Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Sisi Gelap Kerja di Perusahaan Konstruksi yang Katanya Bergaji Besar

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
12 Februari 2026
A A
Sisi Gelap Kerja di Perusahaan Konstruksi yang Katanya Bergaji Besar Mojok.co

Sisi Gelap Kerja di Perusahaan Konstruksi yang Katanya Bergaji Besar (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sering saya mendengar anggapan soal betapa beruntungnya ketika seseorang bekerja di perusahaan konstruksi. Beban kerjanya memang berat, tapi punya kesempatan besar memperoleh gaji yang layak, bahkan tidak mungkin hingga dua digit. Ini masuk akal karena perusahaan konstruksi selalu menerima proyek ratusan juta hingga milyaran. Tentunya orang-orang di dalamnya, mulai dari owner, staff, hingga pekerja lapangan ikut kecipratan hasilnya.

Akan tetapi, apakah benar seperti itu? Realitanya justru sebaliknya. Banyak sisi gelap yang dialami karyawan yang bekerja di dalamnya. Di lapangan, ada selisih jauh antara besarnya nilai proyek dan nominal uang yang diterima tiap bulan oleh karyawan. Dan, inilah yang saya sebut paradoks. Industri ini terlihat padat dan kaya, tapi di dalamnya, banyak staf yang terpaksa menahan derita karena kalau resign, mereka kerja apa?

Banyak gaji karyawan perusahaan konstruksi nggak sampai UMR

Gaji yang nggak UMR adalah masalah pertama perihal sisi gelap dari perusahaan konstruksi. Sekilas, angka yang ditawarkan berupa take home pay yang terlihat lumayan, tapi kalau diteliti, komponennya tetap kecil.

Ada perusahaan yang menggaji di bawah UMR, lalu menutupinya dengan label uang makan, uang transport, atau uang lapangan yang sifatnya tidak pasti. Ketika proyek ramai, bonus atau insentif tidak otomatis mengikuti, malah lebih sering jadi khayalan. Lebih apes ketika proyek sepi, kebijakan owner bisa berubah.

Penderitaan mereka berlanjut dengan kebijakan mengenai pemotongan gaji saat sakit. Jadi ketika sakit melebihi batas waktu tertentu (umumnya 3 hari), maka ada pemotongan sekian untuk gaji bulan tersebut. Dalam bahasa perusahaan, ini dianggap sebagai sesuatu yang moralistis sebab berkaitan dengan disiplin dan tanggungjawab. Aneh betul, orang sakit sudah dipotong gajinya, dianggap gak bertanggung jawab.

Akhirnya, di benak karyawan perusahaan kosntruksi, sakit itu jadi sesuatu yang tabu, mengancam insentif mereka, sehingga melahirkan semacam dosa finansial. Akibatnya, lahirlah budaya over workaholic yang mana mereka tetap memaksa masuk meski masih sekarat. Sebab mereka tahu, kalau sakit terlalu lama berarti dompet pun ikutan kritis.

Ini adalah potret soal ekonomi kapitalis, bagaimana perusahaan (pemodal) menempatkan manusia sebagai faktor produksi. Padahal, manusia sejatinya adalah medium (fasilitator) yang menjembatani produksi, bukan faktor produksi yang bisa dikontrol dan dibongkar pasang layaknya mesin pengaduk semen.

Di sisi lain, hak cuti pun jadi persoalan tersendiri. Perusahaan konstruksi memang memberikan hak cuti 12 hari dalam setahun. Tapi, ada peraturan tambahan, hak cuti itu akan dikurangi dengan total cuti bersama pada tahun tersebut. Misalnya, pada 2026 ini total cuti bersamanya ada 8 hari, maka hak cuti tinggal 4 hari. Sudah begitu, tiap weekend masih disuruh lembur,

Baca Juga:

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

5 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Saya Jadi Karyawan MR DIY

Pada akhirnya cuti yang seharusnya dimanfaatkan untuk benar-benar istirahat, berlibur, atau mengurus urusan keluarga, berubah menjadi sekadar sisa angka.

Gaya owner-centric yang merepotkan 

Problem lain dari perusahaan konstruksi adalah perusahaan bergaya owner-centric, yang mana koordinasi sering tidak pernah menjadi sistem. Semua keputusan menunggu satu individu. Kondisi seperti ini membuat sistem manajemen yang harusnya bisa efisien dan sistematis, karena ada prosedur, ada hierarki koordinasi, dan pembagian peran, justru jadi ruwet karena semua harus menunggu aba-aba.

