sebagai orang Madura saya selalu dibilang hidup di tahun 2008 karena citra daerah ini melalui Suramadu buruk.
Mau sampai kapan begini terus?
Penulis: Naufalul Ihya’ Ulumuddin
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















