Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Timnas Indonesia U-23 Bersama Shin Tae-yong Membuat Saya Merasakan Cinta Sekali Lagi

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
26 April 2024
A A
Timnas Indonesia U-23 dan Shin Tae-yong Memberi Kita Cinta (Alizada Studios via Shutterstock.com)

Timnas Indonesia U-23 dan Shin Tae-yong Memberi Kita Cinta (Alizada Studios via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di hadapan timnas Indonesia U-23 dan Shin Tae-yong saya berlutut dan berdoa. Saya mendoakan mereka menjadi titik terang dan solusi sepak bola Indonesia.

Kepala ini terasa begitu penuh, seperti ada gemuruh. Adalah 26 Desember 2010, di Bukit Jalil, ketika timnas Indonesia mengkhianati saya. Final yang seharusnya bisa berakhir dengan suka cita, malah berakhir lara, dan meninggalkan bau busuk dugaan dosa. Sejak saat itu, saya berhenti mencintai timnas Indonesia, dari senior, U-23, sampai kelompok usia.

ADVERTISEMENT

Beberapa tahun berselang, orang-orang tua tamak membawa Evan Dimas dan kawan-kawannya untuk “Tur Nusantara”. Timnas usia muda, bak kawanan sirkus, dipamerkan ke penjuru negeri. Mereka dimandikan dengan pujian dan lampu sorot televisi, untuk kemudian meninggal di kompetisi papan atas.

Saat itu, saya hanya bisa membatin. Sudah benar saya berhenti mencintai timnas Indonesia. Perasaan kacau ini juga merembet ke kompetisi kita. Apa yang bisa diharapkan dari sebuah liga yang masih mengizinkan klub palsu dan pembunuh tetap berlaga di Liga 1? Tidak ada! Kompetisi sepak bola Indonesia, tidak akan pernah lepas dari kejanggalan yang dimaklumi karena kita bangsa “penonton”, bukan “pemain” bola.

Timnas Indonesia U-23 dan perkara Shin Tae-yong

Sekitar minggu lalu, salah seorang kawan mengirim pesan. Dia menanyakan akan nonton timnas Indonesia U-23 di mana? Katanya lagi, tim asuhan Shin Tae-yong ini lagi bagus-bagusnya. Pokoknya berbeda dengan yang dulu. Saya membalas pesan itu secepat kilat. Saya bilang begini: “Udah pensiun nonton timnas, apalagi timnas Indonesia U-23.”

“Kenapa?” Tanya dia.

“Cuma ngasih kekecewaan.”

“Bukankah kamu sudah sering kecewa sama Arsenal? Seharusnya sudah terbiasa.”

Baca Juga:

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

“Kecewa dari Arsenal memang sakit. Tapi, kecewa karena timnas, sakitnya tak hilang satu dekade.”

Dia mengakhiri obrolan itu dengan sebuah kalimat menggoda. “Coba aja dulu nonton cuplikannya. Timnas Indonesia U-23 bagus, kok. Shin Tae-yong oke. Dia juga lagi diserang terus sama Towel, kesukaanmu dulu.”

ADVERTISEMENT

Sial! Dia masih ingat obrolan kami dulu sekali. Bahwa memang benar bahwa Bung Towel adalah salah satu komentator kesukaan saya. Apalagi kalau bukan karena suaranya yang empuk dan nyaman di telinga. Namun sekarang, dia sudah berubah. Mulutnya menyembur kebencian, tidak ada nalar, dan tidak lagi mengedukasi.

Tapi saya tidak sedang ingin menulis tentang Bung Towel yang brengsek itu. Saya tergoda oleh godaan teman saya tadi. “Coba aja dulu nonton cuplikannya. timnas Indonesia U-23 bagus, kok.” Dan, tanpa menunggu waktu lama, saya melahap beberapa cuplikan laga timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23.

Sepak bola yang saya cintai

Saya cukup beruntung pernah kenal dan lalu dekat dengan beberapa penulis taktik semasa masih bekerja di Fandom. Lewat pertemanan itu, saya belajar begitu banyak hal soal sepak bola yang benar. Ah, mungkin kata “benar” terlalu berat di sini. Izinkan saya membuatnya menjadi sederhana menjadi: sepak bola yang enak untuk ditonton.

Kenapa begitu? Biasanya, dan ini menurut saya, sepak bola yang enak ditonton adalah sepak bola yang dimainkan dengan benar. Dan persetan juga dengan tiki-taka. Ia bukan taktik dan sepak bola indah tidak ada kaitannya dengan istilah itu. 