ADVERTISEMENT

Sistem dan struktur manajemen tidak punya ruang untuk hidup. Semua bisa dibatalkan, semua bisa diubah, semua bisa ditabrak, selama pemilik menghendaki demikian.

Situasinya tentu membuat karyawan jadi berada dalam pusaran dilema. Misal, hari ini A dianggap prioritas, besok A tiba-tiba dibilang tidak penting. Karyawan tidak punya pegangan selain menebak-nebak.

Dari kekacauan di atas, berimbas pada lahirnya tuntutan klasik, yaitu semua orang harus bisa, paham, dan menguasai semua hal. Intinya yang awalnya fokus di bagian administrasi, bisa tiba-tiba ngurus lapangan. Yang seharusnya punya peran satu fungsi, dipaksa jadi palugada.

Lingkungan kerja seperti itu adalah neraka bagi karyawan yang skillfull. Mereka pada akhirnya diminta memback-up karyawan yang dirasa gak mampu mengerjakan suatu pekerjaan tanpa dievaluasi. Mirisnya, karyawan yang memback-up tidak mendapat insentif lebih selain pahala.

Saat ada karyawan resign, perusahaan konstruksi tidak segera mencari pengganti, bukan karena tidak bisa, tapi memang ngak mau. Prinsipnya adalah memanfaatkan “faktor produksi” yang ada. Kekosongan posisi dianggap bisa ditutup dengan cara termudah yaitu membagi pekerjaan ke orang-orang yang masih bertahan.

Efek domino

Seluruh sisi gelap di atas bisa punya efek domino yang besar. Siklusnya begini, karyawan jadi cepat tertekan dan stress, turnover makin tinggi, kualitas kerja ikut menurun. Dalam konstruksi, ini berbahaya sebab kesalahan sepele bisa menyebabkan biaya besar. Salah hitung volume, salah spesifikasi material, telat koordinasi vendor, salah jadwal pengiriman, semuanya bisa mengacaukan lapangan.

Dalam siklus seperti itu, yang sering disalahkan adalah pihak yang paling bawah, bukan sistem yang memang dari awal dibiarkan rapuh dan semrawut. Perusahaan mungkin menghemat biaya rekrutmen dan insentif, tetapi tanpa sadar justru membayar mahal lewat kesalahan, konflik internal, dan produktivitas yang jatuh.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

ADVERTISEMENT

BACA JUGA Siapa Bilang Kerja di Proyek Pemerintah Itu Enak? Situ Belum Dipalak sih.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: KaryawankonstruksiKontraktorperusahaanperusahaan kosntruksi
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

5 Saran agar Karyawan Cepat Beradaptasi di Kantor Baru Terminal Mojok

5 Saran agar Karyawan Cepat Beradaptasi di Kantor Baru

12 Oktober 2022
Derita yang Saya Rasakan Saat Jadi Karyawan Retail Terminal Mojok

Derita yang Saya Rasakan Saat Jadi Karyawan Retail

18 Januari 2023
5 Rekomendasi Situs Belajar Excel Gratis dari Nol sampai Mahir. Pekerja Kantoran Wajib Tahu!

5 Rekomendasi Situs Belajar Excel Gratis dari Nol sampai Mahir. Pekerja Kantoran Wajib Tahu!

23 November 2023
Syarat Loker Penampilan Menarik Itu Membingungkan, Lebih Baik Dihapus Aja! Mojok.co

Syarat Loker Penampilan Menarik Itu Membingungkan, Lebih Baik Dihapus Aja!

11 November 2023
Kerja Sambil Kuliah S2 demi Menutupi Hidup yang Terlanjur Medioker Mojok.co

Kerja Sambil Kuliah S2 demi Menutupi Hidup yang Terlanjur Medioker

8 Oktober 2025
Perusahaan Shuttle Kendaraan Asal Bandung Culas, Rekrut Karyawan dengan Kedok Internship Supaya Murah Mojok.co

Perusahaan Shuttle Kendaraan Asal Bandung Culas, Rekrut Karyawan dengan Kedok Internship Supaya Murah

17 April 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.