Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Perjalanan dengan Bus Explore Cimahi-Jatinangor yang Saya Rindukan

Ayu Octavi Anjani oleh Ayu Octavi Anjani
19 November 2020
A A
Perjalanan dengan Bus Explore Cimahi-Jatinangor yang Saya Rindukan terminal mojok.co

Perjalanan dengan Bus Explore Cimahi-Jatinangor yang Saya Rindukan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sebagai mahasiswa salah satu kampus ternama di Jatinangor, langganan nih sama bus Explore jurusan Cimahi-Jatinangor. Asal kalian tahu, bus Explore ini jadi alat transportasi satu-satunya untuk mahasiswa perantauan seperti saya. Ya, meskipun nggak sejauh Jogja-Bandung, tetap saja bagi saya itungannya lumayan jauh.

Namanya mahasiswa, dulu kalau pulang ke rumah selalu naik kendaraan umum supaya lebih enak dan nggak capek. Sampai rumah dengan aman dan nyaman. Jelas kalau dibandingkan dengan sekarang yang sedang pandemi ya saya nggak bisa lagi naik bus kebanggaan warga Cimahi ini. Apalagi sekarang sedang hiatus alias baru mulai beroperasi lagi awal tahun depan.

Dulu semasa masih kuliah offline, saya sebisa mungkin akan pulang ke rumah di Cimahi setiap seminggu sekali. Itu pun kalau tanpa jadwal dan deadline tugas menumpuk ya. Kadang saya bersyukur kalau sebulan dua kali saja sudah bisa pulang. Sebab, memang sepadat itu jadi anak kuliahan cuy. Serius.

Bus Explore jadi saksi bisu saya setiap perjalanan Jatinangor-Cimahi atau Cimahi-Jatinangor. Ya, memang dari Cimahi pun saya selalu menggunakan jasa bus Explore ini. Kadang kalau bapak saya ada waktu luang dan waktu tersedianya bus sudah mepet bahkan habis, baru deh diantar langsung ke Jatinangor.

Setiap akhir minggu, saya menjadwalkan diri untuk pulang ke rumah. Nggak hanya akhir minggu, hari-hari biasa pun kalau memang ada waktu kosong saya nggak jarang pulang ke rumah. Hitung-hitung numpang tidur sebelum besoknya balik lagi. Hehe.

Kalau hari-hari biasa, saya nggak jarang berlarian mengejar waktu bus ini datang. Sampai bercucuran keringat akibat gerah dan kepanasan. Belum lagi kalau bus belum datang dan saya harus menunggu sampai satu jam sampai bus datang. Kadang membosankan, tapi juga ngangenin.

Kalau dipikir-pikir kapan lagi coba saya punya pengalaman ngejar bus seperti itu. Apalagi tidak sekali dua kali saya harus berlarian seperti itu hanya demi naik bus. Kalau di akhir minggu memang lebih santai karena tidak ada jadwal kuliah. Tapi, di awal minggu, waktu benar-benar sangat berharga.

Namun, saya lebih suka kalau saya punya cukup banyak waktu luang sebelum bus datang. Saya biasanya masih nyantai nongkrong di mal terdekat. Ya sembari nunggu bus lah ngapain melamun sambil panas-panasan. Memanfaatkan waktu luang itu kan bagus. Saking santainya kadang nggak sadar kalau waktu datangnya bus sudah dekat. Oh ya, biasanya bus Explore Cimahi-Jatinangor datang setiap 30 menit.

Baca Juga:

Derita Pejalan Kaki di Surabaya: Sudah Dipanggang Matahari, Masih Tak Punya Ruang untuk Menapak Kaki

Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Kalau mau naik bus ini paling pagi pukul 06.00 dan paling malam pukul 18.00. Enak sih sebenarnya karena jadwalnya jelas, bisa dikira-kira kapan tiba dan kapan perjalanan terakhir. Jadi, kalau sudah ada jadwal seperti ini harusnya sih penumpang bisa tepat waktu.

Bus Explore Cimahi-Jatinangor punya kapasitas tempat duduk yang cukup banyak dan dilengkapi dengan AC. Saya rasa bus ini sudah enak deh. Lantas, berapa ongkosnya? Jangan sedih. Ongkos bus Explore ini sangat murah hanya Rp12 ribu. Nah lho, murah kan? Mungkin tarif ini disesuaikan dengan kantong mahasiswa ya.

Kalau soal bangku, posisi bangku dari tengah ke belakang adalah andalan saya. Entah kenapa saya memang tidak terlalu hobi duduk di paling depan jika menaiki bus. Beda lagi kalau angkot. Saya lebih suka di depan soalnya nggak perlu dempet-dempetan.

