Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

3 Tipe Penumpang Menyebalkan Jaklingko yang Harusnya Lebih Peka dan Introspeksi Diri

Arsyindah Farhan oleh Arsyindah Farhan
11 Februari 2026
A A
Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta (Alex Neman via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Angkot Jaklingko bisa dibilang salah satu privilese warga Jakarta. Memang nggak cuma orang Jakarta yang boleh naik, tapi untuk saat ini adanya baru di Jakarta doang. Mau ke mana-mana naik Jaklingko, gratis. Lumayan buat irit biaya hidup.

Banyak juga yang naik Jaklingko untuk naik transportasi umum (transum) lain. Misalnya, buat ke stasiun naik KRL dan ke halte Transjakarta. Yang dibutuhkan untuk naik Jaklingko cuma kartu uang elektronik buat tap. Meski nempel kartu, saldo di dalamnya nggak akan terpotong.

Di samping manfaatnya, suka ada saja yang bikin badmood pas naik Jaklingko. Satu di antaranya, penumpang menyebalkan. Saya suka ketemu penumpang Jaklingko yang nggak peka dan nggak tahu diri. Padahal, kepekaan saat naik transum penting biar proses naik turunnya penumpang lebih mudah.

Ini tiga tipe penumpang menyebalkan Jaklingko yang nggak peka versi saya dan harusnya mereka introspeksi diri.

#1 Ogah bantu tap, padahal duduk di dekat mesin tap

Mesin tap Jaklingko adanya di belakang kursi supir, dekat pintu. Pas naik dan turun, memang bakal lewat. Tapi karena ruang gerak di Jaklingko terbatas, jadinya susah. Penumpang naik dan turun dituntut cepat karena pemberhentian Jaklingko seringnya di pinggir jalan. Biar nggak bikin macet. Makanya, butuh bantuan orang lain buat tap kartu kalau duduknya nggak dekat mesin tap.

Jadi peraturan nggak tertulis, kalau yang duduk di belakang supir bakal jadi seksi sibuk tap-tap kartu. Baik yang duduknya di belakang supir persis, atau yang duduknya berjarak satu penumpang di belakang supir. Suka gemas kalau ketemu penumpang yang ogah-ogahan bantu tap, padahal tempat duduknya paling potensial. Keseringan walau kayak nggak ikhlas, tetap dibantu karena terpaksa. Cuma, raut mukanya nggak bisa bohong.

Saya pernah sekali ketemu penumpang yang nggak mau bantu tap karena katanya sebentar lagi turun. Sedangkan penumpang lain termasuk saya, nggak ada yang bisa bantu karena kesulitan. Padahal kalau sekedar bantu tap in, masih bisa. Sebentar laginya juga nggak sebentar-sebentar banget ternyata. Karena orang yang minta tolong tujuannya dekat, walhasil dia cuma sempat tap sekali pas keluar.

Memang di Jaklingko, menahan kartu jadi kebiasaan umum penumpang yang bantu nge-tap. Perlu menunggu sekitar satu menit untuk bisa tap kartu lagi, makanya ditahan sebentar sama penumpang yang membantu. Biar tap in dan tap out dilakukan sekaligus di awal, baru akhirnya kartu dikembalikan. Cuma kan nggak harus begitu. Kalau bisanya sekedar bantu tap in, apa salahnya? Balikin saja dulu kartunya. Nanti untuk tap out, urusannya si empunya kartu.

Baca Juga:

Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

Saya Rela Meninggalkan Kendaraan Pribadi demi Angkot Mikrotrans Jaklingko

BACA JUGA: 3 Hal Menyebalkan Angkot JakLingko dari Perspektif Pengendara Lain di Sekitarnya

#2 Duduk di kursi depan Jaklingko, padahal bukan golongan prioritas

Saya sering ketemu penumpang yang bukan golongan prioritas, tapi duduk di kursi depan samping supir. Sedangkan kursi di samping supir, diperuntukkan bagi golongan prioritas, seperti bumil, lansia, disabilitas, ibu membawa anak, dan orang sakit. Mungkin saja pas dia mau naik, cuma kursi depan yang tersedia. Seharusnya pas kursi belakangnya ada yang kosong, dia pindah. Biar kursi prioritasnya bisa dipakai sama yang lebih berhak.

