Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Saya Menyesal Memilih Jokowi

Joko Yuliyanto oleh Joko Yuliyanto
5 September 2022
A A
Saya Menyesal Memilih Jokowi

Saya Menyesal Memilih Jokowi (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menyesali masa lalu sepertinya menjadi tajuk utama perasaan saya sebagai buruh pabrik yang dulu begitu mendambakan pemimpin merakyat. Bukan dari kalangan bangsawan dan militer, muncul di antara politikus senior. Saat sudah mulai jenuh dengan intrik partai politik (parpol), Jokowi muncul membawa harapan tokoh yang bukan dari pimpinan parpol. Menjanjikan beragam program kesejahteraan rakyat miskin yang ditunjang dengan metode kampanye blusukan yang membius empati masyarakat.

Saya pun menjadi salah satu pengagum dalam kepiawaiannya menyoal komunikasi politik. Setelah merenung, tampaknya hanya siasat menjadi diktator ketika berkuasa. Oposisi direkrut dalam pemerintahan, bungkam saat rakyat menjerit kesusahan dan kelaparan. Di sisi lain, tim buzzer mengerahkan pasukan menyerang masyarakat di balik kecacatan logika tentang kesejahteraan, kemiskinan, dan keadilan.

ADVERTISEMENT

Tidak ada lagi yang bisa dipercaya dalam agenda politik Jokowi. Memilih golput jadi dilema ketika memasrahkan pemimpin kepada orang jahat. Ketika sudah ikhlas memilih, malah dikibuli sama tokoh-tokoh politik yang pura-pura berpenampilan baik. Setelah menjabat, anarkisme kebijakan mudah diputuskan tanpa analisis mengenai dampak dan risiko terhadap rakyat. Di Indonesia yang katanya menganut asas demokrasi pancasila, rupanya rakyat tidak lagi punya peran selain dipermainkan oleh pemerintah.

Tentu saya bicara mengenai kebijakan kenaikan BBM yang berevolusi menjadi akronim Benar-Benar Mahal. Sebagai alumni jurusan Ekonomi Pembangunan, setiap kebijakan tentu punya risiko baik secara domestik maupun nasional. Kenaikan BBM tentu tidak bisa dipungkiri akan berdampak domino terhadap ekonomi. Bahan baku akan meningkat sebab adanya variabel transportasi.

Sementara untuk menutupi anarkisme kebijakan kenaikan BBM, pemerintah menyalurkan bantuan sosial yang harapannya mengurangi beban rakyat. Harga minyak dunia turun, harga BBM stabil. Harga minyak dunia naik, harga BBM melejit. Sedangkan anggaran APBN sibuk digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang tidak secara penuh dinikmati masyarakat.

BBM terlanjur naik yang akan mengikuti harga-harga kebutuhan pokok. Sementara saya sebagai buruh pabrik harus bertahan di tengah gaji (UMR) yang pas-pasan. Masih menunggu sekira lima bulan ke depan untuk melihat seberapa signifikan kenaikan gaji dibanding masifnya kenaikan harga konsumsi. Atau mungkin malah tidak ada kenaikan UMR sebab adanya kongkalikong dengan pemerintah yang luber dengan janji.

Akhir jabatan

Belum genap berdemokrasi sebab usulan perpanjangan masa jabatan atau kampanye tiga periode, Jokowi malah santai membiarkan narasi tersebut bergulir yang punya potensi disahkan parlemen. Padahal harusnya ia bisa berbuat sesuatu tentang itu. Sudah dua periode menjabat, sudah cukup.

Namun, yang saya sesalkan adalah, Jokowi terkesan cuek menuju masa akhir jabatan (dengan asumsi dia hanya menjabat dua periode). Oleh karena tidak ada beban pencitraan, terlihat bahwa kebijakan yang ada hanya menjanjikan kesejahteraan kepentingan pribadi dan kelompok di pemerintahan. Tidak lagi mempertimbangkan kepentingan rakyat. Hingga kini, terkesan beliau sibuk pamer mahakarya Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Baca Juga:

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu

Periode ini, akan saya kenang sebagai penyesalan memilih pemimpin yang banyak janji namun hobi mengingkari.

***

Rakyat sebenarnya tidak begitu peduli terhadap prestasi penanganan inflasi, pertumbuhan ekonomi nasional, neraca perdagangan, atau ekspor-impor barang. Rakyat hanya butuh kebijakan yang tidak memberatkan beban hidup di masa depan. Percuma target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% dicapai kalau hanya untuk membeli kebutuhan dasar rakyat tidak cukup.

Bagaimana bisa maju ketika asas demokrasi tidak menempatkan posisi rakyat sebagai variabel fundamental pembangunan bangsa. Rakyat jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan karena dianggap mengganggu jalannya program penyengsaraan rakyat. Belum selesai menyeimbangkan ekonomi akibat pandemi, pemerintah sekonyong-konyong menaikkan harga BBM yang punya implikasi luas di berbagai sektor ekonomi dan sosial.

Di akhir masa jabatan, Jokowi cuek dan justru melakukan berbagai kebijakan yang sama sekali tidak pro rakyat. Setidaknya saya menjadi salah satu pencatat penyesalan pernah memilih Jokowi sebagai presiden.

Penulis: Joko Yuliyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cukup Malin Kundang Saja yang Dikutuk, Pemerintah Jangan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2022 oleh

Tags: bbmJokowimemilihpenyesalan
Joko Yuliyanto

Joko Yuliyanto

Seorang pengusaha di Arkalon Swarna Jagat. Suka menulis naskah teater dan opini di koran nasional. Sedang hobi mendidik anak menjadi seorang Wali.

ArtikelTerkait

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Bisnis Pertashop Beneran Karam: Hidup Segan, Mati Sudah Jelas

10 Januari 2025
Mas Kaesang, Jangankan Etika Ngirim Email, Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Saja Kita Sering Kelupaan

Mas Kaesang, Jangankan Etika Ngirim Email, Bilang “Tolong” dan “Terima Kasih” Saja Kita Sering Kelupaan

19 Februari 2020
Surat Harapan untuk Mas Kaesang: Jualan Pisang Aja Mas, Jangan Ikutan Nyalon

Surat Harapan untuk Mas Kaesang: Jualan Pisang Aja Mas, Jangan Ikutan Nyalon

21 Desember 2019
Pertanyaan Retoris Jokowi dan Cara Ngeles Elegan yang Sering Terjadi

Pertanyaan Retoris Jokowi dan Cara Ngeles Elegan yang Sering Terjadi

24 April 2020
Pesan yang Bisa Jokowi Petik dari Tangisan Kim Jong-un di Depan Publik kim jong un menangis korea utara DPRK mojok.co

Pesan yang Bisa Jokowi Petik dari Tangisan Kim Jong-un di Depan Publik

18 Oktober 2020
Memang Kenapa Kalau Tempo Sering Mengkritik Jokowi?

Jokowi, Kenapa Menhan Diminta Menyamar Jadi Mentan?

22 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.