Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
23 Oktober 2025
A A
Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah (Mujiono Ma'ruf via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Angin segar datang di Lamongan. Awal bulan Oktober ini, ada Trans Jatim yang menghubungkan daerah utara dengan selatan. Tepatnya Kecamatan Paciran dan Terminal Lamongan (pusat kabupaten).

Fyi saja, sudah sangat lama warga Lamongan merindukan transportasi publik yang bisa diakses warga. Sebab, memang tak ada transportasi umum sama sekali di sini. Makanya ketika akhirnya muncul Trans Jatim, kami sangat bersyukur.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, perlu digarisbawahi bahwa ini program gubernur, bukan bupati. Jadi, kalau merasa ingin memberikan ucapan terima kasih, ucapkan saja ke Gubernur Jawa Timur, bukan Bupati Lamongan. Oke, sip.

Trans Jatim Koridor 7, koridor baru yang perlu banyak belajar dan berbenah

Saya sering sekali naik Trans Jatim. Harus diakui moda transportasi satu ini cukup membantu mobilisasi saya. Mungkin bukan cuma saya yang terbantu, masih banyak juga warga Jawa Timur yang terbantu dengan kehadiran Trans Jatim. Mulai dari kaum LDR, golongan lansia gabut, serta orang-orang pekerja dan anak sekolah.

Program ini memang perlu diapresiasi. Akan tetapi untuk Trans Jatim Koridor 7, mohon maaf saja, sepertinya perlu diberikan kritik sekeras-kerasnya. Sebab sistem dan manajemennya nggak jelas. Terutama di rute Lamongan ke arah Paciran. Saya tahu penumpangnya memang membludak, tapi bukan berarti sistemnya juga boleh ugal-ugalan.

Sistem nomor yang aneh

Saya baru pertama naik Trans Jatim Koridor 7 dan saya kira bakal sama kayak sistem Trans Jatim koridor lainnya. Eh, ternyata beda. Ketika naik, kita harus punya semacam tiket yang ada nomornya. Jadi, yang berhak naik adalah orang-orang yang memegang nomor tersebut. Nomornya pun dibatasi sesuai dengan kapsitas bus mungil tersebut.

Secara konsep, memang cukup bagus. Harus saya akui meski tiket nomornya seadanya—cuma ditulis di kertas lusuh—konsepnya cukup oke. Penumpang bisa masuk ke bus sesuai urutan kedatangan, jadi tidak ada yang menyerobot antrean.

Sayangnya, eksekusinya ambyar. Tidak ada info secara jelas soal tiket dengan nomor ini. Sebagai penumpang yang baru naik Trans Jatim Koridor 7, saya tidak tahu kalau penumpang mendapat nomor dulu. Setelah bus berjalan, saya baru tahu.

Baca Juga:

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

Bagi Warga Kabupaten, Orang Jakarta Terlihat Terlalu Buru-buru dan Terlalu Punya Tujuan

Cara pembagian tiketnya juga aneh. Tiket bernomor ini diserahkan ke beberapa penumpang saja. Ada satu penumpang dikasih 4 nomor, dan seterusnya. Pun yang dikasih random. Ironisnya, yang rebutan dapat tiket, sementara yang antre dengan tertib justru tidak dapat.

Saya heran, kenapa pelaksanaannya kayak gini, padahal masih ada opsi lain. Misalnya, penumpang harus antre baru tiket bernomor dibagikan. Atau bisa juga saat tiba di halte, penumpang langsung diberi nomor. Petugas kemudian memberi pengarahan nanti yang berangkat nomor urut sekian sampai sekian. Begitu seterusnya. Bukan malah semrawut. Alhasil saya sampai harus menunggu bus ketiga baru bisa naik.

Aturan tidak konsisten

Selain sistem yang aneh, aturan juga tidak konsisten. Sistem nomor tersebut hanya berlau beberapa saat. Setelah saya naik bus, sistem tiket dengan nomor itu sudah tidak dipakai lagi. Lha, kan namanya jadi tidak konsisten? Alasan petugas karena terlalu ramai dan ribet.

Saya memahami kalau penumpang memang menumpuk, penumpang nakal juga ada di mana-mana. Makanya dibuatlah sistem. Saya pikir kalau sistemnya oke, manusianya juga pasti mau kok ikut prosedur yang ada.

Kereta api dulu juga semrawut, tapi sekarang bisa tertib. Saya yakin, Trans Jatim Koridor 7 juga bisa, kok. Kita hanya perlu pembiasaan sistem saja.

