Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

Karina Londy oleh Karina Londy
2 Maret 2025
A A
Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta (Alex Neman via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Empat bocah lelaki melompat masuk JakLingko jurusan Kramat Jati-Bambu Apus. Mereka siap sedia dengan kartu masing-masing untuk “membayar” ongkos JakLingko yang masih gratis ini. Kemudian mereka kumpulkan semua kartu itu ke satu bocah yang duduknya paling dekat dengan mesin tap. 

Dua di antara mereka punya kartu dengan desain yang sama persis. Kartu default keluaran bank gitu lho. Maka diwanti-wanti lah si bocah yang ditugaskan ngetap itu agar hati-hati, jangan sampai tertukar. Tapi namanya juga bocah ya, saat mengembalikan kartu ke teman-temannya, tetap aja rancu kartu mana yang punya siapa.

“Nanti cek yak. Yang isinya banyak punya gua pokoknya,” ujar salah satu bocah korban kartu tertukar.

Memang pasti di JakLingko akan selalu rawan kejadian seperti itu soalnya posisi mesin tap kendaraan ini nggak bisa dijangkau sama sebagian besar penumpang. Jadi prosesi titip menitip ngetap ini harus terus dilakoni. Bahkan antara strangers. Dan ini mungkin dapat menjadi pelestari budaya tolong-menolong di antara warga Ibu Kota yang konon katanya, sudah mulai langka dilakukan, tergerus budaya metropolitan yang kejam.

Selayang pandang layout JakLingko

Sebetulnya, JakLingko adalah nama untuk jaringan transum Jakarta. Termasuk di dalamnya Tije, LRT, MRT, serta Mikrotrans. Nah, yang mau aku bahas di sini adalah Mikrotrans, anggotanya yang paling kecil (ya, namanya aja mikro). Tapi entah kenapa, sebutan JakLingko sudah lebih melekat sama moda ini.

Website C40 menyebutnya “microbus” tapi akamsi menyebutnya angkot. Yap, intinya sesimpel itu. Mikrotrans adalah angkot yang oleh Pemda DKI diadopsi menjadi transum resmi Jakarta. Karena tergabung dalam jaringan JakLingko, maka bayarnya nggak pakai cash lagi, melainkan pakai kartu. Tinggal tap aja ke mesin, sama seperti Tije. 

Cuma bedanya, kamu nggak bisa nunggu selesai ngetap baru duduk, nih. Secara, yang bisa berdiri tegak di dalam Mikrotrans tuh cuma balita. Orang dewasa kalau masuk, mesti langsung ambil posisi di kursi yang memanjang hingga ke belakang mobil. Lalu baru ngetap.

Mesin tap ini letaknya persis di depan pintu. Jadi kebayang dong, kalau mesin ini hanya bisa dijangkau sama dua orang yang duduk paling depan. Bagi yang kebagian di tengah apalagi belakang, mesti selalu siap pasang muka dan nada ramah untuk minta tolong ngetap. 

Baca Juga:

3 Tipe Penumpang Menyebalkan Jaklingko yang Harusnya Lebih Peka dan Introspeksi Diri

Saya Rela Meninggalkan Kendaraan Pribadi demi Angkot Mikrotrans Jaklingko

Tapi memang nggak ada posisi ideal untuk meletakkan mesin tap ini sih

Kali ini, pemerintah nggak bisa disalahin atas keanehan dalam layanan mereka. Aku yakin mereka pasti udah putar otak semaksimal mungkin dan opsi terbaik yang ada memang telah diterapkan. Aku sendiri sempat mencoba mengira-ngira, membayangkan di mana posisi ideal mesin tap JakLingko seharusnya. Dan hasilnya adalah beneran nihil. Tampaknya, desain interior angkot memang nggak menunjang skema pembayaran modern macam ini. 

Misalkan dipindah ke belakang, maka yang duduk di depan yang malah perlu minta tolong. Posisi ini juga tambah merugikan penumpang, terutama bagi orang-orang yang gampang eneg. Ditaro di salah satu sisi badan kendaraan pun masih nggak bisa diraih sama semua orang. Dipindah ke samping supir, sehingga sistem bayarnya adalah nyerahin kartu ke supir, justru tambah ribet. Di tengah langit-langit? Boleh dicoba, tapi terlalu aneh nggak sih?

Hikmah dari ketidakidealan ini

Inget pantun closingan OVJ? Bunyinya gini, “di sana gunung di sini gunung, di tengah-tengahnya Pulau Jawa. Dalangnya bingung wayangnya juga bingung, yang penting bisa ketawa,” 

Nah, dalam case ini, planner Mikrotrans bingung, penumpang JakLingko juga bingung. Yang penting bisa ketawa! Beneran deh, sepertinya kita mesti nerima aja keanehan posisi mesin tap Mikrotrans sebagai salah satu inside jokes Jakarta. Serta sebagai salah satu medium pelestari budaya tolong menolong warga Ibu Kota. 

Apa itu malas berinteraksi ke sesama penumpang? Mereka yang menumpang Mikrotrans nggak mengenalnya. Angkot JakLingko itu telah membasmi segala yang berbau individualis dari jiwa para penumpangnya.

Penulis: Karina Londy
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Hal Menyebalkan Angkot JakLingko dari Perspektif Pengendara Lain di Sekitarnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2025 oleh

Tags: jaklingkomesin taptap kartu
Karina Londy

Karina Londy

Lulusan komunikasi yang bekerja di industri penerbangan. Fotografer dan pegiat olahraga alam bebas. Pengelola taman baca swadaya di Jakarta Timur.

ArtikelTerkait

Nihilnya Posisi Ideal Mesin Tap JakLingko Justru Melestarikan Budaya Tolong Menolong Warga Jakarta

3 Tipe Penumpang Menyebalkan Jaklingko yang Harusnya Lebih Peka dan Introspeksi Diri

11 Februari 2026
7 Benda yang Diciptakan Hanya untuk Bikin Sulit Kehidupan Orang Kidal (Unsplash)

7 Benda yang Bentuknya Bikin Sulit Kehidupan Orang Kidal

25 Oktober 2022
Mikrotrans Jaklingko Membuat Saya Melupakan Kendaraan Pribadi (Alex Neman via Wikimedia Commons)

Saya Rela Meninggalkan Kendaraan Pribadi demi Angkot Mikrotrans Jaklingko

18 September 2023
4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

3 Hal Menyebalkan Angkot JakLingko dari Perspektif Pengendara Lain di Sekitarnya

3 September 2023
Panduan Menikmati Transportasi Umum di Jakarta Terminal Mojok

Panduan Menikmati Transportasi Umum di Jakarta

1 Februari 2023
4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

6 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Vario 125, Motor Honda yang Bikin Sesal, tapi Nggak Tergantikan (Wikimedia Commons)

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

1 Mei 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.