Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mas Kaesang, Jangankan Etika Ngirim Email, Bilang “Tolong” dan “Terima Kasih” Saja Kita Sering Kelupaan

Rinawati oleh Rinawati
19 Februari 2020
A A
Mas Kaesang, Jangankan Etika Ngirim Email, Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Saja Kita Sering Kelupaan
Share on FacebookShare on Twitter

Siapa sih yang tidak kenal Kaesang Pangarep, si anak bungsu presiden Jokowi? Mas Kaesang, beberapa waktu kemarin membuat sebuah cuitan di Twitter. Ia men-screenshot inbox e-mailnya tentang seorang yang mengirim lamaran tanpa embel-embel subjek dan pengantar apa pun. Sontak, menurut Mas Kaesang hal tersebut pantas dijadikan konten, lengkap dengan caption, “Wkwkwkwkwkw masa S-1 cara melamar pekerjaan begini.”

Menurut saya pribadi, niat Mas Kaesang mungkin baik, mau membuka cakrawala diskusi. Melempar pertanyaan eh penyataan bagaimana bisa seorang lulusan S-1 melamar pekerjaan tanpa etika dan semacamnya. Dannn, benar apa kata Mas Yamadipati Seno, anak bungsu memang selalu disalahkan. Apalagi ini anak bungsunya Pak Jokowi. Lha Pak Jokowi nggak ngapa-ngapain aja disalahin, apalagi pas Mas Kaesang polah begitu. Iya, auto dihujat dan always bawa-bawa Pak Jokowi.

Tapi banyak pula yang pro dan paham maksud cuitan Mas Kaesang. Sebab, dia termasuk owner dan saya rasa juga terjun langsung dalam hal HRD-an. Jadi, ya berhak dan pantas pula apabila dia menyinggung perihal lamaran kerja ini. Sebenernya bukan Mas Kaesang saja, HR atau employer sering mengeluhkan case yang model begini. Tapi tetep saja banyak orang yang nggak sadar-sadar.

Benar, bahwasanya dalam mencari pekerjaan bukan hanya hardskill saja yang dibutuhkan tetapi juga softskill. Dan beretika dalam mengirim lamaran juga termasuk softskill yang harusnya dikuasai oleh semua pelamar, apalagi di zaman industri 4.0 ini.

Saya jadi ingat dulu ketika kuliah, kalau tidak salah semester dua. Di mana saya dan teman saya mengirimkan berkas PKM kepada dosen via email. Nggak tahu, atau memang nggak mencari tahu etika yang baik, saya dan teman saya langsung mengirimkan file tanpa kata pengantar. Esok harinya si dosen menegur saya dan teman saya bahwa etika dalam berkirim email adalah dengan subjek yang jelas, memberikan pengantar kepada yth., memberikan salam, isi singkat, dan sebagainya.

Sejak saat itu, saya dan teman jadi tahu etika yang baik dalam dunia per-e-mail-an! Jadi menurut saya sah-sah saja sih kalau Mas Kaesang ini bikin konten begitu. Yang salah adalah ketika Mas Kaesang bikin caption dengan ada “Wkwkwkwkwk” nya, sehingga dianggap merendahkan orang lain. (Besok-besok kalau mau bikin konten jangan pakai wkwkwkw mas, sepertinya banyak yang nggak suka kalau sampean bahagia. Eh.)

Karena mengirim e-mail adalah sebuah etika dalam bekerja, saya rasa maklum saja masih banyak missing dan kesalahan yang sering terjadi. Jangankan etika berkirim lamaran, lha wong etika yang paling dan seharusnya sering diucapkan saja masih sering diabaikan. “‘Please’ and ‘thank you’ are simple words, and yet it seems that most people don’t use them enough. Basic etiquette is often missing in society, in both our personal lives as well as our professional ones. You can make yourself stand out in a rude society by remembering your manners, treating people as respected individuals, and doing what others are unwilling to do.” By Rhonda Scharf, Contributor Consultant, Speaker, Trainer and Author. Saya mengutip kalikat tersebut dari sebuah artikel berjudul Saying Please and Thank You is Always Necessary dari sebuah blog www.huffingtonpost.ca.