Di mana petugas keamanannya?

Saya kira sudah saatnya Trans Jatim memiliki satpam atau petugas keamanan. Lengkap dengan baju dan orang-orang yang kelihatan seram itu. Sebab, tanpa satpam sekarang yang terjadi adalah petugas merangkap banyak tugas. Kadang petugas yang bagi-bagi tiket nomor, kadang jadi pramugara, kadang juga mengatur orang yang nyerobot. Kan kasihan.

Padahal fungsi satpam atau petugas keamanan ini penting banget untuk memastikan sistem berjalan dengan benar. Bukan cuma soal keamanan, tapi juga ketertiban dan informasi ke penumpang baru.

Ongkos Trans Jatim memang murah, tapi bukan berarti boleh semrawut

Saya mengakui kalau ongkos Trans Jatim memang murah dan terjangkau. Tetapi bukan berarti moda transportasi satu ini boleh semrawut. Pembiayaan Trans Jatim berasal dari pajak yang kita bayar. Artinya, masyarakat juga berhak mendapat layanan publik yang layak, tertib, dan manusiawi. Jadi, wajar kalau kita memberi kritik. Kritik bukan berarti benci, tapi bentuk sayang biar Trans Jatim bisa jadi lebih baik.

Koridor 7 ini masih baru, wajar kalau banyak yang perlu diperbaiki. Tapi kalau mau jadi kebanggaan Lamongan, pembenahannya harus telaten dan konsisten. Karena transportasi publik yang baik itu bukan cuma soal bus yang jalan, tapi juga sistem yang bikin orang nyaman.

Semoga Trans Jatim Koridor 7 bisa lebih rapi, tertib dan jadi contoh manajemen transportasi yang baik ke depannya. Semoga saja.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Penderitaan Warga Lamongan-Gresik yang Sehari-hari Naik Trans Jatim Koridor K4

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2025 oleh

Tags: bus trans jatimlamongantrans jatimtrans jatim koridor 7transportasi publiktransportasi umum
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Harga Ikan di Lamongan Terjun Bebas, Solusinya Adalah Makan Ikan. Bagus, Bagus Buanget, Solutif!

Harga Ikan di Lamongan Terjun Bebas, Solusinya Adalah Makan Ikan. Bagus, Bagus Buanget, Solutif!

30 November 2023
Perjalanan ke Kantor Lebih dari 60 Menit Meningkatkan Risiko Kena Depresi. Apa Kabar Warga Jakarta? Mojok.co

Perjalanan ke Kantor Lebih dari 60 Menit Meningkatkan Risiko Kena Depresi. Apa Kabar Pekerja Jakarta?

22 Desember 2023
Menganggap Trans Jogja Nggak Berguna Adalah Pendapat Sesat. Bus Ini Memang Banyak Kekurangan, tapi Masih Dibutuhkan Warga Mojok.co

Menganggap Trans Jogja Nggak Berguna Adalah Pendapat Ngawur. Bus Ini Memang Banyak Kekurangan, tapi Masih Dibutuhkan Warga 

20 Maret 2024
Orang Surabaya Ramah terhadap Pejalan Kaki, tapi Kotanya Tidak

Derita Pejalan Kaki di Surabaya: Sudah Dipanggang Matahari, Masih Tak Punya Ruang untuk Menapak Kaki

4 November 2025
4 Halte Transjakarta yang Bikin Stres Penumpang

4 Halte Transjakarta yang Bikin Stres Penumpang

31 Desember 2022
Trans Jatim: Bus Mungil yang Ekonomis dan Nyaman, tapi Nggak Ramah untuk Penumpang Pendek seperti Saya

Bus Trans Jatim: Ekonomis dan Nyaman, tapi Nggak Ramah untuk Penumpang Pendek seperti Saya

5 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

10 Juli 2026
Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

9 Juli 2026
Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI Mojok.co

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

13 Juli 2026
Lomba Kebersihan Kampung di Jogja Hanya Berefek Sesaat, Saat Lomba Mendadak Bersih, Selesai Lomba Kembali ke Setelan Pabrik

Lomba kebersihan kampung di Jogja hanya berefek sesaat, saat lomba mendadak bersih, selesai lomba kembali ke setelan pabrik

13 Juli 2026
Desa Jangkar, Desa Paling Nyaman di Bangkalan Madura. Menetap Sehari, Langsung Ingin Datang Lagi

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

12 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?

10 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.