Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
16 Maret 2026
A A
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah mengeluhkan kondisi jalur selatan Jawa di Terminal Mojok. Tepatnya jalan nasional antara Purworejo dan Kulon Progo. Kalian bisa membacanya di Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda.

Di situ saya mengeluhkan kondisi jalan nasional yang begitu berbeda di 2 kabupaten yang bertetangga. Saking bedanya, seolah-olah pengguna jalan pindah dunia, bukan pindah kabupaten. 

ADVERTISEMENT

Ada satu hal yang luput dari tulisan itu. Saya hanya membandingkan mulus tidaknya jalan nasional yang berada di Purworejo dan Kulon Progo. Apakah jalannya mulus, bergelombang, atau banyak tambalan? Hanya itu pembandingnya. 

Padahal, sebagai jalan penghubung yang vital untuk sisi selatan Jawa, ada hal lain yang tidak kalah penting: lampu penerangan. Terang tidaknya jalan nasional jadi poin penting demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Bagi kalian yang melewati jalan ini di siang hari, lampu penerangan mungkin tidak jadi persoalan. Namun, bagi mereka yang sering melintas di malam hari, lampu penerangan di jalan nasional Purworejo dan Kulon Progo jadi persoalan serius. Terlebih bagi pengendara sepeda motor seperti saya. Mau tidak mau, mata jadi lebih awas ketika melintas.

Pengalaman buruk di Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo

Saya beberapa kali melewati jalur itu di malam hari menggunakan motor. Dan, kalau boleh jujur, sensasinya kadang lebih mirip latihan refleks daripada perjalanan santai. Salah satu pengalaman yang tidak pernah terlupa adalah hampir terjatuh karena sebuah lubang di jalan yang tidak terlihat jelas.

Waktu itu kondisi jalan gelap. Tidak ada penerangan jalan yang benar-benar membantu. Sementara, dari arah berlawanan sesekali melintas truk besar dengan lampu yang menyilaukan. Dalam situasi seperti itu, lubang di jalan baru benar-benar terlihat ketika motor sudah sangat dekat. Untung saja waktu itu refleks masih cukup cepat untuk menghindar, meskipun sedikit oleng.

Pengalaman seperti itu membuat saya sadar satu hal. Jalan nasional Purworejo–Kulon Progo ini bukan hanya soal aspal yang bergelombang atau jalan yang kadang menyempit tiba-tiba. Penerangan yang jarang di beberapa titik juga jadi sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga:

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Cuma daerah sekitar Bandara YIA yang baik

Uniknya, kondisinya berbeda di jalanan sekitar Bandara YIA. Di sekitar bandara, penerangan jalan bisa dibilang sangat baik. Lampu-lampu jalan berdiri rapi dan terang. Jalan terasa jelas terlihat bahkan dari jarak cukup jauh.

Akan tetapi, begitu sedikit menjauh dari kawasan bandara, kondisi penerangan mulai berubah. Lampu jalan memang masih ada, tapi tidak sebanyak dan seterang yang ada di sekitar bandara. Jalan masih terlihat, tapi tidak sejelas sebelumnya.

Dan, ketika perjalanan berlanjut ke arah Purworejo, perbedaannya terasa semakin nyata. Di beberapa titik, penerangan jalan terasa sangat minim. Bahkan ada bagian jalan yang benar-benar gelap, seolah lampu jalan hanya konsep yang sesekali muncul lalu menghilang lagi.

Ini sekaligus jadi pesan kepada mereka yang masuk Jogja atau Purworejo lewat Bandara YIA. Pesannya jangan kaget dengan jalanan menuju Jogja maupun Purworejo. Jalan yang normal, mulus dan terang, cuma sekitar bandara saja. Selebihnya seperti jurit malam.

Hanya mengandalkan mata yang awas

Dalam kondisi gelap seperti itu, jalan yang bergelombang atau lubang yang sudah ditambal tetap bisa menjadi masalah. Apalagi jalur ini juga cukup sering dilalui truk-truk besar. Lampu kendaraan yang saling berhadapan kadang justru membuat pengendara motor semakin sulit melihat kondisi jalan di depan.

Iya, kondisinya mengkhawatirkan seperti itu. Ini kita tidak sedang  membicarakan jalan di dalam desa ya. Ini adalah jalan nasional yang menghubungkan wilayah penting di selatan Jawa. Jalur yang dilewati kendaraan dari berbagai daerah setiap hari.

Setiap kali melewati jalur itu di malam hari, saya selalu teringat satu hal. Ketimpangan di jalan nasional Purworejo dan Kulon Progo bukan hanya soal mulus atau tidaknya aspal. Soal terang dan gelapnya jalan pun, perbedaannya terasa cukup nyata.

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2026 oleh

Tags: Bandara YIAjalan Kulon Progojalan nasionalJalan Purworejokulon progoPurworejoYIA
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Stasiun Purworejo Sudah Betul Jadi Cagar Budaya Saja, Tidak Perlu Diaktifkan Kembali Mojok.co

Stasiun Purworejo Sudah Betul Jadi Cagar Budaya Saja, Tidak Perlu Diaktifkan Kembali

5 Januari 2024
Jalan Daendels, Jalan Penghubung Yogyakarta-Purworejo yang Mirip Simulasi Neraka

Jalan Daendels, Jalan Penghubung Yogyakarta-Purworejo yang Mirip Simulasi Neraka

30 Oktober 2023
Pasar Kentu Purworejo, Nama Uniknya Bikin Salah Fokus (Unsplash)

Pasar Kentu Purworejo, Pasar yang Pasti Bikin Orang Salah Paham ketika Pertama Mendengar Namanya

19 April 2025
5 Angkringan Kulon Progo yang Murah, Enak, dan Nyaman terminal mojok.co

5 Angkringan Kulon Progo yang Murah, Enak, dan Nyaman

9 November 2021
Bandara YIA Nggak Bikin Wisata Kulon Progo Melesat, Daerah Ini Masih Gitu-gitu Aja Kalah sama Kabupaten Lainnya

Bandara YIA Nggak Bikin Wisata Kulon Progo Melesat, Daerah Ini Masih Gitu-gitu Aja Kalah sama Kabupaten Lainnya

22 Juni 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Ngeri! Rekening Bank Mandiri bisa diblokir atas permintaan aparat (Unsplash)

Rekening Bank Mandiri hilang sekali klik sukses melahirkan rasa takut karena pemblokiran tanpa proses hukum bisa menimpa siapa saja

24 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.