Iya, semakin modern kehidupan kita, semakin mudahnya teknologi, mengucapkan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ semakin canggung diucapkan. Padahal semua kata itu mudah, tidak butuh 3 detik untuk mengucapkannya.

Baca Juga:

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

Saya ketika dimintai tolong atau diperintah teman tidak langsung menjalankan peintah mereka. Saya selalu menjawab, “password-nya?” Maksud saya, password di sini adalah kata “tolong”. Tetapi beberapa teman saya ada yang kebanyakan guyon yang kalau ditanya password malah jawab, “Luwak White Coffee, nyaman di perut nggak bikin kebun”. YaRabbi~

Tapi hal yang saya lakukan mempan kok, besok-besoknya ketika teman meminta bantuan mereka tidak lupa dengan kata tolong. Pun perihal mengucapkan terima kasih, kalau setelah mereka dibantu tapi lupa tidak mengucapkan, saya nyindir dengan saya yang berucap terima kasih. Dan mereka pun sadar.

Betapa sulitnya kata-kata simpel yang dampaknya besar bagi umat ini, ucapan terima kasih dan tolong notabennya memiliki berbagai manfaat, menciptakan kerukunan, memperkuat hubungan sosial, menghargai kebaikan orang, dan mungkin menjadi dorongan agar orang lain mau membantu kita lagi di masa mendatang. Entah apa yang membuat kita masih kesulitan mengucapkan simple words itu, mungkin gengsi, mungkin sungkan, atau mungkin anggaran pendidikan yang kurang.

Saya menemukan komentar di cuitan Mas Kaesang yang membuat saya sedikit ngakak, “Thats probably because your dad has been giving small amount of budget for education.”

Hahahaha, yakali masalah etika saja salah anggaran pendidikan. Ini perkara tanggung jawab dalam etika pribadi cuy!

Tapi ya namanya periode pak Jokowi, apa pun masalahnya salah Pak Jokowi. Itu sudah paten, layaknya akidah. (TITIK. NO DEBAT. HEHEHE). Betul begitu, Netizen?

BACA JUGA Contoh Pertanyaan Interview Kerja yang Sering Muncul dan Tips Menjawabnya atau tulisan Rinawati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: emailJokowikaesang pangarepmelamar kerja
Rinawati

Rinawati

Perempuan yang percaya bahwa menjadi diri sendiri itu overrated~

ArtikelTerkait

Di Mana Kemanusiaan, Kalau Banjir Saja Sempat-sempatnya Dipolitisasi?

Di Mana Kemanusiaan, Kalau Banjir Saja Sempat-sempatnya Dipolitisasi?

5 Januari 2020
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Jokowi Layak Dinobatkan sebagai Kepala Keluarga Terbaik di Indonesia

12 Desember 2020
Pak Jokowi Lupa Menyapa, dan Kita Memang Hampir Melupakan Ma'ruf Amin maruf amin kyai wakil presiden indonesia terminal mojok.co

Pak Jokowi Lupa Menyapa dan Kita Memang Hampir Melupakan Ma’ruf Amin

18 September 2020
Tobirama Senju mojok 5 Sosok Pemimpin yang Sesuai dengan Kriteria Jokowi: Rambut Putih dan Kerut di Wajah

5 Sosok Pemimpin yang Sesuai dengan Kriteria Jokowi: Rambut Putih dan Kerut di Wajah

27 November 2022
gaya rambut trump

Persoalan Trump Ganti Gaya Rambut, Semoga Jokowi Nggak Ikutin

10 Juni 2019
dunia kerja lowongan kerja perusahaan info lowongan pekerjaan IPK Plus Minus Posting CV di Media Sosial bagi Pelamar Kerja terminal mojok.co bikin cv lamaran kerja desain kreatif

Panduan Bikin CV Agar Nggak Bikin Pusing HRD

21 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.