Kadang ada juga anak muda yang pilih duduk di depan, padahal kursi di bagian belakang masih ada yang lowong. Beberapa kali juga saya ketemu penumpang yang duduk di depan, ternyata kenalannya supir. Padahal, bukan termasuk golongan prioritas. Ternyata untuk urusan naik transum saja, kalau punya orang dalam bisa lebih untung.

BACA JUGA: 4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

#3 Tukang selak antrian

Buat Jaklingko dengan nomor dan arah tertentu, armadanya nggak sebanyak peminatnya. Akhirnya, selalu penuh dan harus lama menunggu buat bisa naik. Saking ramainya, pas akhirnya ada yang bisa dinaiki, kursi kosongnya cuma satu, tapi yang nunggu bisa sampai lima orang.

Jaklingko 106 arah Terminal Klender dan Terminal Kampung Melayu contohnya. Setiap Jaklingko 106 lewat di kawasan tempat tinggal saya, keseringan penuh. Saya harus rela tunggu lama kalau tetap mau naik Jaklingko 106.

Pas menunggu Jaklingko, banyak yang prinsipnya siapa cepat dia dapat. Tapi, cepat yang dimaksud bukan siapa yang menunggu lebih dulu berhak naik duluan. Melainkan, main selak saja naik duluan tanpa ba-bi-bu, meski datangnya belakangan. Seharusnya nggak gitu. Antre saat naik transum harusnya sudah jadi aturan dasar.

Belum lagi, kalau ada ibu-ibu minta belas kasihan. Beliau sadar kalau mestinya dapat jatah naik belakangan, tapi minta didahulukan karena buru-buru. Kalau ngomongin buru-buru, saya juga sama. Kalau alasannya karena urgensi, saya rela mengalah. Misalnya ke rumah duka atau ke Rumah Sakit.

Tipe penumpang menyebalkan kayak di atas, nggak setiap saat saya temui pas naik Jaklingko. Cuma tetap saja, bikin kesal. Saya rasanya ingin sekali sindir mereka. Paling nggak karena sudah gratis, tahu diri sedikit dong!

Penulis: Arsyindah Farhan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Naik Angkot Jaklingko Gratis Itu Menyenangkan, Kecuali Kalau Sopirnya Nyetir Kayak Lagi Balapan di Sirkuit Sentul

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2026 oleh

Tags: armada jaklingkojaklingkokampung melayutarif jaklingkoterminal klender
Arsyindah Farhan

Arsyindah Farhan

Tukang kue yang suka menuangkan unek-uneknya lewat tulisan. Kuliah keguruan, tapi akhirnya lebih pilih bisnis home made biar bisa menemani ibu di rumah.

ArtikelTerkait

Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

2 Maret 2025
Panduan Menikmati Transportasi Umum di Jakarta Terminal Mojok

Panduan Menikmati Transportasi Umum di Jakarta

1 Februari 2023
4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

6 Mei 2023
Mikrotrans Jaklingko Membuat Saya Melupakan Kendaraan Pribadi (Alex Neman via Wikimedia Commons)

Saya Rela Meninggalkan Kendaraan Pribadi demi Angkot Mikrotrans Jaklingko

18 September 2023
4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

3 Hal Menyebalkan Angkot JakLingko dari Perspektif Pengendara Lain di Sekitarnya

3 September 2023
karang taruna pentas agustusan bendera merah putih indonesia terminalmojok

Menilik Sejarah Karang Taruna, Organisasi Paling Eksis di Bulan Agustus

5 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas kalimalang jakarta

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

8 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Pustakawan, Profesi yang Sering Dianggap Remeh, padahal Kerjanya Enak dan Banyak Untungnya

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.