Semuanya soal positional play atau skena taktik menyebutnya juego de posicion. Boleh juga menyebutnya “permainan posisi” dan saya tidak akan menyalahkan kamu atas terjemahan bebas nan serampangan itu. 

Dan, permainan posisi itu yang saya rasakan ketika melihat beberapa cuplikan timnas Indonesia U-23 di bawah asuhan Shin Tae-yong. Intinya begini: para pemain timnas Indonesia U-23 bermain di posisi yang benar, membuat mereka bisa bertahan as a team dan menyerang dengan jumlah pemain yang cukup. Aliran bola lancar karena pemain ada di ruang yang benar. Enak sekali.

Di Liga Indonesia, mungkin hanya 2 kali saya bisa menikmati sepak bola yang enak. Pertama, Sriwijaya FC ketika dilatih Kas Hartadi. Kedua, PSIM Yogyakarta bersama Erwan Hendarwanto. Sayangnya, cara bermain yang seharusnya bisa menjadi identitas, hilang begitu saja.

Oleh sebab itu, saya bersyukur terjaga sampai tengah malam untuk menyaksikan timnas Indonesia U-23 melawan Korea Selatan U-23. Saya merasa menemukan kembali sepak bola yang saya cintai. Kepada Shin Tae-yong saya harus berterima kasih. Dia bertahan di bawah banyak tekanan, dan sukses membentuk pemain-pemain muda menjadi “sesuatu”.

ADVERTISEMENT

Semoga timnas Indonesia U-23 juara

Saya ingin timnas Indonesia U-23 juara. Boleh di Piala Asia U-23 kali ini atau kompetisi apa saja yang mereka ikuti. Ini bukan soal kebanggaan atau nasionalisme. Saya ingin mereka juara, supaya kerja keras pemain dan Shin Tae-yong mendapat ganjaran terbaik. Kerja keras itu mudah, yang sulit adalah konsisten.

Kerja keras Shin Tae-yong dan anak-anak muda di timnas Indonesia U-23 ini berbeda bagi saya. Mereka mau membentuk diri sendiri dan masuk ke jalan sepak bola yang benar. Saya muak dengan parade umpan jauh ketika mendapat pressing keras dari lawan. Sakit perut saya melihat para pemain timnas sudah lelah di menit 65.

Saya juga ingin timnas Indonesia U-23 dan Shin Tae-yong juara supaya suara-suara sumbang seperti Bung Towel mati ditelan anjing. Kita tahu ada sesuatu di balik kebodohan Bung Towel. Sesuatu yang menjadi hantu bagi sepak bola Indonesia sejak dulu. Hantu yang menikmati setiap tetes rupiah dari keringat dan darah fans sepak bola.

Saya ingin timnas Indonesia U-23 dan Shin Tae-yong juara karena mereka bermartabat. Saya ingin menyeka luka dan dosa Bukit Jalil dengan status juara. Luka itu sudah menjadi borok dan saya harus mengamputasi cinta untuk timnas. 

Oleh sebab itu, di hadapan timnas Indonesia U-23 saya berlutut dan berdoa. Saya mendoakan mereka menjadi titik terang dan solusi sepak bola Indonesia. Semoga dari mereka, dan Coach Tae-yong, sepak bola yang benar menjadi tajuk utama dari palagan kotor sepak bola Indonesia.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Minta Shin Tae-yong Out? Kok Lucu Sampean

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 April 2024 oleh

Tags: Bung TowelFinal AFF Bukit Jalilkontroversi final AFF 2010Korea Selatan U-23Liga 1Piala Asia U-23PSIM YogyakartaShin Tae-yongSriwijaya FCtimnas Indonesia U-23timnas u-23
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

Shin Tae-yong vs Indra Sjafri: Perdebatan yang Bikin PSSI Bahagia

Minta Shin Tae-yong Out? Kok Lucu Sampean

11 Januari 2023
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Benahi Dulu Liga, Baru Kita Berharap pada Timnas

21 Desember 2020
Apa Betul PSSI Mau Bikin Boyband?

Apa Betul PSSI Mau Bikin Boyband?

29 Desember 2019
Perdebatan Tidak Perlu Antara Fans Blackpink dan Fans Persija Jakarta (Unsplash)

Perdebatan Tidak Perlu Antara Fans Blackpink dan Fans Persija Jakarta

6 Maret 2023
5 Pekerjaan yang Cocok untuk Jeje Translator setelah Shin Tae-yong  Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas Mojok.co

5 Pekerjaan yang Cocok untuk Jeje Translator setelah Shin Tae-yong Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas

7 Januari 2025
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya Mojok.co

Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya

24 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.