Dengan waktu 30-45 menit perjalanan, nggak akan terasa karena selalu lewat jalan tol. Nah, sebab lewat jalan tol, saya selalu tidur di jalan. Apalagi kalau sedang hujan dan waktu menuju malam. Wah, ini waktu terbaik untuk tidur kan?

Pernah sekali waktu saya malu sekali karena sedang khusyuk tidur lalu dibangunkan oleh kondektur yang menagih ongkos bus. Lebih parahnya, si kondektur pernah bilang “Teh, tidurnya nyenyak banget saya toel-toel teu hudang-hudang.” yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah saya tak kunjung bangun bahkan sudah ditoel-toel. Kurang lebih saya artikan kalau kondektur ini mau bilang saya pelor (nempel molor). Hahaha.

Ini saya nggak paham deh kenapa saya bisa meromantisasi momen ketika naik bus, bukannya berboncengan motor dengan pacar. Nanti deh saya pikirkan lagi. Yang jelas sekarang saya sedang rindu sekali naik bus Explore Cimahi-Jatinangor lagi!

Suasana bus yang paling saya sukai adalah ketika kondisi bus ini sepi. Sangat sepi. Kadang hanya sampai 10 orang penumpang. Di hari biasa, memang sepi mahasiswa sih. Kenapa saya suka? Sebab, saya bisa memilih tempat duduk di manapun dan menaruh tas di bangku kosong sebelah saya.

Sedangkan suasana yang paling menyebalkan adalah saat kondisi bus sedang ramai sekali. Sangat ramai. Kadang ramainya tidak manusiawi. Duh. Biasa sampai puluhan penumpang kalau akhir pekan. Alhasil, saya harus rela berbagi tempat duduk dengan orang lain. Padahal tas saya bawaannya berat. 

Eh, tapi nggak jarang loh saya temui penumpang bus Explore ini yang sesuka hati alias egoisnya minta ampun. Padahal ada penumpang lanjut usia yang butuh tempat duduk. Tapi, si penumpang ini malah pura-pura nggak dengar waktu diajak bicara. Enaknya diapain ya penumpang macam ini? Huh.

Saya rindu sekali masa-masa ini. Masa-masa saat saya harus kejar-kejaran dengan waktu dan penumpang agar dapat kursi ternyaman di bus Explore jurusan Cimahi-Jatinangor itu. Betapa saya kangen mengarungi perjalanan 45 menit dengan bus satu-satunya itu.

Secara nggak langsung, bus Explore ini jadi salah satu penyemangat hidup saya ketika kuliah di Jatinangor. Kalau nggak ada bus ini gimana saya bisa pulang pergi coba? Terima kasih bus Explore Cimahi-Jatinangor! Ditunggu ya comebacknya.

BACA JUGA Mei Mei Adalah Representasi Wanita dengan Self Love Level Dewa atau tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 November 2020 oleh

Tags: bus kotatransportasi umum
Ayu Octavi Anjani

Ayu Octavi Anjani

Mahasiswa akhir yang hobi makan dan nulis.

ArtikelTerkait

5 Alasan Punya Mobil Pribadi di Jakarta Itu Sekarang Sudah Nggak Worth It

5 Alasan Punya Mobil Pribadi di Jakarta Itu Sekarang Sudah Nggak Worth It

3 Mei 2025
Pengguna Angkot Bandung Perlu Lebih Proaktif, Jangan Acuh Tak Acuh, dong! terminal mojok.co

Pengguna Angkot Bandung Perlu Lebih Proaktif, Jangan Acuh Tak Acuh, dong!

9 Januari 2021
Orang Surabaya Ramah terhadap Pejalan Kaki, tapi Kotanya Tidak

Derita Pejalan Kaki di Surabaya: Sudah Dipanggang Matahari, Masih Tak Punya Ruang untuk Menapak Kaki

4 November 2025
Membandingkan Perjalanan Solo-Jogja, Mending Naik Bus Suharno Atau KRL?

Membandingkan Perjalanan Solo-Jogja, Mending Naik Bus Suharno Atau KRL?

3 Oktober 2023
Nestapa Magelang, Diapit Dua Kota Besar tapi Transportasi Umumnya Nggak Berkembang

Nestapa Magelang, Diapit Dua Kota Besar tapi Transportasi Umumnya Nggak Berkembang

3 September 2023
Jangan Hidup di Lamongan kalau Nggak Punya Kendaraan Pribadi, Transportasi Umum Nggak Bisa Diharapkan Mojok.co

Jangan Hidup di Lamongan kalau Nggak Punya Kendaraan Pribadi, Transportasi Umum Nggak Bisa Diharapkan

24 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
Warga Bantul Iri, Pengin Tinggal Dekat Mandala Krida Jogja (Wikimedia Commons)

Saya Mengaku Iri kepada Mereka yang Tinggal di Dekat Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja

16 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.